Categories
Alumni Berita Kegiatan

ILUNI UI Tetapkan Empat Calon Ketua Umum Periode 2022-2025

Jakarta, 20 Juli 2022 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) telah menetapkan empat orang calon yang akan berpartisipasi dalam kontestasi Pemilihan Langsung (Pemila) Ketua Umum ILUNI UI Periode 2022-2025. Keempat calon tersebut adalah Afdhal Aliasar dengan nomor urut 1, Ahmad Akbar dengan nomor urut 2, Didit Ratam dengan nomor urut 3, dan Gatot Prio Utomo dengan nomor urut 4.

“Panitia telah memilih empat calon ketua umum yang terdiri dari berbagai fakultas dan latar belakang. Semoga keempatnya selalu menjunjung spirit kontestasi yang sehat dan demokratis, guyub, serta sesuai aturan yang berlaku dari panitia,” ungkap Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian melalui keterangan tertulis, Rabu (20/7).

Para Calon Ketua Umum ILUNI UI terpilih dinyatakan lolos verifikasi panitia pemilihan dan ditetapkan sebagai Calon Ketua Umum ILUNI UI pada acara penetapan sekaligus kampanye damai Pemila ILUNI UI, Sabtu (16/7). Keempatnya telah memenuhi berbagai ketentuan administratif di antaranya mendapatkan dukungan minimal 300 orang alumni UI dari minimal 10 fakultas, serta berbagai syarat dan ketentuan lainnya.

Selanjutnya, rangkaian proses Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI memasuki masa kampanye mulai 17 Juli – 17 Agustus. Masa kampanye ini akan dipergunakan para Calon Ketua Umum ILUNI UI untuk mempromosikan visi-misi dan program dari masing-masing calon sesuai dengan ketentuan dari panitia pelaksana.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI Ketsia Ximena Sihotang menjelaskan, panitia tengah mempersiapkan berbagai kegiatan yang akan menjadi tempat para Calon Ketua Umum ILUNI UI untuk memperkenalkan diri dan mengampanyekan program serta visi-misi kepada para alumni UI.

“Rencananya akan ada kegiatan debat calon ketua umum sebanyak dua kali yang akan dilaksanakan pada 28 Juli dan 11 Agustus, tempatnya di UI Salemba dan Depok. Para alumni UI bisa menggali dan mencari tahu, sekaligus bertanya tentang profil dan visi-misi mereka melalui acara-acara debat dan media sosial ILUNI UI maupun timses para calon,” jelasnya,

Guna memastikan jalannya pemiihan yang demokratis, guyub, dan damai, keempat orang calon ketua umum ILUNI UI terpilih telah mendeklarasikan kampanye damai selama proses kampanye berlangsung.  Dalam deklarasi tersebut, keempat calon menyatakan komitmen mereka untuk menjalankan kampanye yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, dan politisasi SARA.

“Keempat calon sudah menandatangani komitmen kampanye damai. Kami berharap rangkaian proses Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI akan berjalan lancar dan guyub,” tutur Ketsia.

Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI periode 2022-2025 akan dilaksanakan melalui aplikasi UI Connect. Para pengguna aktif UI Connect bisa memilih dengan sistem satu orang satu suara. Saat ini tercatat ada 46ribu alumni UI pengguna UI Connect. Untuk mendaftar UI Connect bisa mengunduh aplikasi di Play Store maupun Apple Store. Setelah mendaftar, tim UI Connect akan melakukan verifikasi data alumni selama maksimal 1 hari kerja.

Jika alumni UI menemui kendala dengan UI Connect, bisa menghubungi user support UI Connect melalui email: halo@uiconnect.id atau Whatsapp: +62 889-7648-9955 atau melalui tautan bit.ly/UIConnectCare. Untuk pertanyaan lebih lanjut terkait Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI bisa menghubungi nomor Helpdesk Pemilihan Langsugn Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025: (WA) +6288976489953 atau melalui email: panitia.pemilihanlangsung@alumni.ui.ac.id. (*)

Categories
Berita Kegiatan

PEMILIHAN LANGSUNG KETUA UMUM ILUNI UI PERIODE 2022-2025

Halo Rekan-rekan Alumni! Sebentar lagi Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI periode 2022 – 2025 dan Musyawarah Nasional (Munas) IX ILUNI UI akan segera digelar.

Yuk catat tanggal-tanggal penting dari rangkaian kegiatannya!

16 – 22 Juni Sosialisasi Pemilihan Langsung

23 Juni – 13 Juli Pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI

17 Juli – 17 Agustus Masa Kampanye Calon Ketua Umum ILUNI UI

27 – 28 Agustus Musyawarah Nasional (Munas) IX ILUNI UI dan Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI 2022 – 2025

—-

Unduh UI Connect melalui Playstore atau Appstore, atau kunjungi bit.ly/uiconnect.

Menemui kendala dengan UI Connect?

Hubungi user support UI Connect melalui:

Email: halo@uiconnect.id

Whatsapp: +62 889-7648-9955 atau bit.ly/UIConnectCare

PERSYARATAN CALON KETUA UMUM ILUNI UI 2022 – 2025

SK Panitia Pengarah No. 008/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022 -2025

1. Anggota Biasa ILUNI UI yang tidak hilang hak pilihnya sebagaimana yang tercantum di AD ILUNI UI;

2. Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia;

3. Tidak pernah dihukum pidana dengan ancaman lebih 5 (lima) tahun;

4. Tidak pernah dihukum pidana seperti narkoba, pembunuhan, korupsi, pencucian uang, perkosaan, dan terorisme;

5.  Tidak pernah dilaporkan kepada pihak yang berwenang sebagai pelaku KDRT/kekerasan seksual dan/ atau kekerasan terhadap anak;

6. Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik;

7. Berpengalaman di organisasi tingkat nasional;

8. Didukung oleh minimal 300 (tiga ratus) orang alumni dari minimal 10 (sepuluh) Fakultas/Sekolah Pascasarjana/Program Pendidikan Vokasi. Dukungan berupa nama dan tanda tangan basah, disertai lampiran fotokopi KTP, dan terdaftar di UI Connect berdasarkan formulir yang ditentukan panitia.

