Categories
Berita

ILUNI UI Dorong Alumni UI di Lembaga Legislatif Bersama Cegah Polarisasi

Jakarta, 6 April 2022 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian mendorong alumni UI di lembaga legislatif untuk bersama-sama mencegah polarisasi di masyarakat. Andre menilai, hari ini masyarakat mudah terpolarisasi, apalagi di tengah situasi pandemi dan menuju 2024.

Pernyataan tersebut disampaikannya dalam kunjungan pengurus ILUNI UI ke Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani dan Anggota DPR RI Eddy Soeparno bertempat di Gedung MPR RI, Jakarta (6/4/2022). Hadir pula dalam pertemuan, Ketua ILUNI UI Herzaky Mahendra Putra dan Ketua Policy Center ILUNI UI M. Jibriel Avessina.

“Kebutuhan yang dilihat sekarang menuju 2024. Adanya pandemi dan revolusi industri 4.0 membuat masyarakat mudah terpecah,” kata Andre.

Andre menjelaskan, gerakan Kohesi Kebangsaan merupakan gerakan yang telah bergulir sejak 28 Oktober 2021. Gerakan ini bertujuan untuk meredam ancaman polarisasi yang semakin menajam, termasuk beredarnya ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) di tengah situasi pandemi.

“Banyak penggunakan digital sehingga terpolarisasi. Makanya kohesi ini harus dikenal orang dan forum yang pas di MPR. Karena orang paling gampang sekarang membahas persepsi,” ucap Andre.

Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani mendukung inisiasi kolaborasi kegiatan antara ILUNI UI dan MPR RI. Dia pun menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam kolaborasi tersebut.

Dalam pertemuan terpisah, Anggota DPR RI dan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengakui bahaya polarisasi bagi bangsa ini jika dibiarkan terus mengakar dan meyakini polarisasi akan kembali terjadi di 2024. Karena itu, Eddy berharap perlunya upaya sedini mungkin untuk mencegahnya.. Eddy percaya, ILUNI UI bisa menjadi salah satu motor dalam upaya mencegah polarisasi, dengan mempromosikan gagasan kohesi kebangsaan secara aktif.

Sementara itu, Ketua ILUNI UI Herzaky Mahendra Putra menekankan pentingnya kolaborasi bagi seluruh elemen bangsa untuk menjaga dan merawat kohesi kebangsaan, termasuk alumni UI di parlemen. Ruang publik semakin banyak dipenuhi narasi-narasi yang memecah belah. Dan, tugas kita semua untuk memastikan narasi-narasi memecah belah ini tidak mendominasi percakapan publik. Salah satu caranya adalah memenuhi ruang publik dengan diskursus-diskursus positif. Gerakan Kohesi Kebangsaan ini merupakan wujud nyata dari upaya mengedukasi publik untuk mengedepankan kebersamaan di tengah perbedaan, bukannya terpengaruh upaya-upaya polarisasi.

Menambahkan Herzaky, Ketua Policy Center ILUNI UI M. Jibriel Avessina mengatakan, ILUNI UI melalui Policy Center telah berkomitmen untuk mengisi ruang demokrasi dengan kegiatan positif. “Kami telah secara aktif membuka ruang diskusi dari berbagai kalangan untuk sama-sama mencari solusi atas permasalahan bangsa yang ada. Untuk itu, kami meminta kesediaan Bang Eddy bersama-sama memperjuangkan gagasan kohesi kebangsaan ini,” ajak Jibriel. (*)

Categories
Berita Kegiatan

Epidemiolog UI: Varian Baru Meledak karena Surveilans Berjalan Kurang Baik

Jakarta, 29 November 2021 – Epidemiolog UI Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc. mengungkapkan, varian baru COVID-19 meledak di Indonesia karena surveilans berjalan kurang baik.  Berdasarkan laporannya, perkembangan kasus di Indonesia pada Januari mencapai 18 ribu, pada Juli kasus tertinggi mencapai 54 ribu, sedangkan kasus kumulatif hari ini 4.255.000 dengan kasus harian 264.

