Loader

Gali Local Wisdom Kuliner Jambi, ILUNI UI Kembali Gelar Festival Kuliner Nusantara

Gali Local Wisdom Kuliner Jambi, ILUNI UI Kembali Gelar Festival Kuliner Nusantara

Jambi, 27 Maret 2021 – Kuliner nusantara memiliki kekuatan untuk menyentuh dan merangkul keberagaman, tanpa membeda-bedakan. Untuk menggali kebajikan lokal (local wisdom) dari karya tradisi kuliner leluhur di Jambi, Lembaga Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggelar Festival Kuliner Nusantara Jambi berkolaborasi dengan ILUNI UI Wilayah Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Aston Hotel Jambi, serta pelaku bisnis kuliner Jambi. Kegiatan ini merupakan seri kedua dari total sepuluh kegiatan yang akan diadakan di berbagai kota di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hadir secara virtual menyampaikan harapan dan dukungan atas pelaksanaan Festival Kuliner Nusantara Jambi sebagai bagian dari kenormalan baru. Dia juga berharap, acara ini mampu membangkitkan ekonomi kreatif, memupuk semangat, dan menjadi peluang usaha untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.  “Kami mendukung pariwisata Jambi karena Jambi punya situs-situs tertua di nusantara seperti Gunung Kerinci, dan kulinernya. Rencananya program ini akan dikemas dalam paket nature dan culture,” sebut Sandiaga dalam sambutannya, Sabtu (27/3).

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga menekankan pentingnya kuliner Jambi menjadi tuan rumah di dalam Jambi. Dia juga menantikan kunjungan ke Jambi dan mengajak masyarakat untuk datang ke Provinsi Jambi. “Ayo datang ke Jambi! Kota Jambi elok nian! Kuliner Jambi enak nian!”

Ketua Harian Lembaga Kebangsaan ILUNI UI Gatot Priyo Utomo mengatakan, seri kedua ini dihelat dengan maksud dan tujuan untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di Sivitas Akademika UI dan masyarakat umum. “Melalui kuliner, kita belajar keberagaman unsur tidak menjadikan tercerai-berai. Kuliner nusantara yang beragam cermin peradaban maju yang dibangun dari trial dan error, sehingga menghasilkan kearifan dan kebajikan,” jelas Gatot.

Keelokan Tradisi Kuliner Jambi yang Enak Nian

Kuliner memang menyimpan rangkaian sejarah tentang manusia, tempat, dan cerita kerja keras menghasilkannya. Hal tersebut juga tercermin dalam pembuatan gulai terjun. Makanan ini merupakan makanan khas Jambi yang terbuat dari daging sapi atau kerbau. Kerbau biasa dipotong masyarakat di pedesaan Jambi yang mengadakan pesta.

Gulai terjun dimasak dengan bumbu-bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, lengkuas, daun jeruk, kapulaga, batang sereh, dan utamanya cabai merah. Tak lupa, ditambah umbut kelapa sawit yang sudah dipotong-potong. Gulai terjun memiliki cita rasa yang lebih manis. Ada yang unik dari gulai terjun yakni cara memasaknya yang langsung dimasukkan semua bahan dan bumbu sekaligus karena itu dinamakan “terjun”. Sementara itu, gulai tepek juga merupakan kuliner khas Jambi. Terbuat dari ikan giling, keunikan gulai tepek terletak pada penggunaan tepung tapioka. Kemudian dikukus supaya bisa dibentuik dan dipipihkan, lalu dipotong-potong sesuai selera.

Wakil Walikota Jambi sekaligus Ketua ILUNI UI Wilayah Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM. mengatakan kuliner Jambi memiliki filosofi luar biasa. Misalnya, kue padamaran yang terbuat dari beras. Tampilannya sederhana, namun semakin digali, rasanya semakin manis. Selain itu, kuliner Jambi dikenal baik, sehat, dan halal. “Seperti gulai terjun, semua bahan yang digunakan bahan yang halal menurut Islam. Tepek juga mayoritas dari ikan. Ikan adalah bahan yang ditemukan dalam keadaan mati pun tetap halal. Oleh karena itu, kuliner khas Jambi bisa dinikmati masyarakat di luar jambi,” pungkasnya. Lebih lanjut, dia berharap event ini akan memberikan daya ungkit terhadap pemulihan ekonomi masyarakat Jambi di masa pandemi, melalui  kebangkitan pariwisata dan kuliner legendaris Jambi.

Sementara itu, pelaku bisnis kuliner Jambi Hj. Erni memaparkan kuliner Jambi memiliki potensi yang tidak kalah dengan kuliner dari daerah lainnya. Ada empat masakan Jambi asli yang menjadi menu andalannya yakni gulai terjun, goreng ancur, sambal pirik ikan, dan satu ciptaan sendiri yaitu tempoyak buluh. Dia berharap, kehadiran acara seperti Festival Kuliner Nusantara ini mampu lebih memperkenalkan beragam kuliner Jambi kepada masyarakat luas. “Kuliner Jambi rasanya tidak kalah dari masakan lainnya Jika anda ingin belajar memasak khas kuliner Jambi, harus siap untuk memberikan resepnya,” ungkapnya. (*)

No Comments

Post A Comment

Whatsapp
1
Apakah anda butuh bantuan?
Hallo,
Apa yang dapat kami bantu?