Catatan: Apabila ada nama yang sama dengan daftar pendukung calon lain, maka nama pendukung akan dicoret dari seluruh calon

9. Melunasi uang pendaftaran dan uang jaminan sesuai prosedur yang ditetapkan panitia;

10. Bersedia mengikuti seluruh proses pemilihan dan mematuhi tata tertib yang berlaku;

 11. Menandatangani Surat Pernyataan yang disiapkan Panitia berisi:

  • Tidak pernah dihukum pidana dengan ancaman lebih dari 5 (lima) tahun
  • Tidak pernah dihukum pidana seperti narkoba, pembunuhan, korupsi, pencucian uang, perkosaan, dan terorisme
  • Tidak pernah dilaporkan sebagai pelaku KDRT, kekerasan seksual dan/atau kekerasan terhadap anak
  • Tidak menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik
  • Bersedia mengikuti seluruh proses pemilihan dan mematuhi tata tertib yang berlaku (akan disiapkan Panitia)

12.  Menandatangani Pakta Integritas yang disiapkan oleh Panitia Pengarah.

SYARAT & TATA CARA PEMBAYARAN BIAYA PENDAFTARAN DAN UANG JAMINAN CALON KETUA UMUM ILUNI UI PERIODE 2022 – 2025

SK  PANITIA PENGARAH PEMILIHAN LANGSUNG DAN MUSYAWARAH NASIONAL IX ILUNI UI 2022

Nomor: 009/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22

1. Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000.000,00 (Lima Puluh Juta Rupiah) dan uang jaminan sebesar Rp 100.000.000,00 (Seratus Juta Rupiah);2.

2025806665 Bank BNI atas nama ILUNI UI

2. Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan hanya dapat dibayarkan melalui transfer bank ke rekening ILUNI UI:

3.Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan dibayarkan selambat-lambatnya tanggal 13 Juli 2022 jam 15.00 WIB melalui transfer bank;

4. Dokumen elektronik bukti transfer biaya pendaftaran dan uang jaminan dikirimkan ke email panitia pelaksana: panitia.pemilihanlangsung@alumi.ui.ac.id.

5. Bukti fisik transfer biaya pendaftaran dan uang jaminan diserahkan kepada Panitia Pelaksana Pemilihan Langsung Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025 di Sekretariat ILUNI UI.

6. Uang jaminan yang telah disetorkan akan dikembalikan paling lambat 30 hari setelah terpilihnya Ketua Umum ILUNI UI 2022 – 2025, kecuali jika yang bersangkutan mengundurkan diri atau didiskualifikasi karena melanggar peraturan/tata tertib pemilihan yang sudah ditetapkan panitia.

  

TAHAP DAN ALUR PENDAFTARAN CALON KETUM ILUNI UI PERIODE 2022 – 2025

1. Memenuhi persyaratan sebagai calon ketua umum ILUNI UI 2022 – 2025 sesuai:

SK Panitia Pengarah No. 008/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022 -2025 dan SK Panitia Pengarah No. 009/02/SK/ILUNI-UI-MUNAS/SC/VI/22 Tentang Syarat dan Tata Cara Pembayaran Biaya Pendaftaran dan Uang Jaminan Bakal Calon Ketua Umum ILUNI UI 2022-2025

2. Unduh dan isi formulir pendaftaran di tautan: https://bit.ly/DAFTAR_BALON

Formulir berisi:

  • PPPL 1 – Daftar Riwayat Hidup
  • PPPL 2 – Surat Pernyataan
  • PPPL 3 – Surat Kesediaan Menyerahkan Uang Jaminan dan Uang Komitmen
  • PPPL 4 – Form Campaign Manager dan Tim Sukses 
  • PPPL 5 – Formulir Pernyataan Dukungan 
  • PPPL 5 – Formulir Rekapitulasi Pernyataan Dukungan 
  • Pakta Integritas Bakal Calon Ketum 

3. Melakukan pembayaran uang pendaftaran sebesar 50 juta rupiah dan uang jaminan sebesar 100 juta rupiah dan ditransfer ke nomor rekening:

4. Pengembalian berkas dan bukti transfer berupa salinan cetak dilakukan secara langsung (luring) di Sekretariat ILUNI UI, lantai 2 Gedung Rektorat Kampus UI Salemba, Jakarta.

Pengembalian berkas dan bukti transfer dilakukan dengan mengadakan janji terlebih dahulu dengan menghubungi narahubung:

+62 811-9595-953 (Zaki/Tarawina)

Jadwal pengembalian berkas dan bukti transfer:

Senin-Jumat

23 Juni – 12 Juli 2022 pukul 10.00 – 14.00 WIB

13 Juli 2022 pukul 10.00 – 15.00 WIB

5. Tenggat waktu pengembalian salinan cetak formulir dan bukti transfer: 13 Juli 2022, pukul 15.00 WIB 

6. Pengumuman calon dilaksanakan secara hibrida (hybrid), pada tanggal 16 Juli 2022, pukul 14.00 WIB 

Categories
Berita Kegiatan

Delapan Tokoh Nasional Sepakati Pakta Kohesi Kebangsaan

Jakarta, 11 Juni 2022 – Delapan tokoh nasional menandatangani pakta Kohesi Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) pada acara Sosialisasi Empat Konsensus Kebangsaan “Reinvensi Keindonesiaan Kita, Kepemimpinan, Keindonesiaan, dan Patriotisme dalam Indonesia Pascapandemi” Bekerja Sama dengan ILUNI UI, di Gedung Nusantara 4, Gedung DPR/MPR Jakarta, Sabtu (11/6). Kegiatan ini dilakukan sebagai komitmen bersama dalam mengedepankan Kohesi Kebangsaan untuk mengatasi polarisasi yang terjadi di tengah masyarakat.

Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian atas kesepakatan bersama para alumni UI pimpinan partai politik dan wakil dari pemerintahan, yakni Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moedidjat, Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani. Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Anggota DPR RI dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Kepala Staf Presiden Partai Keadilan Sejahtera Pipin Sopian, Anggota DPR RI dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, dan Anggota DPR RI dan  Wakil Ketua Umum Partai Golkar Nurul Arifin.

Dalam deklarasi tersebut, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian menyatakan komitmen berisi teks dukungan para alumni UI dalam gerakan Kohesi Kebangsaan.

“Kami putera dan puteri almamater bersepakat bahwa kohesi kebangsaan diperlukan dalam masyarakat yang terpolarisasi. Sebagai bangsa yang majemuk, teridiri atas keragaman tempat, etnis, bahasa, budaya, agama, dan ideologi, maka perbedaan menjadi sesuatu yang harus diterima,” ucap Andre.

Lebih lanjut, Andre menjelaskan, Kohesi Kebangsaan adalah sebuah gerakan yang membawa pesan bahwa dalam perbedaan tidak harus saling serang. Berbeda juga bukan berarti tidak bisa bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan dan melakukan kerja-kerja nyata.

“Silaturahmi kali ini yang dilakukan setelah merayakan Idulfitri mewujudkan cita-cita kita dalam mengingatkan kembali gerakan Kohesi yang kita majukan,” imbuh dia.

Menurut Andre, saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi permasalahan dan tantangan. Kontestasi pemilu yang sudah berlalu tiga tahun lalu masih menyisakan polarisasi di masyarakat. Hal ini diperkuat dan ditambah dengan pandemi selama dua tahun dan geopolitik di sekitar. Oleh karena itu, Andre berharap masyarakat dan alumni menghindari tindakan sepeti labeling, framing, dan doxing yang akan mencerai-beraikan bangsa.

