Categories
Berita Uncategorized

Hasil Perekrutan Terbuka Kepengurusan ILUNI UI 2022-2025

Jakarta, 26 September 2022 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) telah mengumumkan hasil Perekrutan Terbuka Kepengurusan ILUNI UI Periode 2022 – 2025. Sejumlah 95 Alumni UI telah terpilih untuk formasi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen), Wakil Bendahara Umum (Wabendum), Ketua Center, serta Wakil Ketua Center.

Idris Hadi Sikumbang selaku Juru Bicara ILUNI UI menyampaikan bahwa perekrutan terbuka kepengurusan ILUNI UI kali ini mendapat antusiasme luar biasa dari para Alumni UI.

“Kami telah melaksanakan perekrutan terbuka sejak tanggal 12 – 18 September dan mendapat antusiasme dari para alumni UI. Setidaknya terdapat 1.072 Alumni UI yang mendaftar dalam perekrutan terbuka untuk berbagai formasi,” tutur Idris.

Idris melanjutkan, perekrutan terbuka ini melalui proses administrasi dan wawancara yang diselenggarakan secara daring. Struktur kepengurusan ILUNI UI periode 2022-2025 memiliki filosofi model melingkar yang bermakna agile. Selain itu, tidak adanya hierarki membuat jarak dengan Ketua Umum ILUNI UI semakin dekat. Ke depan, Idris mengungkapkan terbuka kemungkinan struktur kepengurusan ILUNI UI bertambah, sesuai dengan kebutuhan organisasi.

“Kami berharap para Alumni UI yang bergabung akan membawa ILUNI UI periode 2022-2025 semakin melesat dan berdampak nyata bagi alumni, almamater, dan negeri,” pungkas Idris.

Perekrutan Terbuka Kepengurusan ILUNI UI 2022-2025, terdiri atas formasi Wasekjen, Wabendum, Ketua Center untuk sembilan center yaitu Alumni and Community Center, Alumni Peduli Center, Career and Almamater Center, Collaborative Action Center, Creative Industry Center, Millenial Business Center, Policy Center, UI Collaboration Center, dan Women Empowerment Center.

Adapun alumni sejumlah hampir 80 persen mendaftar sebagai anggota pengurus, keseluruhannya  menempati posisi berdasarkan pilihan saat pendaftaran dan penugasan lebih lanjut akan dikoordinasikan antar Ketua dan Wakil Ketua Center terpilih.

Susunan Wasekjen, Wabendum, Ketua dan Wakil Ketua Center dipublikasi pada website ILUNI UI: https://iluni.ui.ac.id/

Berikut daftar pengurus ILUNI UI 2022-2025:

Wakil Sekretaris Jenderal:

Melli Darsa (FH 1985)

Nixon DH Sipahutar (FH 1987)

Agus Taufiq (FT 2009)

Guruh Heriansyah (FISIP 2009)

Meggy Tri Buana (FH-MKn 2009)

Fajri Mekka (FH 1999)

Kholidah Tamami (SKSG 2012)

Alexander Frans (FH 1973)

El Luthfie (FEB 2014)

Arif Aprizal (FMIPA 2002)

Irfan Fahrudin (FT 2000)

Egi Mahira Irham (FH 2011)

Harris P Marpaung (FISIP 1985)

Hesron Sitepu (Vokasi 1983)

Akbar Nikmatullah D. (FEB, 2007)

Ayuningtyas Widari R. (FISIP 2005)

Z. Leander Ohoiwutun (FISIP 2006)

Wakil Bendahara Umum:

Ratu Febriana Erawati (FIB 1996)

Shanti Heidi D. Sijabat (FISIP 1997)

Lexy Putri Ananta (FEB 2008)

Dwi Cahayaningsih (FMIPA 2009)

Tigor Marpaung (FISIP 1997)

Virnaria C.M. Lengkong (FH 1996)

Mekhdi Ibrahim (FEB 2009)

Beni Muchtar (FT 2004)

Agustina Eka (Vokasi 2014)

Novita Suryawati (FKM 2017)

Valencia Baby (FEB, 2001)

Ketua Alumni and Community Center: Pitut Pramuji (FISIP 1996)

Wakil Ketua Alumni and Community Center:

A Ramadhan Pratama (FMIPA 2010)

Abby Krisnamurti (FISIP 2002)

Arief Mizan (FISIP 2003)

Saefudin (FIB 1995)

Devandra Maula Zakki (FH 2015)

Lucky K. Wardani (FISIP 2011)

Muchsin Panity (FH 1990)

Paku Utama (FH 2014)

Ketua Alumni Peduli Center: Missi Lawalata (FH 2011)

Wakil Ketua Alumni Peduli Center:

Dr. dr. JC Prihadi, SpU(K), MPH (FK 1988)

Andi Amalia Wildani (FIK 2008)

Dimas Wicaksono (FIK 2016)

Irdanuraprida Idris (FH 1991)

Nani Asna Dewi (FIK 2007)

Ketua Career and Almamater Center: Kharisma Bintang (FH 2013)

Wakil Ketua Career and Almamater Center:

Agil Kurniadi (FIB 2010)

Ahsanu Taqwim (FMIPA 2015)

Dedi Abdul (FEB 2001)

Dr. Sjahriati Rochmah (FH 1991)

Iman Camil (FEB 2004)

Rizki Marman Saputra (FIB 2006)

Siswandika Kusumonoto (FT 1987)

Tissa Aulia Putri (FIK 2010)

Yunadi Ramlan (FIB 1992)

Ketua Collaborative Action Center:  Dewi Elina (FK 1994)

Wakil Ketua Collaborative Action Center:

Albert Simangunsong (SKSG 2003)

Ary Maulana (FISIP 2010)

Heru Komarudin (FKM 2016)

Ichsan (FT 1994)

Irzan Nurman (FK 1996)

M Reza (FT 2012)

Perdana Saputro (FH 1996)

Ketua Creative Industry Center: Jovial da Lopez (FMIPA 2009)

Wakil Ketua Creative Industry:

Angga Perwira (FISIP 1999)

Bagus Ferdiandi (FMIPA 2009)

Diah syanti artati (FISIP 1994)

Raihan Abiyan (FIB 2011)

Rasyadian M Putra (FISIP 1996)

Sirly Nasir (Vokasi 2007)

Sri Bandoro Siswayudha (FMIPA 2009)

Ketua Millenial Business Center: Pradana Indraputra (FEB 2010)

Wakil Ketua Millenial Business Center:

