Categories
Alumni Peduli Center Berita Kegiatan

Gandeng 10 Rumah Sakit, ILUNI UI Buka Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat

Jakarta, 26 Juli 2021 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggandeng 10 Rumah Sakit Vertikal, Bakti Kominfo, Media Group dan beberapa pihak terkait, menyelenggarakan program Vaksinasi Sinergi Sehat sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung sejak 22 Juli hingga 15 September 2021 dan bertempat di The Media Hotel and Towers, Gunung Sahari, Jakarta.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat menargetkan sebanyak 2.000 orang per hari yang akan menerima vaksin. “Kami memberikan layanan vaksinasi yang spesial dengan menghadirkan rumah sakit vertikal yang masing-masing punya spesialistik, dan menyediakan vaksinasi lengkap 1 dan 2. Jadi gak cuma sekali terus 28 hari berikutnya masyarakat harus mencari-cari tempat vaksin kedua,” kata Andre.

Lanjutnya, Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat ini juga membuka layanan vaksin untuk anak-anak berusia minimal 12 tahun, ibu hamil dan menyusui, pengidap kanker, dan juga yang punya komorbid karena didukung oleh 10 rumah sakit vertikal yang menyediakan dokter untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum divaksinasi. Ke 10 rumah sakit yang tergabung dalam dalam Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI) itu adalah RSCM, RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, RS PON, RS Soeharto Heerdjan, RSKO Jakarta, RS Persahabatan, RSJ Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, dan RSK Dharmais. Selain itu didukung oleh Media Group, Danone serta BAKTI KOMINFO. Untuk proses registrasi, ILUNI UI bekerjasama dengan BAKTI Kominfo melalui aplikasi SiapDok yang dapat diunduh pada Play Store. “Bahkan, Sentra vaksinasi Sinergi Sehat menyediakan bus untuk antar jemput peserta rombongan yang berasal dari sekolah atau pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat Endang Mariani menyampaikan, kolaborasi bersama 10 rumah sakit ini memberi warna dengan spesialisasi masing-masing rumah sakit. “Sentra vaksinasi ini nggak sekedar untuk vaksinasi. Dengan bergabungnya 10 rumah sakit vertikal yang punya spesialisasi masing-masing juga memberikan layanan edukasi dan sosialisasi tentang berbagai hal terkait vaksinasi dan COVID-19. Ini untuk mengklarifikasi hoax-hoax yang beredar di masyarakat,” tegas Endang. Waktu pelaksanaan yang panjang, selama dua bulan, bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa setiap peserta vaksinasi mendapatkan dosis lengkap. “Dalam setiap penyelenggaraan Sentra Vaksinasi, ILUNI UI selalu berupaya tidak sekedar memberikan vaksinasi pertama. Jadi 28 hari kemudian, setiap peserta dapat kembali ke Sentra Vaksinasi kami untuk memperoleh vaksin dosis kedua. Itu merupakan komitmen kami,” lanjutnya.  

Ketua ARVI dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA mengatakan, rumah sakit menghadapi berbagai tantangan semasa pandemi. Meski begitu, 10 rumah sakit vertikal tetap ingin memberikan kontribusi besar yang aman bagi semuanya.  “Peran ILUNI luar biasa. Kami mendapatkan bantuan relawan-relawan, sehingga kami menyetor nakes saja. Setiap rumah sakit memberikan dua-tiga tim terdiri dari dokter dan perawat. Bahkan ada rumah sakit yang memberikan dokter sub-spesialis,” katanya.

Dr Lies juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAKTI Kominfo dalam mengembangkan aplikasi Siap Dok. “Dengan dukungan berbagai pihak membuat kami optimis apa yang kami kerjakan akan memberikan manfaat besar untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto menyampaikan komitmen Danone Indonesia dalam mendukung program vaksinasi, salah satunya dalam keikutsertaan dalam kolaborasi Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat. Dengan visi one planet one health, sejak tahun lalu Danone Indonesia berkomitmen untuk gotong royong dan berkolaborasi dalam memberikan kontribusi dalam penanganan COVID-19 dalam segi donasi alat kesehatan, ventilator, nutrisi, hidrasi, maupun penyediaan APD. Pada tahun ini, Danone Indonesia juga ikut berpartisipasi mendukung pemerintah dalam membuka sentra vaksinasi. “Sudah kesekian kali kami bermitra dengan ILUNI UI. Mudah-mudahan acara kali ini berjalan lancar,” ujar Vera.

Informasi selengkapnya:

Devi Irma Safitri +62 813 8044 9686

(Sekretariat ILUNI UI)

Categories
Alumni Peduli Center Program

ILUNI UI: Kondisi Psikososial Masyarakat dan Ancaman Narkoba di tengah Pandemi

Jakarta, 19 Juni 2020 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andre Rahadian mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman narkoba di tengah pandemi. Hal ini disampaikannya melalui rilis tertulis, Jumat (19/6). “Indonesia tengah menghadapi pandemi, tapi hal itu tidak menghentikan peredaran narkoba di tengah masyarakat,” kata Andre.