“Upaya menjalin sinergi ini kami lakukan dengan mengadakan berbagai audiensi. Dalam kesempatan ini, ILUNI UI menyampaikan dukungan penuh untuk program Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan MPR RI dan berharap akan ada sinergi yang lebih lanjut antara MPR RI dan gerakan Kohesi Kebangsaan ILUNI UI, ke depan gerakan Kohesi Kebangsaan dikokohkan dalam Lembaga Forum Diskusi Salemba ILUNI UI langsung di bawah ILUNI UI, untuk mengawal isu kebangsaan, menjaga keindonesiaan untuk ke depan ” jelasnya.

Sementara itu dalam sambutannya Wakil Ketua MPR RI Rerie L. Moerdijat berharap para alumnus perguruan tinggi ikut aktif merajut kembali persatuan dan kesatuan bangsa untuk mengikis polarisasi di tengah masyarakat, demi memperkokoh keindonesiaan.

“Upaya kita melakukan rekonsiliasi pasca kontestasi politik 2019 lalu, terkendala oleh pandemi Covid-19. Sekarang ketika kondisi sudah membaik, kita berharap upaya merajut kembali nilai-nilai kebangsaan kita dilanjutkan untuk menjawab tantangan di depan,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mendorong agar ILUNI UI dan UI mengambil peran dalam edukasi proses kebangsaan, termasuk ketika berpolitik. ILUNI UI juga diharapkan berperan dalam menjahit kembali perpecahan yang terjadi akibat polarisasi. Apalagi, saat ini situasi dan kondisi politis dalam dan luar negeri tidak mudah.

“Saya ingin mengajak kawan-kawan dari ILUNI UI untuk mengambil peran secara nyata, tampil di berbagai kesempatan, bukan hanya di panggung politik tapi juga semua lini untuk dapat mengambil peran secara nyata,” ungkapnya.

Dalam penyampaiannya, Wamendes Budi Arie Setiadi menegaskan, politik identitas harus diakhiri pada tahun 2024 karena akan memecah-belah bangsa. Apalagi Indonesia akan menghadapi tantangan jebakan negara-negara kelas menengah. Untuk itu, politik identitas, SARA, dan  politik-politik lain harus disapu bersih dari panggung demokrasi.

“UI dan Bung Andre punya peran penting utk menghilangkan sekat-sekat karena demokrasi kt sudah hampir 24 tahun sejak reformasi. Jd kita harus buat lebih maju lagi dengan isu-isu dan tawaran-tawaran cerdas, lebih programatik, lebih berbobor, sehingga diskusinya lebih mencerahkan dan mencerdaskan,” ujar dia.

Budi Arie mendorong agar UI mampu memberikan sumbangsih dari pemikiran dan kemajuan, serta persatuan nasional. Dia optimis, ILUNI UI juga mampu menjadi sebuah kekuatan. Dia pun mengajak alumni UI untuk bersama-sama merumuskan langkah-langkah, terutama menjawab tantangan-tantangan menuju Indonesia 2045.

“Dengan kebersamaan dan persatuan kita, UI akan terus berjaya dan mewarnai perjalanan Indonesia di masa-masa depan,” pungkasnya (*) 

Categories
Berita Kegiatan

ILUNI UI Nilai Kasus Aktivis HAM Haris Azhar-Fatia Bukan Ranah Hukum

Jakarta, 10 April 2022 – Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Herzaky Mahendra Putra menilai, kasus yang melibatkan aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti tidak seharusnya dibawa ke ranah hukum. Perbedaan pandangan antara keduanya dan Menko Marinves Luhut Binsar Pandjaitan seharusnya bisa dijembatani dengan dialog terbuka.

“Ketika ada perbedaan katakanlah penyajian data hasil riset yang didasari argumen ilmiah, seharusnya didebat kembali dengan argumen-argumen ilmiah dan data terukur berdasarkan hasil riset lainnya. Jangan malah dipindahkan ruangnya dari diskusi ranah publik ke ranah hukum,” kata Herzaky dalam sambutannya di acara diskusi daring Forum Diskusi Salemba Policy Center ILUNI UI dengan tema ““Kasus Fatia Maulidiyanti-Haris Azhar: Kebebasan Intelektual Terancam?”, Minggu (10/4).

Herzaky berharap, ada solusi dan masukan bagi para pemangku kebijakan untuk memastikan iklim demokrasi terjaga tetap kondusif dan tidak semakin terdegradasi. Sudah seharusnya, hukum menjadi jalan terakhir dalam menjembatani perbedaan pendapat. “ILUNI UI memiliki komitmen kuat untuk menjaga agar kesehatan ruang publik tetap terjaga dengan terus memompakan oksigen berupa menyediakan ruang untuk berdialektika dan melakukan diskursus secara terukur,” kata dia.

Menambahkan Zaky, Ketua Policy Center ILUNI UI Mohammad Jibriel Avessina meminta agar nilai demokrasi perlu dijaga, salah satunya kebebasan intelektual ruang publik. Hasil riset selayaknya dijawab dengan riset, sehingga tercipta dialektika bernas. Dia mengingatkan, ranah kebebasan berpendapat di ruang publik patut mendapat sorotan.

“Saya juga mengingatkan berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis awal April lalu, 62,9 persen responden semakin takut menyampaikan pendapatnya. Ini menjadi catatan tebal yang perlu diperhatikan,” imbuhnya.

Akademisi STHI Jentera Asfinawati mengkritisi langkah yang ditempuh Luhut dalam mengambil jalur hukum. Menurutnya, kritisi yang dilayangkan kepada Luhut adalah sebagai pejabat publik. Sementara somasi adalah hak atas seorang individual. “Kritik yang dilakukan koalisi kepada Luhut, bukan hanya Haris dan Fatia, itu karena dia pejabat publik tapi kok bisa terlibat bisnis,” tukas dia.

Selain itu, Asfinawati juga menyoroti alasan somasi Kantor Staf Presiden (KSP) kepada Haris dan Fatia. Dalam somasi tersebut dinyatakan, kritik terhadap Luhut seharusnya disampaikan berdasarkan tata karma, kesantunan, kesopanan, etika, moral, dan adat istiadat.

“Pertanyaannya, ada nggak itu di instrumen hak asasi manusia? Kalau tidak ada, kok seorang pejabat publik bisa-bisanya melakukan pembodohan publik dengan mengungkapkan unsur-unsur yang tidak ada di dalam hukum?” cetusnya.

Sementara itu, berdasarkan penuturan Tim Advokasi Bersihkan Indonesia Julius Ibrani, perkembangan terkini kasus Haris Azhar dan Fatia hanya berhenti sampai penetapan sebagai tersangka. Dia juga melihat ada kejanggalan dalam proses setelah pemeriksaan sebagai tersangka. Haris Azhar dan Fatia baru dimintakan bukti-bukti, saksi-saksi, dan ahli-ahli yang ingin diajukan Haris dan Fatia.