“Kalau lihat laporannya, sebenarnya surveilans kita itu antara baik dan tidak.  Menurut saya kurang baik dalam melaporkan kasus hariannya dengan benar,” papar dr. Miko dalam sesi diskusi daring Forum Diskusi Salemba dengan tema “Kesiapan Indonesia dalam Mencegah Potensi Gelombang Ketiga COVID-19”, Senin (29/11)

Berdasarkan pemaparan dr. Miko, kasus kumulatif Indonesia menempati posisi 14 di seluruh dunia dengan 4 juta kasus. Sedangkan angka kematian berada di posisi 7 secara global. Hal ini menunjukkan ada ketimpangan antara kasus aktif dan angka kematian. Selanjutnya, menurut dr. Miko ada bias reporting dalam laporan angka kasus di Indonesia karena surveilors dan survei selalu memberikan angka yang berbeda. Di Bali ada 54 kali lebih besar, sedangkan di Jawa Barat dinyatakan ada perbedaan data sebesar 5.000 kasus yang tidak dilaporkan, sementara di Jawa Tengah ada 6.000 kasus. “Hati-hati terhadap bias reporting ini. Indonesia bisa menyimpannya tapi bahaya besar akan mengancam,” kata dia.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam sambutannya menilai pemerintah telah berupaya untuk mencegah berkembangnya varian Omicron di Indonesia. Meski begitu, Andre meminta agar upaya ini terus dijaga terutama dalam menghadapi Nataru. Apalagi setelah ada prediksi dari Satgas adanya peningkatan kasus akibat varian baru.

“Ada yang bilang varian Omicron ini lebih lemah dari varian sebelumnya, tapi kita juga tidak bisa mengambil risiko. Meski begitu, kita juga tidak bisa mengesampingkan kebutuhan masyarakat bersosialisasi dan melaksanakan kegiatan ekonomi,” ucap Andre.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan (Satgas) COVID-19 Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D. menyampaikan, vaksinasi, protokol kesehatan, dan menjaga mobilitas penting dalam menghadapi potensi gelombang yang akan datang, Pemerintah pun harus meningkatkan kemampuan daerah dengan 5S dan 1 T yakni strategi, struktur, sistem, skill, speed, dan target. “Salah satu contoh adanya isolasi terpusat. Kalau tidak ada isolasi terpusat pada saat lonjakan kedua kemarin, pasti korbannya jauh lebih banyak lagi karena antrean sudah sampai di lapangan parkir berbagai rumah sakit,” jelas Prof. Wiku.

Lebih lanjut, Prof. Wiku memaparkan, Indonesia punya kebijakan berlapis. Salah satunya, dengan adanya skrining dan karantina untuk pelaku perjalanan internasional untuk mencegah masuknya varian baru ke Indonesia. Prof. Wiku juga menjelaskan, dalam pelaksanaan PPKM level 3 sesuai Inmendagri No.62 Tahun 2021 dipastikan fasilitas publik betul-betul terkendali, serta tidak menimbulkan mobilitas berlebihan. “Untuk itu, kolaborasi pentahelix betul-betul dilakukan. Seluruh elemen bekerja, tidak hanya pemerintah dan nakes,” tambah dia.

Inisiator  PandemicTalks  Mutiara Anissa  juga mengingatkan,  saat ini adalah waktu yang sangat krusial. Minggu-minggu ke depan menurutnya jadi penentu apakah varian baru akan masuk dan apakah ada potensi gelombang ketiga terbentuk. Bukan hanya karena libur Nataru, tapi juga adanya varian Omicron. Dia juga mengingatkan agar pemerintah dan masyarakat jangan jumawa meski sudah mendapatkan vaksinasi karena itu bukan satu-satunya yang mencegah penyebaran COVID-19.  Menurutnya, tracing di Indonesia sangat perlu digenjot dan diperbaiki. ”PandemicTalks akan menoba mengupdate setiap harinya tentang varian Omnicron. Sekarang seluruh dunia sedang meneliti dan melacak dengan baik varian tersebut, maka informasinya cepat berganti bisa diralat, dihapus, dan sebagainya,” tutur dia.

Pembatasan perjalanan dari dan keluar negeri, menurutnya, bisa jadi first line of defense. Pembatasan ini juga perlu didukung surveilans genomic sebagai satu-satunya cara menemukan varian Omnicron.  Surveilans ini juga harus ditingkatkan dengan melakukan surveilans dalam negeri untuk melihat transimisi lokal secara acak. Masyarakat juga perlu untuk selalu diingatkan untuk menjaga protokol kesehatan. Selain itu, Mutiara juga mendukung adanya pembatasan sosial berupa PPKM level 3.

“Tidak hanya memberi batasan, paling tidak secara psikologis masyarakat jadi sadar bahwa tidak boleh terlalu euforia. Salah satu poin edukasi yang perlu diingatkan ke publik adalah COVID-19 itu penyakit komunal di mana perilaku kita masing-masing memiliki pengaruh ke komunitas,” tegas Mutiara. 