Akmal Luthfiansyah (VOKASI 2018)

Bima Yogie Purnama, S.H., M.Kn. (FH – MKn 2013)

Ferly Aninditya (FEB 2001)

Muhammad Idham Akbar (FT 2007)

Ogi Wicaksana (Vokasi 2010)

Saskhia Leony Theana Putri (FMIPA 2016)

Yusuf Donner Dwiyantama (FT 2014)

Ketua Policy Center: Desak Putu Adhityani Putri (FISIP 2000)

Wakil Ketua Policy Center:

Almaida Askandar (FH 1994)

Adi Febrianto Sudrajat (FH 2003)

Ardian Nengkoda (FT 1993)

Arman Raafi Seiff (FH 2015)

Grace Bintang Hidayanti (FH 1991)

Jajang Rachmat (FIK)

Marlon Semuel Contantin Kansil (SKSG 2012)

Nurfahmi Islami Kaffah (FH 2012)

Syahrul Aminullah (FKM 1997)

Tuti Nurhaningsih (FISIP 2001)

Ketua UI Collaboration Center: Indra Falatehan (FT 1996)

Wakil Ketua UI Collaboration Center:

Ujuan Marihot H. Panjaitan (FT 1993)

Agie Ramadhan (FMIPA 2010)

Bambang Sudjatmoko (FISIP 1997)

Mahendra Adinegara (FH, 2000)

Rukmini (FISIP 1996)

Raditya Rahadian Kamajaya (FIB 2014)

Rahmiyati Noor SH MKn (FH-MKn 2003)

Yudi Ariesta Chandra (FIK)

Ketua Women Empowerment Center: Visna Vulovik (FIB 2001)

Wakil Ketua Women Empowerment Center:

Tami Justisia (FH 2008)

Eva Rosita (FKM 2014)

Drg Purwanti Aminingsih,MARS.,Ph.D (FKG, 1987)

Mutiara Hikmah Subiyakto (FH 1990)

Natasya Suryo Anggoro (FH 2010)

Struktur kepengurusan lengkap akan diumumkan dalam waktu dekat. Jika ada kesalahan penulisan nama, mohon menghubungi narahubung: 08119843210 (Humas ILUNI UI).

Categories
Alumni Berita Kegiatan

ILUNI UI Tetapkan Empat Calon Ketua Umum Periode 2022-2025

Jakarta, 20 Juli 2022 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) telah menetapkan empat orang calon yang akan berpartisipasi dalam kontestasi Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum ILUNI UI Periode 2022-2025. Keempat calon tersebut adalah Afdhal Aliasar dengan nomor urut 1, Ahmad Akbar dengan nomor urut 2, Didit Ratam dengan nomor urut 3, dan Gatot Prio Utomo dengan nomor urut 4.

“Panitia telah memilih empat calon ketua umum yang terdiri dari berbagai fakultas dan latar belakang. Semoga keempatnya selalu menjunjung spirit kontestasi yang sehat dan demokratis, guyub, serta sesuai aturan yang berlaku dari panitia,” ungkap Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian melalui keterangan tertulis, Rabu (20/7).

Para Calon Ketua Umum ILUNI UI terpilih dinyatakan lolos verifikasi panitia pemilihan dan ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum ILUNI UI pada acara penetapan sekaligus kampanye damai Pemila ILUNI UI, Sabtu (16/7). Keempatnya telah memenuhi berbagai ketentuan administratif di antaranya mendapatkan dukungan minimal 300 orang alumni UI dari minimal 10 fakultas, serta berbagai syarat dan ketentuan lainnya.

Selanjutnya, rangkaian proses Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI memasuki masa kampanye mulai 17 Juli – 17 Agustus. Masa kampanye ini akan dipergunakan para Calon Ketua Umum ILUNI UI untuk mempromosikan visi-misi dan program dari masing-masing calon sesuai dengan ketentuan dari panitia pelaksana.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI Ketsia Ximena Sihotang menjelaskan, panitia tengah mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan menjadi tempat para Calon Ketua Umum ILUNI UI untuk memperkenalkan diri dan mengampanyekan program serta visi-misi kepada para alumni UI.

“Rencananya akan ada kegiatan debat calon ketua umum sebanyak dua kali yang akan dilaksanakan pada 28 Juli dan 11 Agustus, tempatnya di UI Salemba dan Depok. Para alumni UI bisa menggali dan mencari tahu, sekaligus bertanya tentang profil dan visi-misi mereka melalui acara-acara debat dan media sosial ILUNI UI maupun timses para calon,” jelasnya,

Guna memastikan jalannya pemiihan yang demokratis, guyub, dan damai, keempat orang calon ketua umum ILUNI UI terpilih telah mendeklarasikan kampanye damai selama proses kampanye berlangsung.  Dalam deklarasi tersebut, keempat calon menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan kampanye yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, dan politisasi SARA.

“Keempat calon sudah menandatangani komitmen kampanye damai. Kami berharap rangkaian proses Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI akan berjalan lancar dan guyub,” tutur Ketsia.

Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI periode 2022-2025 akan dilaksanakan melalui aplikasi UI Connect. Para pengguna aktif UI Connect bisa memilih dengan sistem satu orang satu suara. Saat ini tercatat ada 46ribu alumni UI pengguna UI Connect. Untuk mendaftar UI Connect bisa mengunduh aplikasi di Play Store maupun Apple Store. Setelah mendaftar, tim UI Connect akan melakukan verifikasi data alumni selama maksimal 1 hari kerja.

Jika alumni UI menemui kendala dengan UI Connect, bisa menghubungi user support UI Connect melalui email: halo@uiconnect.id atau Whatsapp: +62 889-7648-9955 atau melalui tautan bit.ly/UIConnectCare. Untuk pertanyaan lebih lanjut terkait Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI bisa menghubungi nomor Helpdesk Pemilihan Langsugn Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025: (WA) +6288976489953 atau melalui email: panitia.pemilihanlangsung@alumni.ui.ac.id. (*)

Categories
Berita Kegiatan

PEMILIHAN LANGSUNG KETUA UMUM ILUNI UI PERIODE 2022-2025

Halo Rekan-rekan Alumni! Sebentar lagi Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI periode 2022 – 2025 dan Musyawarah Nasional (Munas) IX ILUNI UI akan segera digelar.

Yuk catat tanggal-tanggal penting dari rangkaian kegiatannya!