Selain itu, menurut Julius, pertanyaan terhadap saksi hanya formalitas dan mengulang dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang sudah diajukan. Kejanggalan lainnya, tidak ada skema yang diwajibkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri dalam penerapan UU ITE.

“Dalam pemeriksaan saksi-saksi yang diajukan dan dokumen-dokumen, tidak ada satu pun pertanyaan yang mengarah pada pemenuhan SKB tiga menteri. Baik menggali apakah ini bersifat akademik atau tidak, tujuannya untuk kepentingan publik atau tidak. Tidak dipertanyakan sampai ke sana,” terang Julius.

Terkait dengan langkah praperadilan, Julius masih mempertimbangkan berbagai macam langkah. Namun, dia juga akan melihat situasi dan kondisi di lapangan. Perlu ada identifikasi apakah medan perangnya bersih atau sudah dipengaruhi banyak pihak mengingat mereka berhadapan dengan kekuasaan.

“Ketika prosedur tadi pun banyak dilanggar, yang lain juga diam. Artinya kalau banyak yang bersikap diam, banyak yang mendukung pelanggaran-pelanggaran itu. Jangan-jangan jika mengajukan praperadilan, hal demikian juga terjadi,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFENet) Damar Juniarto mengingatkan, ada ancaman nyata dari UU ITE terhadap para intelektual atau orang-orang pintar. Dia mengatakan, ada banyak kasus laporan terhadap orang-orang pintar yang memberikan kritik baik kepada internal kampus atau yang terjadi di masyarakat. Mereka dikenakan pasal-pasal yang dianggap bermasalah seperti pemidanaan defamasi, pencemaran nama baik, atau ujaran kebencian.

“Ruang-ruang akademik yang mulia dan harusnya bisa diemban para orang-orang pintar, menjadi sebuah ruang yang tidak bersih dari represi,” tutur Damar.

Permasalahan yang lebih penting dan perlu dikhawatirkan, menurut Damar lagi, adalah kembalinya otoritarianisme, serta kebangkitan otoritarianisme digital.

“Jangan sampai apa yang sudah kita upayakan dua dekade lalu jadi mundur dan mengarah pada kebangkitan otoritarianisme,” pungkasnya. (*)

Categories
Berita Kegiatan

Menteri Sri Mulyani Bagikan Kunci Resiliensi di Acara Future Star Corps

Jakarta, 9 April 2022 – Berbagai tantangan, hambatan, dan bahkan kegagalan pasti dihadapi dalam jalan menuju impian. Salah satu kunci mengatasinya adalah dengan membentuk resiliensi yang dimulai dari formasi awal kehidupan seseorang.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani saat membagikan pengalamannya dalam sesi Webinar Program Mentoring Future Star Corps bertajuk “Fall Seven, Rise Eight: Membangun Ketangguhan Mental Agar Konsisten Berprestasi” yang digelar Almamater Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) melalui Zoom, Sabtu (9/4/2022).

Dalam sesi Mentoring Future Star Corps, Sri Mulyani bercerita, dukungan keluarga menjadi modal penting yang membentuk pola pikirnya saat ini.

“Di sekolah kita kompetitif. Kakak saya juara, tapi saya dari SD tidak pernah juara kelas. Pada saat itu saya mungkin bisa jadi orang paling minder. Orang tua saya sangat memahami anak yang belum juara itu bukan anak yang gagal. Itu masa-masa kritikal dalam formasi kita. Jadi saya tetap merasa oke-oke aja meski nggak juara kelas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menerangkan, sikap pertama dalam menghadapi kegagalan menjadi sangat penting. Merasa kecewa dan sedih itu wajar. Namun, jangan sampai menyiksa diri dengan berlarut-larut dan membodoh-bodohi diri sendiri.

Menurutnya lagi, dalam hidup ada hal-hal yang bisa kita kontrol dan ada yang tak bisa kita kontrol. “Kalau bisa dikontrol, kita berbuat yang terbaik, mikir, minta advice sama orang lain,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani pun berkata, ada kalanya kegagalan menjadi suatu keberkahan. “Kadang kegagalan itu menjadi blessing. Perspektif memberikan wisdom. Yang tadinya kita anggap gagal, memalukan, ternyata itu adalah jalan keluar,” ucapnya.

Profesional Coach, Co-Founder Kubik Coaching Ferlita Sari menjelaskan, untuk dapat bangkit dari keterpurukan harus menyadari bahwa kegagalan bisa dialami siapa saja.  Ada tiga cara pandang tidak sehat yang membuat kita jadi sulit untuk bangkit. Pertama bagaimana kita memandang diri kita, kedua bagaimana memandang orang lain, ketiga bagaimana memandang dunia.


Dia pun membagikan empat pola pikir yang dimiliki oleh orang yang memiliki resiliensi. Menurut Ferlita, orang yang memiliki resiliensi meyakini kesulitan bisa menimpa siapa saja. Selain itu, mereka juga meyakini, di dunia tidak ada yang abadi, termasuk kegagalan dan kesulitan hidup. Mereka juga fokus pada apa saja yang bisa diubah. Lalu, mereka percaya bahwa dukungan selalu ada. Jika tidak melalui keluarga, ada teman, atau bahkan bisa mencari melalui dukungan profesional.

“Modal resilient sudah diberikan Tuhan kepada kita. Pada saat masih kecil, jatuh ya bangun lagi, nggak ada masalah. Jatuh dua kali, bangun tiga kali. Jatuh tujuh kali, bangun delapan kali,” tutur Ferlita. 

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, generasi muda sebagai pemimpin bangsa pada 2045 harus memiliki resiliensi. Hal ini disebabkan begitu banyaknya tantangan yang dihadapi dengan adanya kondisi Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA) akibat pandemi.

Untuk itu, sebagai bagian dari kaderisasi Almamater Center ILUNI UI, Future Star Corps kembali diadakan. Future Star Corps merupakan program seminar, coaching, dan mentoring yang dilaksanakan oleh Departemen Alumni Mentorship di bawah Almamater Center ILUNI UI untuk mahasiswa tingkat akhir dan alumni muda. Kegiatan ini menurut Andre juga menjadi upaya untuk membangun semangat mentorship dan dialog dari alumni muda dan senior.

“FSC ini memberi soft skill karena kita melihat EQ menjadi sangat penting. Emosional, ketangguhan, dan ketahanan mental jadi berperan dalam menentukan sukses atau tidak dalam menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” ujarnya.

Menambahkan Andre, Ketua Departemen Alumni Mentorship Almamater Center Hesti Nur Lestari menjelaskan, tema resiliensi dipilih dalam kegiatan kali ini karena sejalan dengan adanya peringatan Hari Kartini. Sosok Kartini dipandang sebagai sosok yang memiliki semangat untuk bangkit kembali walau menghadapi tantangan, serta selalu melihat peluang yang ada untuk meraih impian.