Dalam mengantisipasi adanya ancaman gelombang ketiga COVID-19, Ketua Policy Center M. Jibriel Avessina turut mengingatkan agar masyarakat memantau update dan strategi antisipasi dari pemerintah. Jibriel juga menekankan pentingnya best case dan worst case dalam menghadapi varian baru Omnicron dari pemerintah. “Tentu saja kita berharap pada kegiatan ke depan, ada proses-prosesnya sehingga perlindungan kesehatan dan gerak ekonomi bisa berjalan seimbang. Tentu ada perbedaan dari kondisi lalu sebelum vaksinasi, sekarang sudah ada. tapi juga ada hal-hal yang harus dijaga bersama,” ungkapnya. 

Di sisi lain, Ekonom UI sekaligus Ketua ILUNI UI Fithra Faisal Hastiadi mengatakan, secara ekonomi, kesiapan Indonesia dipandang cukup solid dalam konteks kesiapan menghadapi ancaman gelombang ketiga.  Meski begitu, saat ini masyarakat dinilai dalam kondisi tertekan. Salah satunya karena adanya pembatasan sosial yang menyebabkan tekanan ekonomi.

Akan tetapi, menurut Fithra masyarakat masih lebih optimis melihat ekonomi ke depan. Saat ini COVID-19 dipandang bukan jadi faktor yang menakutkan bagi masyarakat. Walaupun demikian, Fithra juga mengingatkan agar jangan sampai optimisme ini mengintai bahaya kesehatan. “Harapannya ketika pemerintah melakukan prioritas-prioritas bagaimana faktor kesehatan dipulihkan, vaksinasi didorong, diseminasi memadai terhadap bahaya COVID-19 bisa jadi faktor pendorong ekonomi ke depan,” jelasnya. (*)

Categories
Berita Kegiatan

4.500 Pelari Siap Ramaikan BNI-UI Half Marathon 2021

Jakarta, 18 November 2021 – Lebih dari 4.500 orang peserta telah siap berlari meramaikan BNI-UI Half Marathon 2021 yang akan digelar 20 November 2021 – 5 Desember 2021 secara virtual. Para peserta yang telah mendaftar berasal dari para alumni UI, komunitas lari, dan masyarakat umum.

Meskipun masih digelar virtual, BNI-UI Half Marathon 2021 yang sudah memasuki tahun keempat penyelenggaraan ini tak sepi peminat. Hal ini mengingat masyarakat semakin sadar akan pentingnya gaya hidup sehat agar tetap menjaga imun tubuh tetap kuat selama pandemi.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dalam konferensi pers BNI-UI Half Marathon 2021 (BNI-UIHM) di Jakarta, 18/11 mengatakan kegiatan lari tahunan ini hadir sebagai sebuah gerakan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, menghubungkan sesama pelari semasa pandemi, serta mendorong Indonesia untuk kembali bangkit. “Pada masa pandemi ini, kita tetap perlu menjaga kesehatan dan saling terhubung dengan satu dan yang lainnya, utamanya para pelari. BNI-UIHM tahun ini hadir untuk mengakomodir kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Direktur Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto menyampaikan kegiatan lari tahunan ini adalah sebuah gerakan untuk mempromosikan gaya hidup sehat, menghubungkan sesama pelari semasa pandemi, serta mendorong Indonesia untuk kembali bangkit.

“Ajang ini pun menjadi momentum perseroan untuk pembuktian dukungan BNI terhadap sektor pendidikan nasional, yang mana BNI telah berada di kampus-kampus di Indonesia ini sejak tahun 1960-an sehingga sering disebut juga sebagai Bank Kampus,” sebutnya. 

Sis Apik menuturkan BNI banyak bekerjasama dengan UI dan ILUNI UI wujudkan Campus Financial Ecosystem antara lain melalui  Penerbitan Smartcard bagi anggota ILUNI UI, Penerbitan Kartu Kredit UI Card, Produk Reksadana BNI AM Makara Investasi untuk Endowment Fund UI, Program UI Connect sebagai platform yang menghubungkan antar alumni UI di Indonesia maupun di luar negeri. “Salah satu tujuan dari BNI dan UI dalam mengadakan kegiatan BNI UI Half Marathon ini adalah untuk menggalang endowment fund atau dana abadi yang produknya telah dikerjasamakan oleh BNI bersama UI dengan nama Reksadana BNI AM Makara Investasi yang telah dikerjasamakan sejak tahun 2016” tuturnya.

