Categories
Almamater Center Program

Life After Campus

Life After Campus merupakan program yang diperuntukkan bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni UI yang baru lulus dari dunia akademis. Program ini berupa kegiatan seminar dengan tujuan untuk mengenalkan gambaran dan wawasan mengenai dunia kerja profesional yang akan mereka masuki serta memberikan pemahaman tentang pentingnya continous life-long personal dan professional development untuk mendukung keberhasilan dalam dunia kerja. Seminar Life After Campus akan diisi oleh para alumni UI yang sudah memiliki track record di dunia kerja profesional. Kegiatan ini juga merupakan titik awal dari rangkaian program Future Star Corps yang merupakan rangkaian program coaching dan mentoring.

Categories
Iluni 4.0 Program

ILUNI UI 4.0: PANDUAN MEMBUAT PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Per tanggal 13 Desember 2020, total kasus Covid-19 di Indonesia berada di angka 612+ ribu. Sementara itu, sebanyak 501+ ribu pasien dinyatakan sembuh dan 18.653 nyawa dinyatakan meninggal dunia.

Pada masa awal pandemi covid-19, kelumpuhan aktifitas membuat manusia untuk mengalihkan kegiatannya yang selama ini berada di ruang fisik dan terjadi dalam bentuk tatap muka, dialihkan menuju ruang virtual dan membutuhkan berbagai perangkat lunak guna menunjang aktifitas tersebut. Diantara aktifitas yang beralih menuju ruang virtual tersebut diantaranya: belajar, ibadah, olahraga, bekerja, bermain, konser musik, pameran seni, dan sebagainya.

Terkhusus dalam bidang pendidikan, hingga saat ini pemerintah Indonesia melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia masih menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna mencegah virus SARS-CoV-2 semakin meluas. Artinya, pelajar atau mahasiswa dalam aktifitas belajar-mengajar dilakukan secara daring dari rumah masing-masing, dengan memanfaatkan berbagai platform video conference sebagai perangkat tatap muka, seperti ZOOM, Google Meet, Microsoft Teams, dan sebagainya.

Tentunya tidak mudah dalam menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh ini, sebab ada semacam culture shock dalam hal teknologi. Pembelajaran secara konvensional selama ini dilakukan secara tatap muka dan guru/dosen hanya perlu menyiapkan slide presentasi saja. Namun, kondisi saat ini tidak memungkinkan dilaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Hal ini menuntut pendidik dengan cepat beradaptasi dengan teknologi agar pembelajaran bisa dilaksanakan sebagaimana mestinya.

e-learning-google_form_032020a
Sumber: LPMP Lampung

Lalu, bagaimana panduan membuat pembelajaran jarak jauh? Sebenarnya cukup mudah, sebab pendidik bisa memanfaatkan berbagai platform guna mendukung pembelajaran jarak jauh. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, ZOOM merupakan salah satu platform yang umum digunakan sebagai media pembelajaran jarak jauh. Telah banyak artikel yang membahas bagaimana cara pembelajaran jarak jauh ini, salah satunya yaitu oleh Pahamify. Berikut artikel yang ditulis oleh Pahamify mengenai tata cara pembelajaran jarak jauh melalui ZOOM. .

Tutorial Pembelajaran Menggunakan ZOOM.

Tulisan lainnya mengenai panduan membuat pembelajaran jarak jauh. 

Pemanfaatan Google Classroom Untuk Pembelajaran Online.
Membuat Kelas Virtual dengan Microsoft Teams.

Menyiapkan Meet untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Sebenarnya, hal yang perlu diperhatikan dalam panduan pembelajaran jarak jauh ini adalah isi dari pembelajaran itu sendiri; bagaimana seorang pendidik mendesain dan mengimplementasikan kurikulum yang telah dirancang lalu kemudian di bawa menuju ruang daring. Berdasarkan panduan pembelajaran jarak jauh yang dikeluarkan oleh Direktorat Jendral Guru Dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020, terdapat tiga tuas utama pendidik terkait hal tersebut, seperti: 1. Apa (isi atau konten), 2. Siapa (profil belajar, kondisi dan kebutuhan saat ini), dan 3. Bagaimana (desain dan implementasi pembelajaran). 