“Ini tahun terakhir FSC di tahun ketiga ILUNI. Kita ingin meninggalkan kesan bahwa berjuang meraih impian itu banyak hambatannya. Tapi yang penting bagaimana kita konsisten menghadapi setiap tantangan. Kalau jatuh bangkit lagi, kalau jatuh tujuh kali, bangkit delapan kali,” tutupnya.

Dalam acara tersebut, diselenggarakan juga kegiatan coaching bersama para fasilitator dan coach dari Tribe Points of You Indonesia. Pada sesi coaching intensif selama dua jam, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi diri lebih dalam dan menemukan  insight yang dapat membangun semangat diri. (*)

Categories
Berita Kegiatan

Epidemiolog UI: Varian Baru Meledak karena Surveilans Berjalan Kurang Baik

Jakarta, 29 November 2021 – Epidemiolog UI Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc. mengungkapkan, varian baru COVID-19 meledak di Indonesia karena surveilans berjalan kurang baik.  Berdasarkan laporannya, perkembangan kasus di Indonesia pada Januari mencapai 18 ribu, pada Juli kasus tertinggi mencapai 54 ribu, sedangkan kasus kumulatif hari ini 4.255.000 dengan kasus harian 264.

“Kalau lihat laporannya, sebenarnya surveilans kita itu antara baik dan tidak.  Menurut saya kurang baik dalam melaporkan kasus hariannya dengan benar,” papar dr. Miko dalam sesi diskusi daring Forum Diskusi Salemba dengan tema “Kesiapan Indonesia dalam Mencegah Potensi Gelombang Ketiga COVID-19”, Senin (29/11)

Berdasarkan pemaparan dr. Miko, kasus kumulatif Indonesia menempati posisi 14 di seluruh dunia dengan 4 juta kasus. Sedangkan angka kematian berada di posisi 7 secara global. Hal ini menunjukkan ada ketimpangan antara kasus aktif dan angka kematian. Selanjutnya, menurut dr. Miko ada bias reporting dalam laporan angka kasus di Indonesia karena surveilors dan survei selalu memberikan angka yang berbeda. Di Bali ada 54 kali lebih besar, sedangkan di Jawa Barat dinyatakan ada perbedaan data sebesar 5.000 kasus yang tidak dilaporkan, sementara di Jawa Tengah ada 6.000 kasus. “Hati-hati terhadap bias reporting ini. Indonesia bisa menyimpannya tapi bahaya besar akan mengancam,” kata dia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam sambutannya menilai pemerintah telah berupaya untuk mencegah berkembangnya varian Omicron di Indonesia. Meski begitu, Andre meminta agar upaya ini terus dijaga terutama dalam menghadapi Nataru. Apalagi setelah ada prediksi dari Satgas adanya peningkatan kasus akibat varian baru.

“Ada yang bilang varian Omicron ini lebih lemah dari varian sebelumnya, tapi kita juga tidak bisa mengambil risiko. Meski begitu, kita juga tidak bisa mengesampingkan kebutuhan masyarakat bersosialisasi dan melaksanakan kegiatan ekonomi,” ucap Andre.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D. menyampaikan, vaksinasi, protokol kesehatan, dan menjaga mobilitas penting dalam menghadapi potensi gelombang yang akan datang, Pemerintah pun harus meningkatkan kemampuan daerah dengan 5S dan 1 T yakni strategi, struktur, sistem, skill, speed, dan target. “Salah satu contoh adanya isolasi terpusat. Kalau tidak ada isolasi terpusat pada saat lonjakan kedua kemarin, pasti korbannya jauh lebih banyak lagi karena antrean sudah sampai di lapangan parkir berbagai rumah sakit,” jelas Prof. Wiku.

Lebih lanjut, Prof. Wiku memaparkan, Indonesia punya kebijakan berlapis. Salah satunya, dengan adanya skrining dan karantina untuk pelaku perjalanan internasional untuk mencegah masuknya varian baru ke Indonesia. Prof. Wiku juga menjelaskan, dalam pelaksanaan PPKM level 3 sesuai Inmendagri No.62 Tahun 2021 dipastikan fasilitas publik betul-betul terkendali, serta tidak menimbulkan mobilitas berlebihan. “Untuk itu, kolaborasi pentahelix betul-betul dilakukan. Seluruh elemen bekerja, tidak hanya pemerintah dan nakes,” tambah dia.

Inisiator  PandemicTalks  Mutiara Anissa  juga mengingatkan,  saat ini adalah waktu yang sangat krusial. Minggu-minggu ke depan menurutnya jadi penentu apakah varian baru akan masuk dan apakah ada potensi gelombang ketiga terbentuk. Bukan hanya karena libur Nataru, tapi juga adanya varian Omicron. Dia juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat jangan jumawa meski sudah mendapatkan vaksinasi karena itu bukan satu-satunya yang mencegah penyebaran COVID-19.  Menurutnya, tracing di Indonesia sangat perlu digenjot dan diperbaiki. ”PandemicTalks akan menoba mengupdate setiap harinya tentang varian Omnicron. Sekarang seluruh dunia sedang meneliti dan melacak dengan baik varian tersebut, maka informasinya cepat berganti bisa diralat, dihapus, dan sebagainya,” tutur dia.

Pembatasan perjalanan dari dan keluar negeri, menurutnya, bisa jadi first line of defense. Pembatasan ini juga perlu didukung surveilans genomic sebagai satu-satunya cara menemukan varian Omnicron.  Surveilans ini juga harus ditingkatkan dengan melakukan surveilans dalam negeri untuk melihat transimisi lokal secara acak. Masyarakat juga perlu untuk selalu diingatkan untuk menjaga protokol kesehatan. Selain itu, Mutiara juga mendukung adanya pembatasan sosial berupa PPKM level 3.

“Tidak hanya memberi batasan, paling tidak secara psikologis masyarakat jadi sadar bahwa tidak boleh terlalu euforia. Salah satu poin edukasi yang perlu diingatkan ke publik adalah COVID-19 itu penyakit komunal di mana perilaku kita masing-masing memiliki pengaruh ke komunitas,” tegas Mutiara. 