Sis Apik juga menyampaikan animo pelari BNI UI Half Marathon tetap tinggi pada  tahun ini, meski penyelenggaraannya dilakukan secara virtual. Ada sekitar kurang lebih 4.500 orang yang sudah registrasi sampai dengan saat ini yang berasal dari alumni UI, komunitas lari dan masyarakat umum.

“Tentunya kami berharap acara berlangsung tetap meriah. Kami juga menyisipkan berbagai program entertainment menarik untuk memberi semangat pada peserta baik sebelum hingga berakhirnya ajang BNI UI Half Marathon ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BNI-UI Half Marathon 2021 Dhany Marlen memaparkan, BNI-UIHM 2021 akan menjadi ajang lari secara virtual dengan menggunakan aplikasi GERAK dan mengundang komunitas dari berbagai daerah untuk ikut berlari. “Peserta dapat berlari di tempatnya masing-masing dan bahkan dapat juga berlari di luar wilayah Indonesia,” tutur Dhany.

Lebih lanjut, Dhany juga membeberkan, hanya ada satu jarak lari yang harus dilaksanakan oleh peserta BNI-UIHM 2021, yakni sepanjang 21.1 kilometer. Terdapat dua kategori submission bagi peserta untuk dipilih, yakni multiple submission dan single submission. Selain itu, peserta yang menyelesaikan lari pada BNI-UIHM 2021 berkesempatan menerima undangan untuk mengikuti seri BNI-UIHM berikutnya yang dilaksanakan secara luring. “Siapapun bisa berlari, dan bagi yang menyelesaikan lari, bisa mendapatkan undangan untuk berlari secara offline di UI-Half Marathon seri berikutnya,” tambahnya.

BNI-UI Half Marathon 2021 menawarkan pengalaman berbeda sebagai ajang lari virtual. Tersedia fitur menarik seperti virtual cheers dan playlist spotify untuk menemani peserta selama berlari. Ada juga fitur lainnya berupa filter Instagram virtual gate yang dapat digunakan oleh setiap pelari. Selain itu, panitia juga telah menyiapkan beberapa hadiah menarik bagi peserta yang menyelesaikan beberapa tantangan yang akan disampaikan kepada peserta menjelang periode lari.

Categories
Aplikasi dan Teknologi Berita

ILUNI UI Gandeng Bank Mandiri Kembangkan Transaksi NonTunai

Jakarta, 11 November 2021 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bekerja sama dengan Bank Mandiri mengembangkan  transaksi keuangan digital yang akan diimplementasikan pada aplikasi UI Connect 2.0, yaitu Mandiri Direct Debit, e-Commerce Payment, QRIS Online dan Fitur Top-Up Emoney. Tahap awal, ILUNI UI berkolaborasi dengan Bang Mandiri menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ILUNI UI Co-Brand Combo (fungsi kartu debit dan kartu prabayar).

Nota kesepahaman (MoU) kerjasama tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian dan Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas yang disaksikan oleh Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia Saleh Husin, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia Abdul Haris, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar di Jakarta, Kamis (11/11).

Andre Rahadian mengatakan pihaknya menyambut baik kolaborasi yang dilakukan bersama Bank Mandiri dalam pembuatan KTA ILUNI UI. Andre menyebutkan, teknologi menjadi kunci bagi ILUNI UI dalam mewujudkan kohesi kebangsaan pada setiap program-programnya. “ILUNI UI dengan tema kolaborasi sebagai ruang temu mengedepankan konsep kohesi kebangsaan pada saat ini dan kerja sama dengan banyak pihak, menjadi salah satu tools sebagaimana kita juga menjadikan teknologi sebagai jalan mencapai kohesi tersebut dan ruang temu yang akan diprogramkan ILUNI UI,” ujar dia.

Sementara itu, Alexandra Askandar turut menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Bank Mandiri dan ILUNI UI. “Selain mendukung Gerakan Nasional Non-Tunai, inisiatif ini merupakan implementasi visi  menjadi partner finansial pilihan utama masyarakat Indonesia melalui transformasi menjadi modern digital bank terbaik yang dapat menghadirkan solusi perbankan digital yang handal dan simpel untuk berbagai kebutuhan nasabah,” kata dia.

Dia menjelaskan, produk khusus bagi ILUNI UI tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi mulai dari pembayaran hingga tarik tunai dari para anggota ILUNI UI. “KTA ILUNI Co-Brand Combo ini dapat menjadi solusi memenuhi kebutuhan transaksi bagi seluruh anggota ILUNI UI dengan beragam fitur layanan yang tersedia di dalam satu kartu,” ucap Alexandra.