16 – 22 Juni Sosialisasi Pemilihan Langsung

23 Juni – 13 Juli Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI

17 Juli – 17 Agustus Masa Kampanye Calon Ketua Umum ILUNI UI

27 – 28 Agustus Musyawarah Nasional (Munas) IX ILUNI UI dan Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI 2022 – 2025

—-

Unduh UI Connect melalui Playstore atau Appstore, atau kunjungi bit.ly/uiconnect.

Menemui kendala dengan UI Connect?

Hubungi user support UI Connect melalui:

Email: halo@uiconnect.id

Whatsapp: +62 889-7648-9955 atau bit.ly/UIConnectCare

PERSYARATAN CALON KETUA UMUM ILUNI UI 2022 – 2025

SK Panitia Pengarah No. 008/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022 -2025

1. Anggota Biasa ILUNI UI yang tidak hilang hak pilihnya sebagaimana yang tercantum di AD ILUNI UI;

2. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia;

3. Tidak pernah dihukum pidana dengan ancaman lebih 5 (lima) tahun;

4. Tidak pernah dihukum pidana seperti narkoba, pembunuhan, korupsi, pencucian uang, perkosaan, dan terorisme;

5.  Tidak pernah dilaporkan kepada pihak yang berwenang sebagai pelaku KDRT/kekerasan seksual dan/ atau kekerasan terhadap anak;

6. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik;

7. Berpengalaman di organisasi tingkat nasional;

8. Didukung oleh minimal 300 (tiga ratus) orang alumni dari minimal 10 (sepuluh) Fakultas/Sekolah Pascasarjana/Program Pendidikan Vokasi. Dukungan berupa nama dan tanda tangan basah, disertai lampiran fotokopi KTP, dan terdaftar di UI Connect berdasarkan formulir yang ditentukan panitia.

Catatan: Apabila ada nama yang sama dengan daftar pendukung calon lain, maka nama pendukung akan dicoret dari seluruh calon

9. Melunasi uang pendaftaran dan uang jaminan sesuai prosedur yang ditetapkan panitia;

10. Bersedia mengikuti seluruh proses pemilihan dan mematuhi tata tertib yang berlaku;

 11. Menandatangani Surat Pernyataan yang disiapkan Panitia berisi:

  • Tidak pernah dihukum pidana dengan ancaman lebih dari 5 (lima) tahun
  • Tidak pernah dihukum pidana seperti narkoba, pembunuhan, korupsi, pencucian uang, perkosaan, dan terorisme
  • Tidak pernah dilaporkan sebagai pelaku KDRT, kekerasan seksual dan/atau kekerasan terhadap anak
  • Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik
  • Bersedia mengikuti seluruh proses pemilihan dan mematuhi tata tertib yang berlaku (akan disiapkan Panitia)

12.  Menandatangani Pakta Integritas yang disiapkan oleh Panitia Pengarah.

SYARAT & TATA CARA PEMBAYARAN BIAYA PENDAFTARAN DAN UANG JAMINAN CALON KETUA UMUM ILUNI UI PERIODE 2022 – 2025

SK  PANITIA PENGARAH PEMILIHAN LANGSUNG DAN MUSYAWARAH NASIONAL IX ILUNI UI 2022

Nomor: 009/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22

1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) dan uang jaminan sebesar Rp 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah);2.

2025806665 Bank BNI atas nama ILUNI UI

2. Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan hanya dapat dibayarkan melalui transfer bank ke rekening ILUNI UI:

3.Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 13 Juli 2022 jam 15.00 WIB melalui transfer bank;

4. Dokumen elektronik bukti transfer biaya pendaftaran dan uang jaminan dikirimkan ke email panitia pelaksana: panitia.pemilihanlangsung@alumi.ui.ac.id.

5. Bukti fisik transfer biaya pendaftaran dan uang jaminan diserahkan kepada Panitia Pelaksana Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025 di Sekretariat ILUNI UI.

6. Uang jaminan yang telah disetorkan akan dikembalikan paling lambat 30 hari setelah terpilihnya Ketua Umum ILUNI UI 2022 – 2025, kecuali jika yang bersangkutan mengundurkan diri atau didiskualifikasi karena melanggar peraturan/tata tertib pemilihan yang sudah ditetapkan panitia.

  

TAHAP DAN ALUR PENDAFTARAN CALON KETUM ILUNI UI PERIODE 2022 – 2025

1. Memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum ILUNI UI 2022 – 2025 sesuai:

SK Panitia Pengarah No. 008/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022 -2025 dan SK Panitia Pengarah No. 009/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat dan Tata Cara Pembayaran Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025

2. Unduh dan isi formulir pendaftaran di tautan: https://bit.ly/DAFTAR_BALON

Formulir berisi:

  • PPPL 1 – Daftar Riwayat Hidup
  • PPPL 2 – Surat Pernyataan
  • PPPL 3 – Surat Kesediaan Menyerahkan Uang Jaminan dan Uang Komitmen
  • PPPL 4 – Form Campaign Manager dan Tim Sukses 
  • PPPL 5 – Formulir Pernyataan Dukungan 
  • PPPL 5 – Formulir Rekapitulasi Pernyataan Dukungan 
  • Pakta Integritas Bakal Calon Ketum 

3. Melakukan pembayaran uang pendaftaran sebesar 50 juta rupiah dan uang jaminan sebesar 100 juta rupiah dan ditransfer ke nomor rekening:

4. Pengembalian berkas dan bukti transfer berupa salinan cetak dilakukan secara langsung (luring) di Sekretariat ILUNI UI, lantai 2 Gedung Rektorat Kampus UI Salemba, Jakarta.

Pengembalian berkas dan bukti transfer dilakukan dengan mengadakan janji terlebih dahulu dengan menghubungi narahubung:

+62 811-9595-953 (Zaki/Tarawina)

Jadwal pengembalian berkas dan bukti transfer:

Senin-Jumat

23 Juni – 12 Juli 2022 pukul 10.00 – 14.00 WIB

13 Juli 2022 pukul 10.00 – 15.00 WIB

5. Tenggat waktu pengembalian salinan cetak formulir dan bukti transfer: 13 Juli 2022, pukul 15.00 WIB 

6. Pengumuman calon dilaksanakan secara hibrida (hybrid), pada tanggal 16 Juli 2022, pukul 14.00 WIB 

Categories
Berita Kegiatan

Delapan Tokoh Nasional Sepakati Pakta Kohesi Kebangsaan

Jakarta, 11 Juni 2022 – Delapan tokoh nasional menandatangani pakta Kohesi Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) pada acara Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan “Reinvensi Keindonesiaan Kita, Kepemimpinan, Keindonesiaan, dan Patriotisme dalam Indonesia Pascapandemi” Bekerja Sama dengan ILUNI UI, di Gedung Nusantara 4, Gedung DPR/MPR Jakarta, Sabtu (11/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen bersama dalam mengedepankan Kohesi Kebangsaan untuk mengatasi polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian atas kesepakatan bersama para alumni UI pimpinan partai politik dan wakil dari pemerintahan, yakni Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moedidjat, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Anggota DPR RI dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Kepala Staf Presiden Partai Keadilan Sejahtera Pipin Sopian, Anggota DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, dan Anggota DPR RI dan  Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin.