Pertama, apa materi yang harus diajarkan. Pada poin ini, pendidik berkoordinasi dengan tenaga pendidik lainnya yang terdapat dalam hirarki institusi. Misalnya, guru berkoordinasi dengan kepala sekolah atau dosen berkoordinasi dengan ketua prodi. Selaraskan mengenai materi atau konten yang paling tepat untuk diajarkan kepada siswa atau mahasiswa. Tidak lupa pula pendidik melakukan komunikasi dengan sesama tenaga pendidik untuk berbagai pengalaman dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi. 

Kedua, siapa, merujuk pada profil pembelajaran, kondisi dan kebutuhan siswa. Pendidik memiliki pemahaman yang mendalam mengenai muridnya dan bagaimana ia belajar, hal ini akan sangat membantu tenaga pendidik guna merancang pengalaman belajar jarak jauh yang lebih baik. 

Terakhir, bagaimana desain dan implementasi pembelajaran jarak jauh. Tenaga pendidik menyusun struktur pembelajaran jarak jauh yang bergantung pada apa yang diajarkan, siapa yang diajarkan, kemampuan pribadi dan sumber daya yang tersedia. 

Bagaimanapun, pembelajaran jarak jauh memang membutuhkan adaptasi terutama bagi tenaga pendidik yang kurang akrab dengan perkembangan teknologi. Adapun masalah lain yang sering muncul biasanya perihal koneksi internet yang suatu waktu tidak bersahabat. Namun, lain pula masalahnya bila dibandingkan dengan pembelajaran jarak jauh pada daerah 3T Indonesia. Akses internet yang belum memadai maupun sarana-prasarana lainnya yang tidak mendukung pembelajaran jarak jauh, menjadi persoalan tersendiri dalam masa-masa pandemi seperti saat ini. 

Maka dari itu, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan memfasilitasi pembelajaran daring melalui media-media berikut. 

  1. Portal Bersama Hadapi Korona.
  2. Rumah Belajar oleh Pusdatin Kemendikbud
  3. TV Edukasi Kemendikbud.
  4. Pembelajaran Digital oleh Pusdatin dan SEAMOLEC Kemendikbud.
  5. Laman Guru Berbagai.
  6. SIAJAR oleh SEAMOLEC Kemendikbud.
  7. Aplikasi Daring untuk Paket A, B, C.
  8. Membaca Digital.
  9. Suara Edukasi
  10. Tatap Muka Daring Melalui Program SAPA Rumah Belajar Pusdatin Kemendikbud.
  11. Program Belajar dari Rumah TVRI. 
Categories
Iluni 4.0

KURSUSKU.ID

Pernahkah kamu kesulitan dalam mencari kursus mengenai kesehatan? atau kursus mengenai parenting? atau ingin belajar memasak karena masa pandemi seperti sekarang tidak bisa mencicip makanan enak di luar sana? Sekarang kamu tidak perlu khawatir. Saat ini telah hadir Kursusku.id yang siap untuk mengembangkan diri kamu, terlebih di masa pandemi ini membuat kita untuk tetap berada di rumah dan menjadi produktif adalah salah satu akfititas keseharian yang bisa menghibur diri. Nah, Kurusku.id ini merupakan salah satu kegiatan unggulan dari ILUNI 4.0, lho. Platform ini di bina langsung oleh Direktorat Inovasi Dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia. Jadi tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. 

Kursusku.id merupakan sebuah platform marketplace yang menyediakan berbagai kursus, training, workshop dan seluruh pelatihan yang bersifat offline dari seluruh Indonesia. Kursusku.id memiliki visi untuk membangun kualitas SDM Indonesia melalui pelatihan-pelatihan yang kompeten dan terjangkau.