Selain berbagai promo menarik, Andre juga menjelaskan berbagai keunggulan lain dari KTA ILUNI UI – Mandiri. Salah satunya, para alumni dapat mendaftarkan pembuatan KTA ILUNI UI – Mandiri dengan mudah melalui aplikasi UI Connect. Aplikasi ini merupakan aplikasi berjejaring para alumni UI. Hingga saat ini, tercatat 118 ribu lebih alumni yang telah mendaftar dan terverifikasi sebagai anggota di aplikasi UI Connect.

 “Ini merupakan revolusi digital dalam pembuatan KTA ILUNI UI Co-Brand Combo yang diharapkan mempermudah para alumni membuat KTA ILUNI UI. Ke depan, aplikasi UI Connect  2.0 juga akan mengembangkan fitur-fitur menarik yang akan memperkaya pengalaman penggunanya,” jelas Andre.

Agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai transaksi non tunai, fungsi e-money pada KTA ILUNI UI juga dapat diisi ulang dengan menggunakan aplikasi Livin’ by Mandiri pada smartphone Android, IOS (Iphone) maupun e-commerce yang sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri, pada mesin ATM dan Kantor Cabang Bank Mandiri.

Categories
Berita Iluni 4.0 Kegiatan

Dukung RSUI, ILUNI UI dan Arogya Ciptakan Layanan Kesehatan Berbasis AI

Depok, 5 November 2021 – Untuk mendukung operasional Rumah Sakit UI (RSUI), Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bekerja sama dengan perusahaan teknologi Artificial Intelligence (AI) Arogya.ai menciptakan inovasi dalam layanan kesehatan. Kerja sama ini memanfaatkan teknologi AI berbasis infrastruktur ICT (Information and Communication Technology) untuk mendukung supply chain dan administrasi rumah sakit.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, kerja sama ini juga merupakan Hasil Temu dan tonggak baru kerja sama dengan almamater UI dan juga perusahaan alumni UI, yang diorkestrasi ILUNI UI. “Hal ini merupakan salah satu misi ILUNI UI untuk menghubungkan alumni, untuk memberi manfaat kepada RSUI sebagai salah satu teaching hospital terkemuka di Indonesia, dan kepada bangsa,” ungkap Andre dalam acara penandatanganan kerja sama ILUNI UI, RSUI, dan Arogya.ai bertempat di Auditorium lantai 4, RSUI, Kampus UI Depok.  

Andre melanjutkan, ke depan artificial intelligence dan big data jadi prasyarat institusi untuk maju. Saat ini, pandemi menimbulkan disrupsi di supply chain dan semua port terhambat karena supply barang terhambat. Efeknya pun menjalar sampai sekarang. Oleh karena itu, menurut Andre, kemampuan memprediksi ke depan dengan AI jadi krusial untuk menentukan sukses dan kelancaran kegiata di rumah sakit. “Logistik atau supply chain selama pandemi jadi sangat penting. Seperti yang kita tahu, ada kelangkaan obat, kelangkaan alkes di rumah sakit. Kalau kita tahu, bisa kita prediksi dari awal kebutuhan-kebutuhannya. Karena kemampuan ada, tapi materialnya yang tidak ada. Jadi mudah-mudahan makin banyak alumni yang membawa expertise-nya ke kampus,” kata dia. 

ILUNI UI dengan konsep ruang temu, pada tahun ketiga mengedepankan Hasil Temu. Andre berharap  kolaborasi antar banyak pihak di mana ada alumni dan expertise, serta menjadi legacy yang bisa dikembangkan. “ILUNI UI sebagai organisasi alumni UI siap menjadi medium mempertemukan semua kepentingan, baik dari universitas, almamater, Kita dorong agar kemajuan tercapai,” ujar Andre.

Ketua ILUNI 4.0 Fithra Faisal menjelaskan, fasilitasi kerjasama antara arogya AI dengan RS UI ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program-program center 4.0 yang selalu mengedepankan prinsip kolaborasi dan inovasi. “Center 4.0 memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya dari kolaborasi produktif ini. Hendaknya kedepan, ini menjadi preseden bagi aktivitas kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam ekosistem Universitas Indonesia,” kata Fithra.