Dalam deklarasi tersebut, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menyatakan komitmen berisi teks dukungan para alumni UI dalam gerakan Kohesi Kebangsaan.

“Kami putera dan puteri almamater bersepakat bahwa kohesi kebangsaan diperlukan dalam masyarakat yang terpolarisasi. Sebagai bangsa yang majemuk, teridiri atas keragaman tempat, etnis, bahasa, budaya, agama, dan ideologi, maka perbedaan menjadi sesuatu yang harus diterima,” ucap Andre.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, Kohesi Kebangsaan adalah sebuah gerakan yang membawa pesan bahwa dalam perbedaan tidak harus saling serang. Berbeda juga bukan berarti tidak bisa bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan dan melakukan kerja-kerja nyata.

“Silaturahmi kali ini yang dilakukan setelah merayakan Idulfitri mewujudkan cita-cita kita dalam mengingatkan kembali gerakan Kohesi yang kita majukan,” imbuh dia.

Menurut Andre, saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi permasalahan dan tantangan. Kontestasi pemilu yang sudah berlalu tiga tahun lalu masih menyisakan polarisasi di masyarakat. Hal ini diperkuat dan ditambah dengan pandemi selama dua tahun dan geopolitik di sekitar. Oleh karena itu, Andre berharap masyarakat dan alumni menghindari tindakan sepeti labeling, framing, dan doxing yang akan mencerai-beraikan bangsa.

“Upaya menjalin sinergi ini kami lakukan dengan mengadakan berbagai audiensi. Dalam kesempatan ini, ILUNI UI menyampaikan dukungan penuh untuk program Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI dan berharap akan ada sinergi yang lebih lanjut antara MPR RI dan gerakan Kohesi Kebangsaan ILUNI UI, ke depan gerakan Kohesi Kebangsaan dikokohkan dalam Lembaga Forum Diskusi Salemba ILUNI UI langsung di bawah ILUNI UI, untuk mengawal isu kebangsaan, menjaga keindonesiaan untuk ke depan ” jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moerdijat berharap para alumnus perguruan tinggi ikut aktif merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengikis polarisasi di tengah masyarakat, demi memperkokoh keindonesiaan.

“Upaya kita melakukan rekonsiliasi pasca kontestasi politik 2019 lalu, terkendala oleh pandemi Covid-19. Sekarang ketika kondisi sudah membaik, kita berharap upaya merajut kembali nilai-nilai kebangsaan kita dilanjutkan untuk menjawab tantangan di depan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong agar ILUNI UI dan UI mengambil peran dalam edukasi proses kebangsaan, termasuk ketika berpolitik. ILUNI UI juga diharapkan berperan dalam menjahit kembali perpecahan yang terjadi akibat polarisasi. Apalagi, saat ini situasi dan kondisi politis dalam dan luar negeri tidak mudah.

“Saya ingin mengajak kawan-kawan dari ILUNI UI untuk mengambil peran secara nyata, tampil di berbagai kesempatan, bukan hanya di panggung politik tapi juga semua lini untuk dapat mengambil peran secara nyata,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Wamendes Budi Arie Setiadi menegaskan, politik identitas harus diakhiri pada tahun 2024 karena akan memecah-belah bangsa. Apalagi Indonesia akan menghadapi tantangan jebakan negara-negara kelas menengah. Untuk itu, politik identitas, SARA, dan  politik-politik lain harus disapu bersih dari panggung demokrasi.

“UI dan Bung Andre punya peran penting utk menghilangkan sekat-sekat karena demokrasi kt sudah hampir 24 tahun sejak reformasi. Jd kita harus buat lebih maju lagi dengan isu-isu dan tawaran-tawaran cerdas, lebih programatik, lebih berbobor, sehingga diskusinya lebih mencerahkan dan mencerdaskan,” ujar dia.

Budi Arie mendorong agar UI mampu memberikan sumbangsih dari pemikiran dan kemajuan, serta persatuan nasional. Dia optimis, ILUNI UI juga mampu menjadi sebuah kekuatan. Dia pun mengajak alumni UI untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah, terutama menjawab tantangan-tantangan menuju Indonesia 2045.

“Dengan kebersamaan dan persatuan kita, UI akan terus berjaya dan mewarnai perjalanan Indonesia di masa-masa depan,” pungkasnya (*) 

Categories
Berita

ILUNI UI Mulai Proses Pemilihan Ketua Umum Baru

Jakarta, 10 Mei 2022 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian mengumumkan, proses rangkaian pemilihan Ketua Umum ILUNI UI yang baru telah dimulai. Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI direncanakan akan berlangsung pada tanggal 27 – 28 Agustus 2022, bersamaan dengan penyelenggaraan Musyawarah Nasional IX ILUNI UI.

“Panitia pengarah dan pelaksana sudah terbentuk melalui surat ketetapan (SK) yang sudah diterbitkan. Saat ini panitia sudah menentukan tanggal pelaksanaan dan sedang bekerja menentukan tahapan pemilihan,” ungkap Andre melalui keterangan tertulisnya, Selasa (10/5).

Andre melanjutkan, pemilihan ketua umum secara langsung merupakan bagian dari tradisi demokrasi yang terus dipelihara dan dijaga oleh ILUNI UI. Pemilihan ini juga membawa pesan kebersamaan para alumni UI. Untuk itu, dia berharap siapapun calon-calon yang akan berkontestasi dalam pemilihan akan mengusung semangat kohesi ini.

“Kami berharap, kontestan melanjutkan kohesi kebangsaan yang digagas ILUNI dan jadi motor menyatukan kohesi kepada seluruh alumni. Semoga pemilihan nanti berjalan guyub dan siapapun yang terpilih adalah yang terbaik untuk memimpin ILUNI UI tiga tahun ke depan,” harap Andre.