Saat ini telah tersedia berbagai kursus di Kursusku.id bisa kamu pilih sesuai dengan minat kamu, seperti kursus di bidang Health ada Kupas Tuntas MPASI + Praktik, kursus tentang Parenting ada Agar Anak Cinta Membaca ataupun kursus mengenai Beauty dan Finance (akan tersedia dalam beberapa waktu kedepan).

Berikut salah satu cuplikan video oleh Kursusku.id mengenai tutorial membuat lulur kopi + charcoal.

Tapi, saya tidak punya cukup waktu untuk mengikuti kursus, bagaimana dong? Tenang, Kursusku menyediakan berbagai platform dalam menyelenggarakan kursusnya. Salah satunya melalui Whatsaap Group, yang dinamakan dengan KULWAP atau Kuliah Whatsapp. Narasumber akan memberikan sharing materi di grup Whatsapp yang sudah dibuat kepada member yang bergabung dalam grup tersebut. Salah satu manfaat mengikuti kursus melalui platform ini yaitu tidak perlu menghabiskan waktu untuk datang ke acara seminar dan workshop atau duduk berjam-jam di depan gawai laptop melalui video conference, jadi sangat membantu buat kamu yang sibuk di dunia kantor dan tidak punya waktu di kala weekday. 

Tidak hanya sebagai paltform untuk mencari kursus saja, kamu juga bisa membuat kursus kamu sendiri apabila mempunyai keahlian dan ingin berbagai dengan yang lain. Caranya cukup mudah, kamu tinggal mendaftardi website Kursusku, kemudian lengkapi data. Apabila kamu sudah mengikuti langkahnya dengan benar, nanti kamu akan dihubungi oleh tim Kursusku. 

So, kesibukan bukan jadi alasan lagi untuk tidak mengembangkan diri dan menambah pengetahuan baru seputar dunia kesehatan, parenting, memasak, keuangan dan sebagainya. Kursusku siap mendampingi kamu untuk mempelajari hal-hal baru. 

Categories
Community Development Center Program

ILUNI: “Ini Cara Efektif Kelola Keuangan Rumah Tangga”

Depok, 18 Desember 2019  ̶ Setiap orang memiliki tujuan keuangan berbeda-beda dalam hidupnya, tak terkecuali para Ibu Rumah Tangga. Sebagai pengelola keuangan keluarga, tak jarang para Ibu mengeluhkan sulitnya mengatur keuangan karena minimnya perencanaan sehingga para ibu sulit mencapai berbagai tujuan keuangan. Agar dapat mencapai berbagai tujuan keuangan, diperlukan cara mengatur keuangan efektif yang harus dikuasai para ibu rumah tangga. Oleh karena itu, Community Development ILUNI UI mengangkat isu ini melalui pelatihan berjudul #SobatMisqueenNoMore dengan tema “Cerdas Mengelola Keuangan UMKM”. Pakar perencanaan keuangan, Kokko Cattaka, yang juga merupakan founder DoitSmart.id sebuah perusahaan rintisan konsultasi perencanaan keuangan, asuransi, investasi dan perencanaan waris, mengatakan untuk dapat menentukan tujuan keuangan, diperlukan lima hal.

Pada seminar tersebut, Kokko menyatakan, “Buat tujuan keuangan yang Spesifik, bisa diukur, kapan mendapatkannya, dan harus sesuatu yang masuk akal serta jelas jangka waktu pencapaiannya,” jelasnya. Kelima poin tersebut disingkat menjadi S.M.A.R.T. Poin yang pertama adalah Spesific yakni menentukan tujuan keuangan secara spesifik. Setelah itu, pastikan tujuan tersebut dapat diukur alias Measurable. Poin selanjutnya adalah Achievable, yaitu tujuan yang dapat dicapai dengan kemampuan sendiri. Selain itu, tujuan harus sesuai dengan kondisi diri sendiri atau Relevant. Poin terakhir adalah Timely, buat kalendar untuk tujuan-tujuan yang ingin dicapai.