Dalam mengantisipasi adanya ancaman gelombang ketiga COVID-19, Ketua Policy Center M. Jibriel Avessina turut mengingatkan agar masyarakat memantau update dan strategi antisipasi dari pemerintah. Jibriel juga menekankan pentingnya best case dan worst case dalam menghadapi varian baru Omnicron dari pemerintah. “Tentu saja kita berharap pada kegiatan ke depan, ada proses-prosesnya sehingga perlindungan kesehatan dan gerak ekonomi bisa berjalan seimbang. Tentu ada perbedaan dari kondisi lalu sebelum vaksinasi, sekarang sudah ada. tapi juga ada hal-hal yang harus dijaga bersama,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Ekonom UI sekaligus Ketua ILUNI UI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, secara ekonomi, kesiapan Indonesia dipandang cukup solid dalam konteks kesiapan menghadapi ancaman gelombang ketiga.  Meski begitu, saat ini masyarakat dinilai dalam kondisi tertekan. Salah satunya karena adanya pembatasan sosial yang menyebabkan tekanan ekonomi.

Akan tetapi, menurut Fithra masyarakat masih lebih optimis melihat ekonomi ke depan. Saat ini COVID-19 dipandang bukan jadi faktor yang menakutkan bagi masyarakat. Walaupun demikian, Fithra juga mengingatkan agar jangan sampai optimisme ini mengintai bahaya kesehatan. “Harapannya ketika pemerintah melakukan prioritas-prioritas bagaimana faktor kesehatan dipulihkan, vaksinasi didorong, diseminasi memadai terhadap bahaya COVID-19 bisa jadi faktor pendorong ekonomi ke depan,” jelasnya. (*)

Categories
Berita Kegiatan

4.500 Pelari Siap Ramaikan BNI-UI Half Marathon 2021

Jakarta, 18 November 2021 – Lebih dari 4.500 orang peserta telah siap berlari meramaikan BNI-UI Half Marathon 2021 yang akan digelar 20 November 2021 – 5 Desember 2021 secara virtual. Para peserta yang telah mendaftar berasal dari para alumni UI, komunitas lari, dan masyarakat umum.

Meskipun masih digelar virtual, BNI-UI Half Marathon 2021 yang sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraan ini tak sepi peminat. Hal ini mengingat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat agar tetap menjaga imun tubuh tetap kuat selama pandemi.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam konferensi pers BNI-UI Half Marathon 2021 (BNI-UIHM) di Jakarta, 18/11 mengatakan kegiatan lari tahunan ini hadir sebagai sebuah gerakan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, menghubungkan sesama pelari semasa pandemi, serta mendorong Indonesia untuk kembali bangkit. “Pada masa pandemi ini, kita tetap perlu menjaga kesehatan dan saling terhubung dengan satu dan yang lainnya, utamanya para pelari. BNI-UIHM tahun ini hadir untuk mengakomodir kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menyampaikan kegiatan lari tahunan ini adalah sebuah gerakan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, menghubungkan sesama pelari semasa pandemi, serta mendorong Indonesia untuk kembali bangkit.

“Ajang ini pun menjadi momentum perseroan untuk pembuktian dukungan BNI terhadap sektor pendidikan nasional, yang mana BNI telah berada di kampus-kampus di Indonesia ini sejak tahun 1960-an sehingga sering disebut juga sebagai Bank Kampus,” sebutnya. 

Sis Apik menuturkan BNI banyak bekerjasama dengan UI dan ILUNI UI wujudkan Campus Financial Ecosystem antara lain melalui  Penerbitan Smartcard bagi anggota ILUNI UI, Penerbitan Kartu Kredit UI Card, Produk Reksadana BNI AM Makara Investasi untuk Endowment Fund UI, Program UI Connect sebagai platform yang menghubungkan antar alumni UI di Indonesia maupun di luar negeri. “Salah satu tujuan dari BNI dan UI dalam mengadakan kegiatan BNI UI Half Marathon ini adalah untuk menggalang endowment fund atau dana abadi yang produknya telah dikerjasamakan oleh BNI bersama UI dengan nama Reksadana BNI AM Makara Investasi yang telah dikerjasamakan sejak tahun 2016” tuturnya.

Sis Apik juga menyampaikan animo pelari BNI UI Half Marathon tetap tinggi pada  tahun ini, meski penyelenggaraannya dilakukan secara virtual. Ada sekitar kurang lebih 4.500 orang yang sudah registrasi sampai dengan saat ini yang berasal dari alumni UI, komunitas lari dan masyarakat umum.

“Tentunya kami berharap acara berlangsung tetap meriah. Kami juga menyisipkan berbagai program entertainment menarik untuk memberi semangat pada peserta baik sebelum hingga berakhirnya ajang BNI UI Half Marathon ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BNI-UI Half Marathon 2021 Dhany Marlen memaparkan, BNI-UIHM 2021 akan menjadi ajang lari secara virtual dengan menggunakan aplikasi GERAK dan mengundang komunitas dari berbagai daerah untuk ikut berlari. “Peserta dapat berlari di tempatnya masing-masing dan bahkan dapat juga berlari di luar wilayah Indonesia,” tutur Dhany.

Lebih lanjut, Dhany juga membeberkan, hanya ada satu jarak lari yang harus dilaksanakan oleh peserta BNI-UIHM 2021, yakni sepanjang 21.1 kilometer. Terdapat dua kategori submission bagi peserta untuk dipilih, yakni multiple submission dan single submission. Selain itu, peserta yang menyelesaikan lari pada BNI-UIHM 2021 berkesempatan menerima undangan untuk mengikuti seri BNI-UIHM berikutnya yang dilaksanakan secara luring. “Siapapun bisa berlari, dan bagi yang menyelesaikan lari, bisa mendapatkan undangan untuk berlari secara offline di UI-Half Marathon seri berikutnya,” tambahnya.

BNI-UI Half Marathon 2021 menawarkan pengalaman berbeda sebagai ajang lari virtual. Tersedia fitur menarik seperti virtual cheers dan playlist spotify untuk menemani peserta selama berlari. Ada juga fitur lainnya berupa filter Instagram virtual gate yang dapat digunakan oleh setiap pelari. Selain itu, panitia juga telah menyiapkan beberapa hadiah menarik bagi peserta yang menyelesaikan beberapa tantangan yang akan disampaikan kepada peserta menjelang periode lari.

Categories
Berita Iluni 4.0 Kegiatan

Dukung RSUI, ILUNI UI dan Arogya Ciptakan Layanan Kesehatan Berbasis AI

Depok, 5 November 2021 – Untuk mendukung operasional Rumah Sakit UI (RSUI), Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bekerja sama dengan perusahaan teknologi Artificial Intelligence (AI) Arogya.ai menciptakan inovasi dalam layanan kesehatan. Kerja sama ini memanfaatkan teknologi AI berbasis infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) untuk mendukung supply chain dan administrasi rumah sakit.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, kerja sama ini juga merupakan Hasil Temu dan tonggak baru kerja sama dengan almamater UI dan juga perusahaan alumni UI, yang diorkestrasi ILUNI UI. “Hal ini merupakan salah satu misi ILUNI UI untuk menghubungkan alumni, untuk memberi manfaat kepada RSUI sebagai salah satu teaching hospital terkemuka di Indonesia, dan kepada bangsa,” ungkap Andre dalam acara penandatanganan kerja sama ILUNI UI, RSUI, dan Arogya.ai bertempat di Auditorium lantai 4, RSUI, Kampus UI Depok.  