Senada dengan Andre, Ketua Panitia Pengarah Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI dan Musyawarah Nasional IX ILUNI UI Prof. Dr. Agus Purwadianto juga mengajak seluruh alumni UI untuk bersiap-siap mengikuti proses pemilihan ketua umum. Agus yang juga Ketua Dewan Pertimbangan ILUNI UI saat ini berharap gelaran Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI untuk periode 2022 – 2025 dapat berjalan lancar dan meriah. Dia juga mengajak alumnus UI yang pemimpin, tokoh, fungsionaris organisasi, bahkan selebritis untuk berpartisipasi dalam pendaftaran calon ketua umum.

“Siapapun selama berkriteria alumni UI dan memenuhi persyaratan, silahkan maju sebagai calon ketua umum. Info selengkapnya akan diumumkan melalui media sosial ILUNI UI,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI Ketsia Ximena Sihotang mengungkapkan, pemilihan juga rencananya akan menggunakan aplikasi berjejaring sosial milik ILUNI UI bernama UI Connect. Pemilihan akan diadakan melalui aplikasi UI Connect dengan sistem one man one vote. Hal ini seperti yang telah dilaksanakan pada pemilihan langsung tahun 2019.

“Semua alumni yang terverifikasi melalui UI Connect bisa berpartisipasi, dari seluruh wilayah Indonesia dan juga di luar negeri. Untuk itu, bagi yang belum mendaftar bisa segera melakukan pendaftaran aplikasi UI Connect,” ajak Ketsia.

UI Connect adalah aplikasi berjejaring sosial dari ILUNI UI untuk para alumni UI, dengan BNI 46 sebagai mitra utama pengembangan aplikasi UI Connect. Sejak diluncurkan pada 2018, UI Connect telah memiliki 100 ribu lebih anggota yang terverifikasi. UI Connect dapat diunduh melalui Playstore atau Appstore, atau kunjungi bit.ly/uiconnect. (*)

Categories
Berita

ILUNI UI : Pengeroyokan Ade Armando Karena Masyarakat Terpolarisasi

Jakarta, 12 April 2022 – Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengecam segala bentuk tindak kekerasan dalam demo mahasiswa dan menyesalkan terjadinya pengeroyokan terhadap dosen sekaligus alumni UI Ade Armando serta meminta pihak berwajib mengusut tuntas para pelakunya.

“ILUNI UI mengecam segala bentuk kekerasan yang muncul setelah Aksi Mahasiswa oleh massa tidak dikenal pada 11 April serta menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa salah seorang dosen yang juga alumni UI Ade Armando,” tegas Andre melalui keterangan tertulis, Senin (11/4)

Andre berpendapat, seharusnya kebebasan berekspresi dilakukan dengan cara yang baik serta tidak boleh menghalalkan tindak kekerasan dan pengeroyokan dari pihak manapun. Apalagi, tujuan Ade Armando adalah untuk menyuarakan dukungannya terhadap perjuangan mahasiswa dengan cara yang damai. “Kedatangan beliau adalah bentuk ekspresi berpendapat yang seharusnya dilindungi undang-undang, apalagi dengan cara yang damai,” kata Andre.

Lebih jauh Andre mengatakan karena tindak kekerasan seperti pengeroyokan dan potensi kekerasan lainnya yang mungkin terjadi, semakin hari menunjukkan masyarakat Indonesia mudah terpolarisasi. Hal ini seiring keprihatinan masyarakat atas situasi pandemi, gejolak sosial dan harga-harga yang naik serta tensi politik yang meningkat menuju 2024. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah Kohesi Kebangsaaan, sehingga anak bangsa tidak mudah terpecah belah karena polarisasi yang semakin menajam,” kata Andre.

Gerakan Kohesi Kebangsaan merupakan gerakan yang diinisiasi Iluni UI telah bergulir sejak 28 Oktober 2021. Gerakan ini bertujuan untuk meredam ancaman polarisasi bahkan potensi disintegrasi yang semakin menajam, termasuk beredarnya ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di tengah situasi pandemi.

Andre juga berharap agar ruang demokrasi dapat senantiasa dilindungi dari tindakan-tindakan dan ancaman-ancaman yang akan menodai demokrasi. “ILUNI UI berkomitmen untuk menjaga ruang-ruang demokrasi, salah satunya melalui gerakan Kohesi Kebangsaan yang akan melibatkan banyak elemen masyarakat dan menghindari polarisasi politik di masyarakat yang harus bahu membahu menangani pandemi dan dampaknya” tegasnya.(*)

Categories
Berita Kegiatan

ILUNI UI Nilai Kasus Aktivis HAM Haris Azhar-Fatia Bukan Ranah Hukum

Jakarta, 10 April 2022 – Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Herzaky Mahendra Putra menilai, kasus yang melibatkan aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti tidak seharusnya dibawa ke ranah hukum. Perbedaan pandangan antara keduanya dan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan seharusnya bisa dijembatani dengan dialog terbuka.

“Ketika ada perbedaan katakanlah penyajian data hasil riset yang didasari argumen ilmiah, seharusnya didebat kembali dengan argumen-argumen ilmiah dan data terukur berdasarkan hasil riset lainnya. Jangan malah dipindahkan ruangnya dari diskusi ranah publik ke ranah hukum,” kata Herzaky dalam sambutannya di acara diskusi daring Forum Diskusi Salemba Policy Center ILUNI UI dengan tema ““Kasus Fatia Maulidiyanti-Haris Azhar: Kebebasan Intelektual Terancam?”, Minggu (10/4).

Herzaky berharap, ada solusi dan masukan bagi para pemangku kebijakan untuk memastikan iklim demokrasi terjaga tetap kondusif dan tidak semakin terdegradasi. Sudah seharusnya, hukum menjadi jalan terakhir dalam menjembatani perbedaan pendapat. “ILUNI UI memiliki komitmen kuat untuk menjaga agar kesehatan ruang publik tetap terjaga dengan terus memompakan oksigen berupa menyediakan ruang untuk berdialektika dan melakukan diskursus secara terukur,” kata dia.

Menambahkan Zaky, Ketua Policy Center ILUNI UI Mohammad Jibriel Avessina meminta agar nilai demokrasi perlu dijaga, salah satunya kebebasan intelektual ruang publik. Hasil riset selayaknya dijawab dengan riset, sehingga tercipta dialektika bernas. Dia mengingatkan, ranah kebebasan berpendapat di ruang publik patut mendapat sorotan.