Salah satu kendala dalam membuat anggaran untuk mencapai tujuan keuangan adalah kerap kali Ibu Rumah Tangga mengalami kesulitan dalam mengendalikan pengeluaran, sehingga yang terjadi adalah meski anggaran sudah disusun, tetap mengalami defisit keuangan. Menyikapi hal tersebut, Perencana keuangan yang mendapatkan Certified Financial Planning (CFP®) oleh FPSB Indonesia tersebut menekankan pentingnya disiplin dan niat yang kuat dalam mengelola keuangan. Jika berkaitan dengan pencatatan keuangan bagi mereka yang menekuni bidang usaha, harus disiplin dalam memisahkan antara modal dan operasional sehari-hari. Kokko juga menekankan, bahwa pengeluaran bukan untuk dihindari, hanya saja harus dikelola dengan baik.

Ia memaparkan, “Kalau misalnya pemasukan lebih besar dari pengeluaran, tentunya menjadi surplus yangmana bisa mendatangkan aset. Surplusnya jangan dijajanin, ingat kita punya tujuan keuangan. Surplusnya diinvestasikan kembali, kalau bisa dibelikan aset,” tukas Kokko.

Lebih jauh lagi, Kokko menekankan pentingnya untuk menunda dalam membelanjakan uang untuk kenikmatan duniawi, dan mempergunakan surplus keuangan untuk hal-hal yang berguna bagi masa depan keluarga. “Bisa dibelikan emas, atau disimpan di tabungan deposito. Kita harus memikirkan pos pengeluaran masa depan, misalnya buat pergi haji, pendidikan anak sampai perguruan tinggi, dan banyak lagi. Kita harus menyiapkan dari sekarang, jangan sampai kita sengsara di masa depan,” imbaunya. Lebih jauh lagi, ia menyarankan para Ibu untuk rajin berinvestasi, salah satunya melalui reksadana. “Tabungan atau rekening di bank bukan alat investasi, melainkan untuk mempermudah transaksi sehari-hari. Kalau mau berinvestasi bisa nabung dengan mudah di reksadana mulai dari 10 ribu saja. Untuk pemula setidaknya bisa coba investasi reksadana, karena dikelola manajer investasi yang handal,” tukas Kokko. Ia menambahkan, “Dari OJK pun menggalakkan gerakan ‘Yuk Nabung Saham atau Reksadana’, itu salah satu yang harus kita dukung”.

Sementara itu, dalam sambutannya di acara #SobatMisqueenNoMore, Indri Juwono selaku Ketua Community Development Center ILUNI UI menyatakan keinginan Community Development untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. “Perempuan memiliki potensi yang harus dikembangkan, maka hari ini Comdev bekerja sama dengan ibu-ibu dari Paguyuban Posbindu untuk memberikan pelatihan keuangan dari Kokko Cattaka,” ungkapnya. Indri pun mengutarakan komitmennya terkait dengan kegiatan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari cluster sosial dan filantropis dari Community Development. “Comdev ILUNI UI ingin saling mengisi, saling memberi ilmu. Di sini kita sama-sama bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik,” tutur Indri.

Rangkaian program #SobatMisqueenNoMore merupakan program pelatihan dari Community Development ILUNI UI kepada Ibu Rumah Tangga dari komunitas terpilih dalam jangkauan ILUNI UI (atau atas rekomendasi dinas terkait). Proyek perdana kali ini merupakan kegiatan pemberdayaan ekonomi untuk Ibu Rumah Tangga melalui pelatihan keuangan dengan peserta Ibu-Ibu dari Paguyuban Posbindu. Selain pelatihan keuangan, pada proyek perdana kali ini juga diisi dengan manajemen stress yang diisi oleh Maya Sita Darlina. Program #SobatMisqueenNoMore direncanakan untuk terus mengembangkan sayapnya hingga ke pelosok negeri selama tiga tahun kepengurusan ILUNI UI 2019-2022. (*)

