Praktisi Berbagi Kunci Sukses Karier di Seminar Life After Campus

Depok, 14 Desember 2019  ̶  Generasi milenial adalah generasi yang menyukai tantangan dan perubahan dalam meniti kariernya. Berdasarkan penelitian dari lembaga studi Gallup, sebanyak 87% responden yang merupakan generasi milenial menyatakan sangat menghargai kesempatan pengembangan karier yang ditawarkan pekerjaannya. Hal ini disebabkan generasi milenial memiliki kreativitas dan daya saing yang tinggi. Dalam mengembangkan karier, tentunya dibutuhkan pengembangan diri, terutama dari segi soft skill. Praktisi di dunia Human Resources (HR), Rendhy Arya, membagikan kunci bagi generasi milenial dalam meraih kesuksesan di dunia karier dalam sebuah seminar bertajuk Life After Campus yang diselenggarakan Alumni Mentorship Departement dari Almamater Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Dalam penjelasannya ia menyatakan bahwa setidaknya ada tiga soft skill yang penting untuk dimiliki generasi milenial.

“Ada tiga skills yang harus dikembangkan para generasi milenial untuk menghadapi persaingan di dunia karier saat ini, yakni agility, growth mindset, dan collaboration,” jelas Rendhy. Kunci yang pertama adalah Agility yang merupakan kelincahan seseorang dalam menangkap perubahan dan kemampuan dalam beradaptasi. Rendhy menuturkan bahwa seseorang memerlukan kelincahan dalam memenuhi tuntutan industri yang ia jalani. Kunci kedua adalah growth mindset, yakni kemampuan untuk tumbuh dan berkembang. Rendhy pun menjelaskan fenomena pertumbuhan pesat pada startup.  “Kenapa perusahaan startup berkembang pesat? Karena start up isinya anak-anak baru yang belum punya pengalaman yang mau terus belajar,” ujarnya. Kunci ketiga adalah kolaborasi. Rendhy menjelaskan, “Kita selaku manusia punya kelemahan, sehingga perlu ditutupi dengan kelebihan orang lain. Makanya, penting bagi kita untuk berkolaborasi,” imbuhnya.

Founder Setipe.com, Razi Thalib, juga berbagi kunci kesuksesan yang perlu dimiliki oleh para generasi milenial. Ia menyatakan bahwa memiliki mentor yang membimbing dalam meniti karier merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Razi menyatakan, “Tujuan mencari mentor adalah untuk menghindari kesalahan. Kalau bisa, kalian melakukan kesalahan-kesalahan baru, bukan  mengulang kesalahan orang lain,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pada kesempatan tersebut, ILUNI UI memperkenalkan sebuah program yang akan membantu para alumni dan juga mahasiswa dalam memaksimalkan potensi diri. Sebagai sebuah ikatan alumni, ILUNI UI tak hanya ingin memberikan program-program yang mempersatukan alumni, namun juga memberi nilai tambah bagi para alumninya, termasuk berkontribusi bagi para mahasiswa.

Ketua Umum ILUNI UI, Andre Rahadian menjelaskan, “Almamater center bertugas untuk berkontribusi untuk almamater. Program Life After Campus memang ditujukan untuk alumni muda dan mahasiswa. Dengan shifting dan berubahnya industri, kurikulum yang ada membuat link and match tidak tercapai, sehingga hari ini dibentuk Future Stars Corps. Diharapkan mahasiswa dan alumni UI punya core competence yang dibutuhkan,” tutur Andre.

Lebih jauh lagi, Ketua Almamater Center, M. Try Sutrisno Gaus atau akrab disapa Tino Gaus berujar, “Almamater Center ingin dapat memberikan pendampingan kepada para alumni muda UI dan juga mahasiswa UI yang merupakan aset bernilai bangsa yang perlu dikembangkan potensi diri mereka, terutama pengembangan soft skill. Ke depannya akan ada rangkaian program pendampingan untuk para mahasiswa dan alumni muda,” jelas Tino. Ia pun menambahkan, “Find your passion, find your mentor community, itu pesan yang ingin kita sampaikan juga melalui kegiatan Life After Campus dan program-program mentorship yang akan kita lakukan ke depan,” tutupnya. (*)

 

 

Narahubung:

Sekretariat ILUNI UI Communication Officer Devi +62 811-98-43210