Direktur Utama  RSUI DR. dr. Astuti Giantini Sp. PK (K), MPH menekankan pentingnya penggunaan teknologi untuk mendukung rumah sakit dalam meningkatkan layanan kesehatan. Dukungan ini tidak hanya untuk masa pandemi saja, tapi diharapkan berlanjut hingga memasuki masa post-pandemic. “Peranan teknologi justru semakin dibutuhkan. Untuk itu, kami sangat mengapreasiasi hadirnya inovasi pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence atau AI di RSUI,” ungkap dr. Astuti.

Lebih lanjut, dr. Astuti juga memaparkan, teknologi tersebut menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien, mulai dari supply chain hingga administrasi. Sehingga diharapkan teknologi ini dapat menekan biaya operasional yang lebih besar. “Hal ini juga menjadi langkah kesiapan RSUI untuk menjadi rumah sakit yang menerapkan digitalisasi di Indonesia guna mendukung Universal Health Coverage (UHC). RSUI berharap kolaborasi ini dapat berjalan efektif dalam upaya peningkatan layanan kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi tinggi,” imbuh dia.

Sementara itu, Founder dan CEO Arogya.ai Victor Fungkong menjelaskan dalam sambutannya, supply chain sangat vital dalam sistem pelayanan rumah sakit.  Akan tetapi, sering kali purchasing rumah sakit melakukan forecast kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan berdasarkan analisis yang dinamik, Akibatnya, forecast tersebut menjadi kurang akurat mengakibatkan overstock dan understock. Adanya sistem order dan inventory management berbasis artificial intelligent pun dapat membantu pihak managemen untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan dan peralatan medis dengan akurat. “Oleh sebab itu, Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager, dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia, diciptakan di Indonesia, untuk  layanan kesehatan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Categories
Berita Kegiatan

Polarisasi Mengancam Bangsa, ILUNI UI Rilis Gerakan Kohesi Kebangsaan

Jakarta, 28 Oktober 2021 – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, polarisasi yang menguat kembali kini mengancam di tengah masyarakat. Isu polarisasi yang kian menguat itu bisa mengancam persatuan bangsa. Melihat fenomena itu, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian mendorong agar semangat Sumpah Pemuda menjadi penggerak dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa saat ini dan meluncurkan Gerakan Kohesi Kebangsaan.

“Pandemi yang terjadi saat ini tak hanya menjadi ‘test of a nation’, COVID-19 telah membuka kotak pandora terpolarisasinya bangsa yang selama ini tersimpan dan tertutup rapi dalam kelompok-kelompok anak bangsa,” ujar Andre dalam pidatonya pada acara “Pidato Kebangsaan dan Peresmian Gerakan Membangun Kohesi Bangsa” yang diselenggarakan secara luring di IMERI FKUI dan juga daring melalui Youtube ILUNI UI, Kamis (28/10).

Gerakan ini berkomitmen mendorong segenap elemen bangsa untuk merefleksikan dan menggali kembali pilar-pilar kebangsaan secara kontekstual, mempromosikan identitas bersama serta mendorong kepemimpinan nasional bersikap terbuka dan kolaboratif. “Kami akan melakukan berbagai aktivitas  dan mengajak semua anak bangsa bergotong-royong terlibat dalam gerakan “Kohesi Kebangsaan”, membangun Indonesia yang diharapkan bersama,” tegas Andre. 

Dia menjelaskan, di tengah upaya pemerintah bekerja keras mengatasi pandemi dengan berbagai kebijakan seperti PPKM, social distancing, maupun program vaksinasi, muncul polarisasi di dalam masyarakat. Informasi sebagai hoax dan berbagai misinformasi  menimbulkan keraguan bahkan penolakan terhadap kebijakan dan program pemerintah. Masyarakat yang terpolarisasi, kohesi sosial menjadi media untuk merekatkan bangsa.  Andre juga mendorong Indonesia untuk memanfaatkan kemajuan teknologi pada masa revolusi industri 4.0 mempromosikan kohesi dengan memaksimalkan gotong royong digital. “Gotong royong digital ini akan membuka beragam peluang baru untuk Indonesia  berkolaborasi seperti mengembangkan ekonomi berbagi yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.

Lebih jauh, dia mengungkapkan komitmen ILUNI UI dalam menjawab berbagai tantangan yang hadir pada masa pandemi. Andre memaparkan, salah satu upaya ILUNI UI dalam membantu penanganan pandemi melalui program ILUNI Tanggap COVID-19. Melalui program tersebut, ILUNI UI telah melakukan 145 kegiatan baik di tingkat pusat, wilayah, fakultas, chapter, serta mengumpulkan donasi sebesar Rp 57 miliar. “ILUNI UI juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan program layanan vaksinasi untuk masyarakat, serta membuat berbagai diskusi dan rekomendasi berupa Policy Paper untuk pemerintah,” tambahnya.

