Bantuan Medis dan Dukungan Psikososial Masih dibutuhkan Penyintas Banjir di Lebak

Banjir di Lebak Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan bencana banjir bandang terdahsyat yang pernah dialami wilayah ini, hingga ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) provinsi oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Di hari ketiga bencana, ILUNI UI kembali menurunkan Community Disaster Response (CoDRT) untuk memberikan bantuan tanggap darurat. Keseluruhan tim berjumlah 15 orang, dua di antaranya adalah Ketua Alumni Peduli Center, Missi A. Lawalata dan Ketua Community Development Center, Indri Juwono. Tim yang dipimpin oleh Muhammad Al Fatih (ILUNI MENWA UI) sebagai penanggungjawab lapangan, dibantu oleh sejumlah pemuda Karang Taruna Maja, dan bekerjasama dengan Indonesia Off Road Federation (IOF) Banten yang menyediakan enam kendaraan 4×4 agar tim dapat menempuh medan yang sulit. Tim juga berkolaborasi dengan ILUNI UI Wilayah Banten.

Salah satu misi dari tim CoDRT ILUNI UI Peduli Banjir adalah menjangkau daerah yang relatif terisolir di Lebak. Ketua Umum ILUNI UI, Andre Rahadian menyatakan, “Saat itu, selama tiga hari, tim Advance turun dan menjangkau daerah-daerah yang relatif terisolir dan minim bantuan. Daerah operasi meliputi dua kecamatan terparah terdampak bencana yaitu Curug Bitung, khususnya di Desa Mayak dan di Kecamatan Sajira, khususnya Desa Sajira Mekar, Somang dan Naganjing Sukajaya. Dua desa terakhir ketika itu masih relatif terisolir karena putusnya akses transportasi darat.” papar Andre.

Penanggungjawab lapangan, Muhammad Al Fatih, memaparkan bahwa dalam operasinya di wilayah Lebak, Tim CoDRT memberikan bantuan logistik berupa bahan makanan pokok, perlengkapan bayi dan balita, peralatan sanitasi dan kebutuhan hidup lainnya. “Kami menurunkan lima anggota alumni Menwa UI yang terlatih turun dalam situasi kebencanaan untuk melakukan mapping daerah terdampak yang terisolir dan belum mendapatkan bantuan, melakukan asesmen untuk merencanakan program selanjutnya,” ujar Al Fatih.

Di masa Tanggap Darurat, selain bantuan logistik salah satu bentuk bantuan yang diperlukan adalah bantuan medis dan obat-obatan. Pelayanan kesehatan oleh tim medis terdiri dari enam dokter dari ILUNI MKK FKUI dan lima perawat dari ILUNI FIK UI. Tim medis kemudian dibagi dua kelompok, bekerja melakukan pemeriksaan dan pengobatan di dua titik. Pertama di Desa Mayak, kedua di Desa Sajira Mekar. Selain membawa obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat dalam kondisi darurat bencana, tim medis juga membawa minor surgery apparel.

Salah satu daerah yang terdampak banjir cukup parah adalah Desa Mayak yang berada di Kecamatan Curug Bitung. Di Posko Kesehatan Desa Mayak perhari ada sekitar 20 orang pasien yang berkunjung, dengan berbagai keluhan.  Sementara di Desa Sajira Mekar, walau relatif lebih mudah dijangkau dan bantuan logistic mencukupi, masyarakat penyintas tetap membutuhkan bantuan layanan medis dan psikologi. Beberapa keluhan yang tercatat di antaranya adalah demam, panas-dingin, gatal-gatal, nyeri dada, sesak, sakit kepala dan pusing, jantung berdebar, cedera, diare, serta beberapa keluhan lain. Selain itu, kasus-kasus hipertensi juga ditemukan.

Koordinator Tim Medis, Dr. dr. Ray Basrowi memaparkan, “Bantuan tenaga medis dan obat-obatan masih sangat dibutuhkan dalam masa darurat ini, terutama untuk terapi penyakit infeksi kulit, ispa dan luka ringan,” jelas Dr. dr. Ray. Ia pun menambahkan pentingnya pengadaan sarana sanitasi, terutama Mandi Cuci Kakus (MCK).

“Saat ini, sarana MCK banyak yang sudah tidak berfungsi. Dikhawatirkan jika warga BAB/BAK di sembarangan tempat, akan semakin memicu timbulnya berbagai penyakit infeksi lain,” tukas Dr. dr. Ray. Lebih jauh, ia pun menjelaskan, walaupun obat-obatan relatif mencukupi, tapi tenaga dokter hampir bisa dibilang sangat minim.

Masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Pemprov Banten masih berlangsung hingga 14 Januari. Masih banyak kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh penyintas banjir di daerah Lebak. Untuk itu, ILUNI UI Peduli Banjir telah menyiapkan sejumlah rencana untuk membantu pemulihan wilayah Lebak paska banjir, salah satunya dengan program penanaman vetiver. Vetiver atau tumbuhan akar wangi merupakan tumbuhan yang memiliki multifungsi, salah satunya pada bagian akarnya mampu mencegah longsor dan banjir. Sesuai arahan Kepala BNPB, ILUNI UI berencana untuk membuat “Pilot Project” penanaman Vertiver (akar wangi) di titik operasi ILUNI UI Peduli yang juga pernah dilakukan di tepian sungai Cisanti.

Koordinator ILUNI UI Peduli, Endang Mariani, menjelaskan, “ILUNI UI peduli telah menyusun berbagai rencana untuk pemulihan wilayah Lebak paska banjir. Selain penanaman vetiver, tim medis ILUNI UI Peduli Banjir pun masih akan menindaklanjuti pelayanan yang diberikan. Pendampingan psikososial yang dibutuhkan mungkin ke depannya bukan hanya berupa dukungan psikologi awal atau psychological first aid saja, tapi juga membutuhkan pendekatan psikologis secara profesional untuk beberapa kasus yang ditemukan. Pemulihan ekonomi, mudah-mudahan bisa menjadi perhatian juga,” ujar Endang.

Selain menurunkan bantuan ke lapangan, ILUNI UI membuka donasi ILUNI UI Peduli Banjir sejak 2 Januari. ILUNI UI juga membuka Posko ILUNI UI Peduli Banjir di Sekretariat ILUNI UI, Kampus UI Salemba dan Markas Komando Resimen Mahasiwa Wira Makara (MAKO Menwa) UI Depok. (*)

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

Sekretariat ILUNI UI Communication Officer Devi +62 811-98-43210