“Saya juga mengingatkan berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis awal April lalu, 62,9 persen responden semakin takut menyampaikan pendapatnya. Ini menjadi catatan tebal yang perlu diperhatikan,” imbuhnya.

Akademisi STHI Jentera Asfinawati mengkritisi langkah yang ditempuh Luhut dalam mengambil jalur hukum. Menurutnya, kritisi yang dilayangkan kepada Luhut adalah sebagai pejabat publik. Sementara somasi adalah hak atas seorang individual. “Kritik yang dilakukan koalisi kepada Luhut, bukan hanya Haris dan Fatia, itu karena dia pejabat publik tapi kok bisa terlibat bisnis,” tukas dia.

Selain itu, Asfinawati juga menyoroti alasan somasi Kantor Staf Presiden (KSP) kepada Haris dan Fatia. Dalam somasi tersebut dinyatakan, kritik terhadap Luhut seharusnya disampaikan berdasarkan tata karma, kesantunan, kesopanan, etika, moral, dan adat istiadat.

“Pertanyaannya, ada nggak itu di instrumen hak asasi manusia? Kalau tidak ada, kok seorang pejabat publik bisa-bisanya melakukan pembodohan publik dengan mengungkapkan unsur-unsur yang tidak ada di dalam hukum?” cetusnya.

Sementara itu, berdasarkan penuturan Tim Advokasi Bersihkan Indonesia Julius Ibrani, perkembangan terkini kasus Haris Azhar dan Fatia hanya berhenti sampai penetapan sebagai tersangka. Dia juga melihat ada kejanggalan dalam proses setelah pemeriksaan sebagai tersangka. Haris Azhar dan Fatia baru dimintakan bukti-bukti, saksi-saksi, dan ahli-ahli yang ingin diajukan Haris dan Fatia.

Selain itu, menurut Julius, pertanyaan terhadap saksi hanya formalitas dan mengulang dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah diajukan. Kejanggalan lainnya, tidak ada skema yang diwajibkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dalam penerapan UU ITE.

“Dalam pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan dan dokumen-dokumen, tidak ada satu pun pertanyaan yang mengarah pada pemenuhan SKB tiga menteri. Baik menggali apakah ini bersifat akademik atau tidak, tujuannya untuk kepentingan publik atau tidak. Tidak dipertanyakan sampai ke sana,” terang Julius.

Terkait dengan langkah praperadilan, Julius masih mempertimbangkan berbagai macam langkah. Namun, dia juga akan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Perlu ada identifikasi apakah medan perangnya bersih atau sudah dipengaruhi banyak pihak mengingat mereka berhadapan dengan kekuasaan.

“Ketika prosedur tadi pun banyak dilanggar, yang lain juga diam. Artinya kalau banyak yang bersikap diam, banyak yang mendukung pelanggaran-pelanggaran itu. Jangan-jangan jika mengajukan praperadilan, hal demikian juga terjadi,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) Damar Juniarto mengingatkan, ada ancaman nyata dari UU ITE terhadap para intelektual atau orang-orang pintar. Dia mengatakan, ada banyak kasus laporan terhadap orang-orang pintar yang memberikan kritik baik kepada internal kampus atau yang terjadi di masyarakat. Mereka dikenakan pasal-pasal yang dianggap bermasalah seperti pemidanaan defamasi, pencemaran nama baik, atau ujaran kebencian.

“Ruang-ruang akademik yang mulia dan harusnya bisa diemban para orang-orang pintar, menjadi sebuah ruang yang tidak bersih dari represi,” tutur Damar.

Permasalahan yang lebih penting dan perlu dikhawatirkan, menurut Damar lagi, adalah kembalinya otoritarianisme, serta kebangkitan otoritarianisme digital.

“Jangan sampai apa yang sudah kita upayakan dua dekade lalu jadi mundur dan mengarah pada kebangkitan otoritarianisme,” pungkasnya. (*)

Categories
Berita Kegiatan

Menteri Sri Mulyani Bagikan Kunci Resiliensi di Acara Future Star Corps

Jakarta, 9 April 2022 – Berbagai tantangan, hambatan, dan bahkan kegagalan pasti dihadapi dalam jalan menuju impian. Salah satu kunci mengatasinya adalah dengan membentuk resiliensi yang dimulai dari formasi awal kehidupan seseorang.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani saat membagikan pengalamannya dalam sesi Webinar Program Mentoring Future Star Corps bertajuk “Fall Seven, Rise Eight: Membangun Ketangguhan Mental Agar Konsisten Berprestasi” yang digelar Almamater Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Zoom, Sabtu (9/4/2022).

Dalam sesi Mentoring Future Star Corps, Sri Mulyani bercerita, dukungan keluarga menjadi modal penting yang membentuk pola pikirnya saat ini.

“Di sekolah kita kompetitif. Kakak saya juara, tapi saya dari SD tidak pernah juara kelas. Pada saat itu saya mungkin bisa jadi orang paling minder. Orang tua saya sangat memahami anak yang belum juara itu bukan anak yang gagal. Itu masa-masa kritikal dalam formasi kita. Jadi saya tetap merasa oke-oke aja meski nggak juara kelas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menerangkan, sikap pertama dalam menghadapi kegagalan menjadi sangat penting. Merasa kecewa dan sedih itu wajar. Namun, jangan sampai menyiksa diri dengan berlarut-larut dan membodoh-bodohi diri sendiri.

Menurutnya lagi, dalam hidup ada hal-hal yang bisa kita kontrol dan ada yang tak bisa kita kontrol. “Kalau bisa dikontrol, kita berbuat yang terbaik, mikir, minta advice sama orang lain,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun berkata, ada kalanya kegagalan menjadi suatu keberkahan. “Kadang kegagalan itu menjadi blessing. Perspektif memberikan wisdom. Yang tadinya kita anggap gagal, memalukan, ternyata itu adalah jalan keluar,” ucapnya.

Profesional Coach, Co-Founder Kubik Coaching Ferlita Sari menjelaskan, untuk dapat bangkit dari keterpurukan harus menyadari bahwa kegagalan bisa dialami siapa saja.  Ada tiga cara pandang tidak sehat yang membuat kita jadi sulit untuk bangkit. Pertama bagaimana kita memandang diri kita, kedua bagaimana memandang orang lain, ketiga bagaimana memandang dunia.