Data yang dirilis oleh POLDA Metro Jaya menunjukkan telah terjadi peningkatan kasus narkoba di wilayah DKI Jakarta, hingga 120% pada bulan April 2020. Demikian pula yang terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia, bahkan di mancanegara. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa salah satu pemicunya adalah kondisi psikologis yang diakibatkan oleh timbulnya berbagai persoalan terkait pandemi. Misalnya permasalahan ekonomi, keluarga, PSBB, bekerja dari rumah, bahkan pembelajaran jarak jauh. “Kondisi memprihatinkan inilah yang betul-betul mendorong ILUNI UI untuk melakukan rangkaian webinar dalam upaya mengedukasi masyarakat, khususnya di bidang pencegahan,” jelas Andre.

Koordinator ILUNI UI Peduli, merangkap Koordinator ILUNI UI Tanggap COVID-19, yang juga menjadi narasumber di serial webinar anti narkoba, Dr. Endang Mariani, M.Psi., menyebutkan bahwa sebenarnya rasa takut dan cemas merupakan reaksi normal dalam situasi abnormal, seperti ketika seseorang berada dalam kondisi bencana. Namun, kecemasan dan stres berlebihan yang tidak ditangani dengan baik, dapat menjadi faktor pemicu seseorang untuk tergoda memilih narkoba sebagai jalan pintas untuk keluar dari persoalan yang dihadapi. “Untuk itu, kepedulian dari orang-orang terdekat untuk selalu memperhatikan lingkungan sekitar, sangat diperlukan. Demikian pula dukungan psikososial dapat diberikan sesegera mungkin jika ada di antara anggota keluarga ataupun teman-teman kita terlihat mulai menunjukkan tanda-tanda mengalami kondisi stress atau depresi,” jelasnya.

Menurut Endang, ada berbagai faktor yang melatarbelakangi seseorang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba di masa pandemi. Antara lain, karena adanya gangguan hubungan antara orang tua dan anak, atau antar anggota keluarga lain; rasa keterasingan akibat isolasi; keterlibatan dengan teman-teman penyalahguna narkoba, serta pengalaman positif dengan obat-obatan. Pengaruh kelompok referens ini tetap berlangsung, meskipun secara virtual melalui media sosial, misalnya. “Selain kasus-kasus baru, kasus-kasus relaps juga tercatat mengalami peningkatan di masa pandemi ini.

Di masa transisi menuju “new normal”, kemungkinan munculnya stressor baru bukan tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu lagi-lagi dukungan keluarga dan orang-orang terdekat sangat dibutuhkan. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan agar kita menjadikan narkoba sebagai solusi. Apalagi jika kita tahu dampak penyalahgunaan narkoba terhadap sistem imunitas dan kesehatan itu luar biasa,” lanjut penggiat anti narkoba ini.

Sementara itu, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen. Pol. Arman Depari memprediksikan ada 3.609 juta pengguna narkoba di Indonesia pada tahun 2020. “Jumlah tersebut diperkirakan akan naik sekitar 100 ribu jiwa dari tahun sebelumnya,” tutur jenderal yang terkenal “garang” jika harus berurusan dengan para bandar dan pengedar.

Arman pun menegaskan komitmen BNN untuk terus memberantas kasus penyalahgunaan narkoba, melalui langkah-langkah pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi. “Saat ini para bandar dan pengedar semakin lihai melakukan aksinya. Kurir pun bisa menggunakan berbagai macam jalur. Maraknya peredaran narkoba, tentunya berkaitan dengan tingginya permintaan. Oleh karena itu, peranserta masyarakat menjadi yang utama dalam memutus mata rantai penyebaran narkoba,” jelas Arman. Beberapa program yang dilakukan BNN, seperti Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba, peningkatan ketahanan keluarga, termasuk dari sisi ekonomi keluarga; serta penyebaran informasi melalui Rumah Edukasi Anti Narkoba, diharapkan dapat menekan kasus penyalahgunaan narkoba secara signifikan. “BNN melihat ILUNI UI telah banyak melakukan kegiatan edukasi anti narkoba ke masyarakat, dan bahkan menjadi relawan anti narkoba untuk terjun melindungi masyarakat,” tuturnya.

Dampak kerugian luar biasa dari penyalahgunaan narkoba, memanggil kepedulian ILUNI UI untuk ikut serta memberikan jalan keluar. “Di masa pandemi, maupun di luar masa pandemi, ILUNI UI selalu menjalan peran dan fungsinya sebagai mitra strategis bagi pemerintah serta masyarakat Indonesia, termasuk dalam menangani kasus narkoba yang memiliki dampak struktural terhadap generasi muda penerus bangsa,” tegas Andre.

Lebih lanjut Andre menyebutkan di tengah kepedulian terhadap penanggulanan COVID19, ILUNI UI tetap menjalankan komitmennya dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional 2020 dengan berbagai kegiatan. Serangkaian webinar diselenggarakan dengan tema besar “Narkoba? Bukan Solusi!” Sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya dilibatkan, baik dari kalangan medis, psikologi, praktisi maupun figur publik yang diharapkan akan dapat menjadi influencer di masyarakat. Selain itu, ILUNI UI juga mengajak lintas generasi melawan narkoba dengan menyelenggarakan lomba video melalui Instagram dan TikTok dengan total hadiah 6 juta rupiah.

“ILUNI UI sejak tahun 2017 telah berkolaborasi dengan BNN dalam menjalankan program ILUNI UI Anti Narkoba,” pungkas Andre. Beberapa rekam jejak kegiatan ILUNI UI Anti Narkoba untuk berbagai kalangan, di antaranya adalah dengan mengadakan talkshow, workshop, literasi anti narkoba, pemberdayaan masyarakat dan lain sebagainya. (*)