Categories
Alumni Center Program

ILUNI: Konser 75 Suara PerjuanganDari UI, Bersama Relawan, Untuk Indonesia

Jakarta, 24 Agustus 2020 – Perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun ini menjadi momentum yang berharga dalam mengapresiasi perjuangan seluruh rakyat Indonesia melawan penyebaran wabah Covid-19. Apresiasi ini khususnya ditujukan kepada para relawan yang berjuang di garda terdepan dalam mengupayakan kesehatan dan keselamatan bangsa. Seperti halnya yang dilakukan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) berkolaborasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dalam menggelar sebuah karya seni pertunjukan bertajuk ‘Konser 75 Suara Perjuangan, dari UI, bersama Relawan, untuk Indonesia.

Mengutamakan protokol kesehatan dibawah pengawasan langsung Satgas COVID-19, Konser 75 Suara Perjuangan akan disiarkan secara langsung dari Makara Art Center Universitas Indonesia, pada 28 Agustus 2020. Seluruh relawan dan masyarakat Indonesia dapat menyaksikan konser ini melalui kanal resmi ILUNI UI pada platform Youtube mulai pukul 19.00 – 22.00 WIB. Sederet artis dan musisi terbaik Tanah Air yang akan tampil seperti Andien, Barasuara, Tompi, Aning Katamsi, Nugie, Alika Islamadina, Ikang Fawzi, Kadri Mohammad, Sandhy Sandoro, Harvey Malaiholo, dan ILUNI All Star.

Ketua ILUNI UI Nongki Wisaksono dalam press conference virtual pada Senin (24/08) menjelaskan, Konser virtual ini digelar untuk menginspirasi dan menghibur sekaligus bentuk apresiasi terhadap para Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Selain itu, Konser 75 Suara Perjuangan akan memberikan pengalaman konser yang spektakuler dengan menggunakan berbagai kecanggihan teknologi dalam penyiarannya, sehingga dapat dinikmati hingga lebih dari 10 ribu penonton secara daring. Selain pertunjukan musik yang berkesan, para penonton nantinya juga akan mendapatkan kesempatan unik menyaksikan persiapan konser dari balik panggung dan pengalaman lebih dekat dengan pengisi acara melalui akses virtual ke belakang panggung dan ruang tunggu artis.

“Konser ini hadir sebagai bentuk apresiasi kami kepada para relawan medis dan non-medis yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan nyawa untuk menjalankan tugas mulia menangani wabah Covid-19. Kami berharap ini menjadi pertunjukan yang menghibur dan inspiratif bagi para relawan dan masyarakat Indonesia agar dapat membangkitkan kembali semangat Indonesia Maju melawan Covid-19,” jelasnya.

Lebih jauh Nongki menjelaskan bahwa konser ini mengusung konsep ‘bercerita’ dimana akan diangkat kisah perjuangan para relawan yang tercermin melalui berbagai narasi inspiratif dalam bentuk story telling. Akan ada narasi inspiratif yang disajikan dalam tiga tema besar, yaitu tema Suara dari Rumah, tema Suara Relawan, dan tema Suara Kemenangan. “Dalam setiap tema akan ada berbagai kisah inspiratif tentang perjuangan menghadapi pandemi ini dan hikmah dibaliknya yang kemudian diharapkan dapat memberikan semangat positif untuk kembali fokus dan berjuang bersama melawan Covid-19,” tambahnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Koordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Andre Rahadian mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif konser virtual ini. Menurutnya, apresiasi dari masyarakat itu penting untuk menjadi penyemangat bagi perjuangan yang tengah dilakukan para relawan saat ini. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atas dukungan dan perjuangan yang telah diberikan selama ini, salah satunya dengan tetap berada dirumah saja dan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga pola hidup bersih dan sehat dimanapun berada,” ujar Andre. 