Dia pun membagikan empat pola pikir yang dimiliki oleh orang yang memiliki resiliensi. Menurut Ferlita, orang yang memiliki resiliensi meyakini kesulitan bisa menimpa siapa saja. Selain itu, mereka juga meyakini, di dunia tidak ada yang abadi, termasuk kegagalan dan kesulitan hidup. Mereka juga fokus pada apa saja yang bisa diubah. Lalu, mereka percaya bahwa dukungan selalu ada. Jika tidak melalui keluarga, ada teman, atau bahkan bisa mencari melalui dukungan profesional.

“Modal resilient sudah diberikan Tuhan kepada kita. Pada saat masih kecil, jatuh ya bangun lagi, nggak ada masalah. Jatuh dua kali, bangun tiga kali. Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali,” tutur Ferlita. 

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, generasi muda sebagai pemimpin bangsa pada 2045 harus memiliki resiliensi. Hal ini disebabkan begitu banyaknya tantangan yang dihadapi dengan adanya kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) akibat pandemi.

Untuk itu, sebagai bagian dari kaderisasi Almamater Center ILUNI UI, Future Star Corps kembali diadakan. Future Star Corps merupakan program seminar, coaching, dan mentoring yang dilaksanakan oleh Departemen Alumni Mentorship di bawah Almamater Center ILUNI UI untuk mahasiswa tingkat akhir dan alumni muda. Kegiatan ini menurut Andre juga menjadi upaya untuk membangun semangat mentorship dan dialog dari alumni muda dan senior.

“FSC ini memberi soft skill karena kita melihat EQ menjadi sangat penting. Emosional, ketangguhan, dan ketahanan mental jadi berperan dalam menentukan sukses atau tidak dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” ujarnya.

Menambahkan Andre, Ketua Departemen Alumni Mentorship Almamater Center Hesti Nur Lestari menjelaskan, tema resiliensi dipilih dalam kegiatan kali ini karena sejalan dengan adanya peringatan Hari Kartini. Sosok Kartini dipandang sebagai sosok yang memiliki semangat untuk bangkit kembali walau menghadapi tantangan, serta selalu melihat peluang yang ada untuk meraih impian.

“Ini tahun terakhir FSC di tahun ketiga ILUNI. Kita ingin meninggalkan kesan bahwa berjuang meraih impian itu banyak hambatannya. Tapi yang penting bagaimana kita konsisten menghadapi setiap tantangan. Kalau jatuh bangkit lagi, kalau jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali,” tutupnya.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan juga kegiatan coaching bersama para fasilitator dan coach dari Tribe Points of You Indonesia. Pada sesi coaching intensif selama dua jam, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi diri lebih dalam dan menemukan  insight yang dapat membangun semangat diri. (*)

Categories
Berita

ILUNI UI Dorong Alumni UI di Lembaga Legislatif Bersama Cegah Polarisasi

Jakarta, 6 April 2022 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian mendorong alumni UI di lembaga legislatif untuk bersama-sama mencegah polarisasi di masyarakat. Andre menilai, hari ini masyarakat mudah terpolarisasi, apalagi di tengah situasi pandemi dan menuju 2024.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kunjungan pengurus ILUNI UI ke Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani dan Anggota DPR RI Eddy Soeparno bertempat di Gedung MPR RI, Jakarta (6/4/2022). Hadir pula dalam pertemuan, Ketua ILUNI UI Herzaky Mahendra Putra dan Ketua Policy Center ILUNI UI M. Jibriel Avessina.

“Kebutuhan yang dilihat sekarang menuju 2024. Adanya pandemi dan revolusi industri 4.0 membuat masyarakat mudah terpecah,” kata Andre.

Andre menjelaskan, gerakan Kohesi Kebangsaan merupakan gerakan yang telah bergulir sejak 28 Oktober 2021. Gerakan ini bertujuan untuk meredam ancaman polarisasi yang semakin menajam, termasuk beredarnya ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di tengah situasi pandemi.

“Banyak penggunakan digital sehingga terpolarisasi. Makanya kohesi ini harus dikenal orang dan forum yang pas di MPR. Karena orang paling gampang sekarang membahas persepsi,” ucap Andre.

Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mendukung inisiasi kolaborasi kegiatan antara ILUNI UI dan MPR RI. Dia pun menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kolaborasi tersebut.

Dalam pertemuan terpisah, Anggota DPR RI dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengakui bahaya polarisasi bagi bangsa ini jika dibiarkan terus mengakar dan meyakini polarisasi akan kembali terjadi di 2024. Karena itu, Eddy berharap perlunya upaya sedini mungkin untuk mencegahnya.. Eddy percaya, ILUNI UI bisa menjadi salah satu motor dalam upaya mencegah polarisasi, dengan mempromosikan gagasan kohesi kebangsaan secara aktif.

Sementara itu, Ketua ILUNI UI Herzaky Mahendra Putra menekankan pentingnya kolaborasi bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan merawat kohesi kebangsaan, termasuk alumni UI di parlemen. Ruang publik semakin banyak dipenuhi narasi-narasi yang memecah belah. Dan, tugas kita semua untuk memastikan narasi-narasi memecah belah ini tidak mendominasi percakapan publik. Salah satu caranya adalah memenuhi ruang publik dengan diskursus-diskursus positif. Gerakan Kohesi Kebangsaan ini merupakan wujud nyata dari upaya mengedukasi publik untuk mengedepankan kebersamaan di tengah perbedaan, bukannya terpengaruh upaya-upaya polarisasi.

Menambahkan Herzaky, Ketua Policy Center ILUNI UI M. Jibriel Avessina mengatakan, ILUNI UI melalui Policy Center telah berkomitmen untuk mengisi ruang demokrasi dengan kegiatan positif. “Kami telah secara aktif membuka ruang diskusi dari berbagai kalangan untuk sama-sama mencari solusi atas permasalahan bangsa yang ada. Untuk itu, kami meminta kesediaan Bang Eddy bersama-sama memperjuangkan gagasan kohesi kebangsaan ini,” ajak Jibriel. (*)

Categories
Berita Kegiatan

Epidemiolog UI: Varian Baru Meledak karena Surveilans Berjalan Kurang Baik

Jakarta, 29 November 2021 – Epidemiolog UI Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc. mengungkapkan, varian baru COVID-19 meledak di Indonesia karena surveilans berjalan kurang baik.  Berdasarkan laporannya, perkembangan kasus di Indonesia pada Januari mencapai 18 ribu, pada Juli kasus tertinggi mencapai 54 ribu, sedangkan kasus kumulatif hari ini 4.255.000 dengan kasus harian 264.