Menurut Andre, Indonesia memiliki modal kuat menjadi resilien. “Covid ini juga membuka mata bahwa kita memiliki modal sosial yang memadai untuk resilien menghadapi krisis. Pengalaman kami di ILUNI UI dan gerakan-gerakan lain dalam membantu pandemi telah membuktikannya,” kata Andre.

Selanjutnya, Andre menekankan pentingnya kohesi kebangsaan dalam menghadapi ancaman polarisasi khususnya dampak Pilpres 2019 dan di tengah situasi pandemi saat ini. Dia menyoroti adanya fenomena “framing” dan “stereotyping” dalam kampanye politik, serta kehadiran para pendengung atau buzzer di media sosial, yang dianggap mempertajam dan memperluas polarisasi. Dia juga menyayangkan dampak negatf yang timbul akibat adanya oknum-oknum elit lokal dan nasional yang saling menjatuhkan. “Belum lagi, munculnya kontroversi di tengah perjuangan menghadapi pandemi seperti polemik UU Cipta Kerja, termasuk kontroversi tes wawasan kebangsaan KPK. Isu polarisasi ini jadi permasalahan sangat serius yang harus segera kita tangani bersama,” tukas dia.

Untuk itu, Andre menyerukan agar segenap pemangku kepentingan mengambil peran dalam menjaga keharmonisan bangsa. Dia juga mendorong pemerintah untuk berperan aktif dalam mengatasi polarisasi yang kini kembali muncul dalam urusan penanganan pandemi COVID-19. “Pemerintah dan segenap elemen masyarakat perlu menghadang upaya oknum kelompok elit yang berusaha mendompleng isu polarisasi demi kepentingan mereka,” pungkasnya. (*)

Categories
Berita Utama

ILUNI UI Dukung Program Kampus Merdeka

Jakarta, 5 September 2021 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian menyampaikan dukungan terhadap program kampus merdeka dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI. Hal ini disampaikan dalam pembahasan progress report tahun kedua “Sinergi Temu ILUNI UI” yang diselenggarakan secara virtual melalui Zoom.

Andre menjalaskan, dukungan terhadap program Kampus Merdeka merupakan salah satu yang berjalan di tahun kedua kepengurusan ILUNI UI dan akan berlanjut pada tahun terakhir kepengurusan ILUNI UI. “Ada beberapa kegiatan yang berada di luar program center, salah satunya kegiatan Kampus Merdeka. Kami berharap partisipasi dari ketua ILUNI Fakultas, utamanya untuk bersama membantu almamater dan mahasiswa untuk bisa dapat tempat magang,” papar Andre dalam sambutannya.

Selain itu, Andre juga memaparkan, pada tahun kedua ini ILUNI UI tengah menyusun pembuatan tiga buah buku. Ketiga buku tersebut membahas topik tentang industri setelah pandemi, profil alumni, dan alumni-alumni UI yang bergerak di bidang kewirausahaan. ILUNI UI juga membuat riset Masa Depan Indonesia: Manusia dan Pemimpin Indonesia 2045 yang akan menggandeng alumni, mahasiswa, dan para guru besar UI. Selain itu, ILUNI UI juga tengah berupaya mewujudkan pembangunan museum UI yang dibantu oleh Hilmar Farid selaku Ketua ILUNI FIB UI dan Dirjen Kemendikbud. “Pada dasarnya Sinergi Temu menyatukan gagasan konstruktif dan inisiatif konkret semua pihak, masing-masing center, banyak alumni yang menghubungi, dan dilakukan dengan pendekatan lintas sektor,” kata dia. 

Pada periode Sinergi Temu yang berlangsung sejak Agustus 2020 – Agustus 2021, ILUNI UI mencoba mengajak berbagai pihak dari UI sebagai almamater, di antaranya kerja sama dengan DPKHA, Dirmawa, UI Store, UI Corpora. ILUNI UI juga berkolaborasi dengan lembaga dan kementerian antara lain TNI POLRI, BNPB, Kemenkes dan Kemdiknasristek, juga perguruan tinggi negeri lain yang tergabung dalam Perhimpunan Organisasi  Alumni PTN Indonesia (Himpuni), serta lembaga usaha dan BUMN. Kegiatan tersebut juga mencakup berbagai program penanganan COVID-19. ILUNI UI juga telah menyalurkan donasi sebesar Rp 57,129,387,989 untuk penanganan COVID-19. Pada tahun Sinergi Temu, ILUNI UI juga menerima penghargaan dari BNPB untuk program-program kemanusiaan, serta dari Menteri Kesehatan atas partisipasi aktif dalam program vaksinasi COVID-19 yang kini telah mencapai lebih dari 80.000 masyarakat yang menerima vaksinasi. “Terima kasih kepada para ketua ILUNI Fakultas, Wilayah, luar negeri yang berpartisipasi aktif membantu kegiatan ILUNI UI. Juga kepada ketua center dan ketua ILUNI UI yang menaungi banyak kegiatan. Semoga ini bisa terus berlanjut,” harap Andre.