Hal senada hadir dari para pengisi acara yang terlibat. Harvey Malaiholo, sebagai salah satu penyanyi dalam Konser 75 Suara Perjuangan mengungkapkan apresiasinya bagi para relawan dan masyarakat Indonesia. “Saya sangat gembira dapat ikut ambil bagian dalam konser yang inspiratif ini. Kesempatan ini menjadi salah satu bentuk ungkapan terima kasih saya terhadap para relawan yang terus berjuang menjaga keselamatan bangsa. Lalu, untuk semua warga masyarakat yang lebih banyak di rumah saja dan tetap mematuhi protokol kesehatan, kalian juga memiliki andil besar seperti para relawan. Kita semua adalah relawan dan pahlawan dalam melawan wabah ini,” pungkasnya.

Indosat Ooredoo dan BNI sebagai pendukung acara juga menyatakan apresiasinya atas penyelenggaraan Konser 75 Suara Perjuangan. Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo Irsyad Sahroni mengungkapkan bahwa acara ini sejalan dengan kampanye dari Indosat Ooreedo. “Ketika kami melihat kesempatan berpartisipasi dalam Konser 75, kami merasa konser ini sangat sesuai dengan campaign Indosat Ooredoo yaitu teruskan perjuanganmu untuk tetap merdeka,” jelasnya.  Sementara itu, Wakil Pemimpin Divisi Hubungan Kelembagaan BNI Ahmad Salman Somantri juga menyatakan dukungannya kepada Konser 75 Suara Perjuangan. “Dalam memberi apresiasi kepada relawan, kami bekerja sama dengan ILUNI UI dalam Konser 75 Perjuangan. Semoga konser ini memberikan refleksi spirit perjuangan pahlawan kemerdekaan,” imbuh Salman.

Categories
Alumni Peduli Center Program

ILUNI UI: Kondisi Psikososial Masyarakat dan Ancaman Narkoba di tengah Pandemi

Jakarta, 19 Juni 2020 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andre Rahadian mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman narkoba di tengah pandemi. Hal ini disampaikannya melalui rilis tertulis, Jumat (19/6). “Indonesia tengah menghadapi pandemi, tapi hal itu tidak menghentikan peredaran narkoba di tengah masyarakat,” kata Andre.

Data yang dirilis oleh POLDA Metro Jaya menunjukkan telah terjadi peningkatan kasus narkoba di wilayah DKI Jakarta, hingga 120% pada bulan April 2020. Demikian pula yang terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia, bahkan di mancanegara. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa salah satu pemicunya adalah kondisi psikologis yang diakibatkan oleh timbulnya berbagai persoalan terkait pandemi. Misalnya permasalahan ekonomi, keluarga, PSBB, bekerja dari rumah, bahkan pembelajaran jarak jauh. “Kondisi memprihatinkan inilah yang betul-betul mendorong ILUNI UI untuk melakukan rangkaian webinar dalam upaya mengedukasi masyarakat, khususnya di bidang pencegahan,” jelas Andre.

Koordinator ILUNI UI Peduli, merangkap Koordinator ILUNI UI Tanggap COVID-19, yang juga menjadi narasumber di serial webinar anti narkoba, Dr. Endang Mariani, M.Psi., menyebutkan bahwa sebenarnya rasa takut dan cemas merupakan reaksi normal dalam situasi abnormal, seperti ketika seseorang berada dalam kondisi bencana. Namun, kecemasan dan stres berlebihan yang tidak ditangani dengan baik, dapat menjadi faktor pemicu seseorang untuk tergoda memilih narkoba sebagai jalan pintas untuk keluar dari persoalan yang dihadapi. “Untuk itu, kepedulian dari orang-orang terdekat untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar, sangat diperlukan. Demikian pula dukungan psikososial dapat diberikan sesegera mungkin jika ada di antara anggota keluarga ataupun teman-teman kita terlihat mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami kondisi stress atau depresi,” jelasnya.