Andre melanjutkan, ke depan artificial intelligence dan big data jadi prasyarat institusi untuk maju. Saat ini, pandemi menimbulkan disrupsi di supply chain dan semua port terhambat karena supply barang terhambat. Efeknya pun menjalar sampai sekarang. Oleh karena itu, menurut Andre, kemampuan memprediksi ke depan dengan AI jadi krusial untuk menentukan sukses dan kelancaran kegiata di rumah sakit. “Logistik atau supply chain selama pandemi jadi sangat penting. Seperti yang kita tahu, ada kelangkaan obat, kelangkaan alkes di rumah sakit. Kalau kita tahu, bisa kita prediksi dari awal kebutuhan-kebutuhannya. Karena kemampuan ada, tapi materialnya yang tidak ada. Jadi mudah-mudahan makin banyak alumni yang membawa expertise-nya ke kampus,” kata dia. 

ILUNI UI dengan konsep ruang temu, pada tahun ketiga mengedepankan Hasil Temu. Andre berharap  kolaborasi antar banyak pihak di mana ada alumni dan expertise, serta menjadi legacy yang bisa dikembangkan. “ILUNI UI sebagai organisasi alumni UI siap menjadi medium mempertemukan semua kepentingan, baik dari universitas, almamater, Kita dorong agar kemajuan tercapai,” ujar Andre.

Ketua ILUNI 4.0 Fithra Faisal menjelaskan, fasilitasi kerjasama antara arogya AI dengan RS UI ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program-program center 4.0 yang selalu mengedepankan prinsip kolaborasi dan inovasi. “Center 4.0 memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dari kolaborasi produktif ini. Hendaknya kedepan, ini menjadi preseden bagi aktivitas kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam ekosistem Universitas Indonesia,” kata Fithra.

Direktur Utama  RSUI DR. dr. Astuti Giantini Sp. PK (K), MPH menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan. Dukungan ini tidak hanya untuk masa pandemi saja, tapi diharapkan berlanjut hingga memasuki masa post-pandemic. “Peranan teknologi justru semakin dibutuhkan. Untuk itu, kami sangat mengapreasiasi hadirnya inovasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence atau AI di RSUI,” ungkap dr. Astuti.

Lebih lanjut, dr. Astuti juga memaparkan, teknologi tersebut menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien, mulai dari supply chain hingga administrasi. Sehingga diharapkan teknologi ini dapat menekan biaya operasional yang lebih besar. “Hal ini juga menjadi langkah kesiapan RSUI untuk menjadi rumah sakit yang menerapkan digitalisasi di Indonesia guna mendukung Universal Health Coverage (UHC). RSUI berharap kolaborasi ini dapat berjalan efektif dalam upaya peningkatan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi tinggi,” imbuh dia.

Sementara itu, Founder dan CEO Arogya.ai Victor Fungkong menjelaskan dalam sambutannya, supply chain sangat vital dalam sistem pelayanan rumah sakit.  Akan tetapi, sering kali purchasing rumah sakit melakukan forecast kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan berdasarkan analisis yang dinamik, Akibatnya, forecast tersebut menjadi kurang akurat mengakibatkan overstock dan understock. Adanya sistem order dan inventory management berbasis artificial intelligent pun dapat membantu pihak managemen untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan dan peralatan medis dengan akurat. “Oleh sebab itu, Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager, dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia, diciptakan di Indonesia, untuk  layanan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Categories
Berita Kegiatan

Polarisasi Mengancam Bangsa, ILUNI UI Rilis Gerakan Kohesi Kebangsaan

Jakarta, 28 Oktober 2021 – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, polarisasi yang menguat kembali kini mengancam di tengah masyarakat. Isu polarisasi yang kian menguat itu bisa mengancam persatuan bangsa. Melihat fenomena itu, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian mendorong agar semangat Sumpah Pemuda menjadi penggerak dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa saat ini dan meluncurkan Gerakan Kohesi Kebangsaan.

“Pandemi yang terjadi saat ini tak hanya menjadi ‘test of a nation’, COVID-19 telah membuka kotak pandora terpolarisasinya bangsa yang selama ini tersimpan dan tertutup rapi dalam kelompok-kelompok anak bangsa,” ujar Andre dalam pidatonya pada acara “Pidato Kebangsaan dan Peresmian Gerakan Membangun Kohesi Bangsa” yang diselenggarakan secara luring di IMERI FKUI dan juga daring melalui Youtube ILUNI UI, Kamis (28/10).

Gerakan ini berkomitmen mendorong segenap elemen bangsa untuk merefleksikan dan menggali kembali pilar-pilar kebangsaan secara kontekstual, mempromosikan identitas bersama serta mendorong kepemimpinan nasional bersikap terbuka dan kolaboratif. “Kami akan melakukan berbagai aktivitas  dan mengajak semua anak bangsa bergotong-royong terlibat dalam gerakan “Kohesi Kebangsaan”, membangun Indonesia yang diharapkan bersama,” tegas Andre. 

Dia menjelaskan, di tengah upaya pemerintah bekerja keras mengatasi pandemi dengan berbagai kebijakan seperti PPKM, social distancing, maupun program vaksinasi, muncul polarisasi di dalam masyarakat. Informasi sebagai hoax dan berbagai misinformasi  menimbulkan keraguan bahkan penolakan terhadap kebijakan dan program pemerintah. Masyarakat yang terpolarisasi, kohesi sosial menjadi media untuk merekatkan bangsa.  Andre juga mendorong Indonesia untuk memanfaatkan kemajuan teknologi pada masa revolusi industri 4.0 mempromosikan kohesi dengan memaksimalkan gotong royong digital. “Gotong royong digital ini akan membuka beragam peluang baru untuk Indonesia  berkolaborasi seperti mengembangkan ekonomi berbagi yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan komitmen ILUNI UI dalam menjawab berbagai tantangan yang hadir pada masa pandemi. Andre memaparkan, salah satu upaya ILUNI UI dalam membantu penanganan pandemi melalui program ILUNI Tanggap COVID-19. Melalui program tersebut, ILUNI UI telah melakukan 145 kegiatan baik di tingkat pusat, wilayah, fakultas, chapter, serta mengumpulkan donasi sebesar Rp 57 miliar. “ILUNI UI juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program layanan vaksinasi untuk masyarakat, serta membuat berbagai diskusi dan rekomendasi berupa Policy Paper untuk pemerintah,” tambahnya.

Menurut Andre, Indonesia memiliki modal kuat menjadi resilien. “Covid ini juga membuka mata bahwa kita memiliki modal sosial yang memadai untuk resilien menghadapi krisis. Pengalaman kami di ILUNI UI dan gerakan-gerakan lain dalam membantu pandemi telah membuktikannya,” kata Andre.