“Kalau lihat laporannya, sebenarnya surveilans kita itu antara baik dan tidak.  Menurut saya kurang baik dalam melaporkan kasus hariannya dengan benar,” papar dr. Miko dalam sesi diskusi daring Forum Diskusi Salemba dengan tema “Kesiapan Indonesia dalam Mencegah Potensi Gelombang Ketiga COVID-19”, Senin (29/11)

Berdasarkan pemaparan dr. Miko, kasus kumulatif Indonesia menempati posisi 14 di seluruh dunia dengan 4 juta kasus. Sedangkan angka kematian berada di posisi 7 secara global. Hal ini menunjukkan ada ketimpangan antara kasus aktif dan angka kematian. Selanjutnya, menurut dr. Miko ada bias reporting dalam laporan angka kasus di Indonesia karena surveilors dan survei selalu memberikan angka yang berbeda. Di Bali ada 54 kali lebih besar, sedangkan di Jawa Barat dinyatakan ada perbedaan data sebesar 5.000 kasus yang tidak dilaporkan, sementara di Jawa Tengah ada 6.000 kasus. “Hati-hati terhadap bias reporting ini. Indonesia bisa menyimpannya tapi bahaya besar akan mengancam,” kata dia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam sambutannya menilai pemerintah telah berupaya untuk mencegah berkembangnya varian Omicron di Indonesia. Meski begitu, Andre meminta agar upaya ini terus dijaga terutama dalam menghadapi Nataru. Apalagi setelah ada prediksi dari Satgas adanya peningkatan kasus akibat varian baru.

“Ada yang bilang varian Omicron ini lebih lemah dari varian sebelumnya, tapi kita juga tidak bisa mengambil risiko. Meski begitu, kita juga tidak bisa mengesampingkan kebutuhan masyarakat bersosialisasi dan melaksanakan kegiatan ekonomi,” ucap Andre.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D. menyampaikan, vaksinasi, protokol kesehatan, dan menjaga mobilitas penting dalam menghadapi potensi gelombang yang akan datang, Pemerintah pun harus meningkatkan kemampuan daerah dengan 5S dan 1 T yakni strategi, struktur, sistem, skill, speed, dan target. “Salah satu contoh adanya isolasi terpusat. Kalau tidak ada isolasi terpusat pada saat lonjakan kedua kemarin, pasti korbannya jauh lebih banyak lagi karena antrean sudah sampai di lapangan parkir berbagai rumah sakit,” jelas Prof. Wiku.

Lebih lanjut, Prof. Wiku memaparkan, Indonesia punya kebijakan berlapis. Salah satunya, dengan adanya skrining dan karantina untuk pelaku perjalanan internasional untuk mencegah masuknya varian baru ke Indonesia. Prof. Wiku juga menjelaskan, dalam pelaksanaan PPKM level 3 sesuai Inmendagri No.62 Tahun 2021 dipastikan fasilitas publik betul-betul terkendali, serta tidak menimbulkan mobilitas berlebihan. “Untuk itu, kolaborasi pentahelix betul-betul dilakukan. Seluruh elemen bekerja, tidak hanya pemerintah dan nakes,” tambah dia.

Inisiator  PandemicTalks  Mutiara Anissa  juga mengingatkan,  saat ini adalah waktu yang sangat krusial. Minggu-minggu ke depan menurutnya jadi penentu apakah varian baru akan masuk dan apakah ada potensi gelombang ketiga terbentuk. Bukan hanya karena libur Nataru, tapi juga adanya varian Omicron. Dia juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat jangan jumawa meski sudah mendapatkan vaksinasi karena itu bukan satu-satunya yang mencegah penyebaran COVID-19.  Menurutnya, tracing di Indonesia sangat perlu digenjot dan diperbaiki. ”PandemicTalks akan menoba mengupdate setiap harinya tentang varian Omnicron. Sekarang seluruh dunia sedang meneliti dan melacak dengan baik varian tersebut, maka informasinya cepat berganti bisa diralat, dihapus, dan sebagainya,” tutur dia.

Pembatasan perjalanan dari dan keluar negeri, menurutnya, bisa jadi first line of defense. Pembatasan ini juga perlu didukung surveilans genomic sebagai satu-satunya cara menemukan varian Omnicron.  Surveilans ini juga harus ditingkatkan dengan melakukan surveilans dalam negeri untuk melihat transimisi lokal secara acak. Masyarakat juga perlu untuk selalu diingatkan untuk menjaga protokol kesehatan. Selain itu, Mutiara juga mendukung adanya pembatasan sosial berupa PPKM level 3.

“Tidak hanya memberi batasan, paling tidak secara psikologis masyarakat jadi sadar bahwa tidak boleh terlalu euforia. Salah satu poin edukasi yang perlu diingatkan ke publik adalah COVID-19 itu penyakit komunal di mana perilaku kita masing-masing memiliki pengaruh ke komunitas,” tegas Mutiara. 

Dalam mengantisipasi adanya ancaman gelombang ketiga COVID-19, Ketua Policy Center M. Jibriel Avessina turut mengingatkan agar masyarakat memantau update dan strategi antisipasi dari pemerintah. Jibriel juga menekankan pentingnya best case dan worst case dalam menghadapi varian baru Omnicron dari pemerintah. “Tentu saja kita berharap pada kegiatan ke depan, ada proses-prosesnya sehingga perlindungan kesehatan dan gerak ekonomi bisa berjalan seimbang. Tentu ada perbedaan dari kondisi lalu sebelum vaksinasi, sekarang sudah ada. tapi juga ada hal-hal yang harus dijaga bersama,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Ekonom UI sekaligus Ketua ILUNI UI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, secara ekonomi, kesiapan Indonesia dipandang cukup solid dalam konteks kesiapan menghadapi ancaman gelombang ketiga.  Meski begitu, saat ini masyarakat dinilai dalam kondisi tertekan. Salah satunya karena adanya pembatasan sosial yang menyebabkan tekanan ekonomi.

Akan tetapi, menurut Fithra masyarakat masih lebih optimis melihat ekonomi ke depan. Saat ini COVID-19 dipandang bukan jadi faktor yang menakutkan bagi masyarakat. Walaupun demikian, Fithra juga mengingatkan agar jangan sampai optimisme ini mengintai bahaya kesehatan. “Harapannya ketika pemerintah melakukan prioritas-prioritas bagaimana faktor kesehatan dipulihkan, vaksinasi didorong, diseminasi memadai terhadap bahaya COVID-19 bisa jadi faktor pendorong ekonomi ke depan,” jelasnya. (*)