Menurut Endang, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi seseorang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba di masa pandemi. Antara lain, karena adanya gangguan hubungan antara orang tua dan anak, atau antar anggota keluarga lain; rasa keterasingan akibat isolasi; keterlibatan dengan teman-teman penyalahguna narkoba, serta pengalaman positif dengan obat-obatan. Pengaruh kelompok referens ini tetap berlangsung, meskipun secara virtual melalui media sosial, misalnya. “Selain kasus-kasus baru, kasus-kasus relaps juga tercatat mengalami peningkatan di masa pandemi ini.

Di masa transisi menuju “new normal”, kemungkinan munculnya stressor baru bukan tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu lagi-lagi dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan agar kita menjadikan narkoba sebagai solusi. Apalagi jika kita tahu dampak penyalahgunaan narkoba terhadap sistem imunitas dan kesehatan itu luar biasa,” lanjut penggiat anti narkoba ini.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. Pol. Arman Depari memprediksikan ada 3.609 juta pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2020. “Jumlah tersebut diperkirakan akan naik sekitar 100 ribu jiwa dari tahun sebelumnya,” tutur jenderal yang terkenal “garang” jika harus berurusan dengan para bandar dan pengedar.

Arman pun menegaskan komitmen BNN untuk terus memberantas kasus penyalahgunaan narkoba, melalui langkah-langkah pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. “Saat ini para bandar dan pengedar semakin lihai melakukan aksinya. Kurir pun bisa menggunakan berbagai macam jalur. Maraknya peredaran narkoba, tentunya berkaitan dengan tingginya permintaan. Oleh karena itu, peranserta masyarakat menjadi yang utama dalam memutus mata rantai penyebaran narkoba,” jelas Arman. Beberapa program yang dilakukan BNN, seperti Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba, peningkatan ketahanan keluarga, termasuk dari sisi ekonomi keluarga; serta penyebaran informasi melalui Rumah Edukasi Anti Narkoba, diharapkan dapat menekan kasus penyalahgunaan narkoba secara signifikan. “BNN melihat ILUNI UI telah banyak melakukan kegiatan edukasi anti narkoba ke masyarakat, dan bahkan menjadi relawan anti narkoba untuk terjun melindungi masyarakat,” tuturnya.

Dampak kerugian luar biasa dari penyalahgunaan narkoba, memanggil kepedulian ILUNI UI untuk ikut serta memberikan jalan keluar. “Di masa pandemi, maupun di luar masa pandemi, ILUNI UI selalu menjalan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah serta masyarakat Indonesia, termasuk dalam menangani kasus narkoba yang memiliki dampak struktural terhadap generasi muda penerus bangsa,” tegas Andre.

Lebih lanjut Andre menyebutkan di tengah kepedulian terhadap penanggulanan COVID19, ILUNI UI tetap menjalankan komitmennya dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2020 dengan berbagai kegiatan. Serangkaian webinar diselenggarakan dengan tema besar “Narkoba? Bukan Solusi!” Sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya dilibatkan, baik dari kalangan medis, psikologi, praktisi maupun figur publik yang diharapkan akan dapat menjadi influencer di masyarakat. Selain itu, ILUNI UI juga mengajak lintas generasi melawan narkoba dengan menyelenggarakan lomba video melalui Instagram dan TikTok dengan total hadiah 6 juta rupiah.

“ILUNI UI sejak tahun 2017 telah berkolaborasi dengan BNN dalam menjalankan program ILUNI UI Anti Narkoba,” pungkas Andre. Beberapa rekam jejak kegiatan ILUNI UI Anti Narkoba untuk berbagai kalangan, di antaranya adalah dengan mengadakan talkshow, workshop, literasi anti narkoba, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya. (*)