ILUNI UI Berikan Pelatihan Finansial untuk Paguyuban Posbindu Depok

Depok, 18 Desember 2019  ̶ Setiap orang memiliki tujuan keuangan berbeda-beda dalam hidupnya, tak terkecuali para Ibu Rumah Tangga. Sebagai pengelola keuangan keluarga, tak jarang para Ibu mengeluhkan sulitnya mengatur keuangan karena minimnya perencanaan sehingga para ibu sulit mencapai berbagai tujuan keuangan. Agar dapat mencapai berbagai tujuan keuangan, diperlukan cara mengatur keuangan efektif yang harus dikuasai para ibu rumah tangga. Oleh karena itu, Community Development ILUNI UI mengangkat isu ini melalui pelatihan berjudul #SobatMisqueenNoMore dengan tema “Cerdas Mengelola Keuangan UMKM”. Pakar perencanaan keuangan, Kokko Cattaka, yang juga merupakan founder DoitSmart.id sebuah perusahaan rintisan konsultasi perencanaan keuangan, asuransi, investasi dan perencanaan waris, mengatakan untuk dapat menentukan tujuan keuangan, diperlukan lima hal.

Pada seminar tersebut, Kokko menyatakan, “Buat tujuan keuangan yang Spesifik, bisa diukur, kapan mendapatkannya, dan harus sesuatu yang masuk akal serta jelas jangka waktu pencapaiannya,” jelasnya. Kelima poin tersebut disingkat menjadi S.M.A.R.T. Poin yang pertama adalah Spesific yakni menentukan tujuan keuangan secara spesifik. Setelah itu, pastikan tujuan tersebut dapat diukur alias Measurable. Poin selanjutnya adalah Achievable, yaitu tujuan yang dapat dicapai dengan kemampuan sendiri. Selain itu, tujuan harus sesuai dengan kondisi diri sendiri atau Relevant. Poin terakhir adalah Timely, buat kalendar untuk tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Salah satu kendala dalam membuat anggaran untuk mencapai tujuan keuangan adalah kerap kali Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan dalam mengendalikan pengeluaran, sehingga yang terjadi adalah meski anggaran sudah disusun, tetap mengalami defisit keuangan. Menyikapi hal tersebut, Perencana keuangan yang mendapatkan Certified Financial Planning (CFP®) oleh FPSB Indonesia tersebut menekankan pentingnya disiplin dan niat yang kuat dalam mengelola keuangan. Jika berkaitan dengan pencatatan keuangan bagi mereka yang menekuni bidang usaha, harus disiplin dalam memisahkan antara modal dan operasional sehari-hari. Kokko juga menekankan, bahwa pengeluaran bukan untuk dihindari, hanya saja harus dikelola dengan baik.

Ia memaparkan, “Kalau misalnya pemasukan lebih besar dari pengeluaran, tentunya menjadi surplus yangmana bisa mendatangkan aset. Surplusnya jangan dijajanin, ingat kita punya tujuan keuangan. Surplusnya diinvestasikan kembali, kalau bisa dibelikan aset,” tukas Kokko.

Lebih jauh lagi, Kokko menekankan pentingnya untuk menunda dalam membelanjakan uang untuk kenikmatan duniawi, dan mempergunakan surplus keuangan untuk hal-hal yang berguna bagi masa depan keluarga. “Bisa dibelikan emas, atau disimpan di tabungan deposito. Kita harus memikirkan pos pengeluaran masa depan, misalnya buat pergi haji, pendidikan anak sampai perguruan tinggi, dan banyak lagi. Kita harus menyiapkan dari sekarang, jangan sampai kita sengsara di masa depan,” imbaunya. Lebih jauh lagi, ia menyarankan para Ibu untuk rajin berinvestasi, salah satunya melalui reksadana. “Tabungan atau rekening di bank bukan alat investasi, melainkan untuk mempermudah transaksi sehari-hari. Kalau mau berinvestasi bisa nabung dengan mudah di reksadana mulai dari 10 ribu saja. Untuk pemula setidaknya bisa coba investasi reksadana, karena dikelola manajer investasi yang handal,” tukas Kokko. Ia menambahkan, “Dari OJK pun menggalakkan gerakan ‘Yuk Nabung Saham atau Reksadana’, itu salah satu yang harus kita dukung”.

Sementara itu, dalam sambutannya di acara #SobatMisqueenNoMore, Indri Juwono selaku Ketua Community Development Center ILUNI UI menyatakan keinginan Community Development untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Perempuan memiliki potensi yang harus dikembangkan, maka hari ini Comdev bekerja sama dengan ibu-ibu dari Paguyuban Posbindu untuk memberikan pelatihan keuangan dari Kokko Cattaka,” ungkapnya. Indri pun mengutarakan komitmennya terkait dengan kegiatan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari cluster sosial dan filantropis dari Community Development. “Comdev ILUNI UI ingin saling mengisi, saling memberi ilmu. Di sini kita sama-sama bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tutur Indri.

Rangkaian program #SobatMisqueenNoMore merupakan program pelatihan dari Community Development ILUNI UI kepada Ibu Rumah Tangga dari komunitas terpilih dalam jangkauan ILUNI UI (atau atas rekomendasi dinas terkait). Proyek perdana kali ini merupakan kegiatan pemberdayaan ekonomi untuk Ibu Rumah Tangga melalui pelatihan keuangan dengan peserta Ibu-Ibu dari Paguyuban Posbindu. Selain pelatihan keuangan, pada proyek perdana kali ini juga diisi dengan manajemen stress yang diisi oleh Maya Sita Darlina. Program #SobatMisqueenNoMore direncanakan untuk terus mengembangkan sayapnya hingga ke pelosok negeri selama tiga tahun kepengurusan ILUNI UI 2019-2022. (*)

Narahubung:

Sekretariat ILUNI UI Communication Officer Devi +62 811-98-43210