Selanjutnya, Andre menekankan pentingnya kohesi kebangsaan dalam menghadapi ancaman polarisasi khususnya dampak Pilpres 2019 dan di tengah situasi pandemi saat ini. Dia menyoroti adanya fenomena “framing” dan “stereotyping” dalam kampanye politik, serta kehadiran para pendengung atau buzzer di media sosial, yang dianggap mempertajam dan memperluas polarisasi. Dia juga menyayangkan dampak negatf yang timbul akibat adanya oknum-oknum elit lokal dan nasional yang saling menjatuhkan. “Belum lagi, munculnya kontroversi di tengah perjuangan menghadapi pandemi seperti polemik UU Cipta Kerja, termasuk kontroversi tes wawasan kebangsaan KPK. Isu polarisasi ini jadi permasalahan sangat serius yang harus segera kita tangani bersama,” tukas dia.

Untuk itu, Andre menyerukan agar segenap pemangku kepentingan mengambil peran dalam menjaga keharmonisan bangsa. Dia juga mendorong pemerintah untuk berperan aktif dalam mengatasi polarisasi yang kini kembali muncul dalam urusan penanganan pandemi COVID-19. “Pemerintah dan segenap elemen masyarakat perlu menghadang upaya oknum kelompok elit yang berusaha mendompleng isu polarisasi demi kepentingan mereka,” pungkasnya. (*)

Categories
Berita Kegiatan

ILUNI UI Nilai Mahasiswa Berperan Penting dalam Revitalisasi Nasionalisme

Jakarta, 21 Agustus 2021 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian menilai mahasiswa memiliki peranan penting dalam revitalisasi konsep nasionalisme. Apalagi pandemi dan revolusi industri 4.0 dalam segala aspek telah mengubah konsep nasionalisme.

“Teman-teman mahasiswa sebagai warganet merupakan dasar dan modal besar bangsa. Kalau di 2040-2045 Indonesia jadi negara berpenghasilan tinggi dan negara yang maju, jangan sampai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme berubah ke arah yang salah,” kata Andre dalam sambutannya pada Webinar bertajuk “Seminar Daring Kebangsaan BEM UI 2021 X ILUNI UI: Mahasiswa, Pandemi, dan Revitalisasi Nasionalisme Kita”, kerja sama BEM UI dan ILUNI UI.

Andre menjelaskan, pandemi telah mempercepat proses beralihnya sosialisasi, belajar, dan bekerja. Batas-batas antar negara pun semakin blur, sehingga memungkinkan orang berinteraksi tanpa batas. Situasi ini akan membuka peluang masuknya nilai-nilai dan budaya asing dengan lebih mudah. 

“Oleh karena itu, ILUNI UI menganggap ini hal yang penting dan ajakan kolaborasi BEM UI merupakan suatu kehormatan bagi ILUNI UI. Mudah-mudahan kita bisa mendefinisikan kembali nilai-nilai nasionalisme kita,” ujarnya.

Sementara itu Marsekal TNI-AU Hadi Tjahjanto mengatakan, Indonesia kini menghadapi tantangan internal dan eksternal bagi nasionalisme bangsa. Indonesia merupakan bangsa majemuk yang akibatnya berpotensi menghadapi ancaman perpecahan. Dia berpendapat, kecenderungan mengotak-ngotakkan golongan atas nama kepentingan demokrasi sebagai salah satu yang dapat memperuncing perbedaan dan menihilkan perjuangan pahlawan untuk mempersatukan bangsa.

Selain tantangan internal, globalisasi menjadi ancaman eksternal yang akan mengancam nilai-nilai kearifan lokal berbasis tradisional. Dia pun menekankan pentingnya kesadaran kolektif bangsa sebagai negara kesatuan berdasarkan Pancasila seperti pada Pembukaan UUD 45. Hal ini yang mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Butuh komitmen kuat seluruh anak bangsa, termasuk para mahasiswa sebagai pemimpin bangsa di masa depan,” tuturnya.

Ketua Almamater Center ILUNI UI M. Try Sutrisno Gaus memandang nasionalisme harus dilihat dari pendekatan substansif. Nasionalisme jangan dilihat secara sempit dan kontradiktif dengan tujuannya. “Jangan sampai nasionalisme terjebak dalam tataran jargon dan narasi. Padahal nasionalisme sangat dibutuhkan di tataran implementasi,” tegas Gaus.

Gaus juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk berkontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, kontribusi sebagai mahasiswa dan alumni UI sangat dinantikan oleh masyarakat. Kontribusi ini juga menjadi implementasi atas nilai-nilai nasionalisme pada negara yang tengah dilanda pandemi.

“Selain jadi mahasiswa, di kampus ada yang jadi aktivis BEM, pengurus lembaga kemahasiswaan, asdos, asisten lab, dan lain-lain. Semua punya potensi masing-masing yang patut disyukuri agar potensi tersebut dapat dikontribusikan ke masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Gaus mengingatkan sebagai agen perubahan yang memiliki ilmu pengetahuan, mahasiswa harus bersikap adil. Tak banyak warga negara Indonesia yang memiliki kesempatan sebagai mahasiswa. Untuk itu, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan, mahasiswa juga bisa berkontribusi melalui jaringan yang dimiliki sebagai mahasiswa, aktivis, maupun entrepreneur mahasiswa.

“Mari teman-teman mahasiswa dan alumni UI, kita tumbuhkan dan implementasikan nilai-nilai nasionalisme kita dengan mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki. Adillah dengan diri kita dan masyarakat di sekitar dengan karya dan kerja nyata,” ajaknya.

Sementara itu, menurut Sejarawan FIB UI Dr. Anhar Gonggong, nasionalisme Indonesia belum selesai. Dia juga mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan hanya bangga karena telah merdeka. Namun, lebih penting adalah untuk tetap memelihara dan menyadari berbagai tantangan berarti yang tengah dihadapi seperti misalnya pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Berkaitan dengan pandemi, Anhar mengatakan peranan pemuda dan mahasiswa menjadi sangat penting.

“Yang utama harus diberitahu kepada masyarakat yang sebagian besar belum berpendidikan adalah apa arti kesehatan, apa arti kita berhadapan dengan pandemi. Sehingga kita dapat mengatakan kepada mereka bahwa jika kita tidak bisa menyelesaikan pandemi, maka kita akan menghadapi masa depan yang suram,” jelasnya.

Dia juga meminta para politikus untuk sadar betul dalam memahami Pancasila. Pancasila bukan omongan tapi harus diwujudkan. “Para politikus harus melaksanakan makna Pancasila, sehingga apa yang kita harapkan dari negara berpancasila akan dinikmati seluruh bangsa. Di situ makna kebangsaan merdeka kita,” tutupnya. (*)