Pada rapat tersebut, Andre juga menyinggung terkait isu statuta UI yang sedang menyita perhatian sivitas akademika dan alumni UI. Dia menyatakan, isu ini juga merupakan bagian yang perlu diperhatikan sebagai organisasi alumni. “ILUNI UI mencoba untuk memberikan solusi terkait statuta UI, sebagai stakeholder paling besar dari seluruh organ karena ILUNI UI menaungi hampir semua anggota empat organ ditambah alumni yang peduli dengan masalah ini,” ujarnya.

Sementara itu, menanggapi isu terkait konflik statuta UI, Ketua Dewan Pertimbangan ILUNI UI Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto, DFM, SH, M.Si, SpF(K) menyarankan agar ILUNI UI menjadi mediator untuk  dapat meminimalisir konflik di luar lingkup UI. “Kalau bisa dilimitasi keluarnya menggunakan mediator internal paling enak. Melalui mediator, pertemuan ini akan dijadwalkan secara terus-menerus,” ungkap Prof Agus. (*)

Categories
Berita Kegiatan

ILUNI UI Nilai Mahasiswa Berperan Penting dalam Revitalisasi Nasionalisme

Jakarta, 21 Agustus 2021 – Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) Andre Rahadian menilai mahasiswa memiliki peranan penting dalam revitalisasi konsep nasionalisme. Apalagi pandemi dan revolusi industri 4.0 dalam segala aspek telah mengubah konsep nasionalisme.

“Teman-teman mahasiswa sebagai warganet merupakan dasar dan modal besar bangsa. Kalau di 2040-2045 Indonesia jadi negara berpenghasilan tinggi dan negara yang maju, jangan sampai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme berubah ke arah yang salah,” kata Andre dalam sambutannya pada Webinar bertajuk “Seminar Daring Kebangsaan BEM UI 2021 X ILUNI UI: Mahasiswa, Pandemi, dan Revitalisasi Nasionalisme Kita”, kerja sama BEM UI dan ILUNI UI.

Andre menjelaskan, pandemi telah mempercepat proses beralihnya sosialisasi, belajar, dan bekerja. Batas-batas antar negara pun semakin blur, sehingga memungkinkan orang berinteraksi tanpa batas. Situasi ini akan membuka peluang masuknya nilai-nilai dan budaya asing dengan lebih mudah. 

“Oleh karena itu, ILUNI UI menganggap ini hal yang penting dan ajakan kolaborasi BEM UI merupakan suatu kehormatan bagi ILUNI UI. Mudah-mudahan kita bisa mendefinisikan kembali nilai-nilai nasionalisme kita,” ujarnya.

Sementara itu Marsekal TNI-AU Hadi Tjahjanto mengatakan, Indonesia kini menghadapi tantangan internal dan eksternal bagi nasionalisme bangsa. Indonesia merupakan bangsa majemuk yang akibatnya berpotensi menghadapi ancaman perpecahan. Dia berpendapat, kecenderungan mengotak-ngotakkan golongan atas nama kepentingan demokrasi sebagai salah satu yang dapat memperuncing perbedaan dan menihilkan perjuangan pahlawan untuk mempersatukan bangsa.

Selain tantangan internal, globalisasi menjadi ancaman eksternal yang akan mengancam nilai-nilai kearifan lokal berbasis tradisional. Dia pun menekankan pentingnya kesadaran kolektif bangsa sebagai negara kesatuan berdasarkan Pancasila seperti pada Pembukaan UUD 45. Hal ini yang mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Butuh komitmen kuat seluruh anak bangsa, termasuk para mahasiswa sebagai pemimpin bangsa di masa depan,” tuturnya.

Ketua Almamater Center ILUNI UI M. Try Sutrisno Gaus memandang nasionalisme harus dilihat dari pendekatan substansif. Nasionalisme jangan dilihat secara sempit dan kontradiktif dengan tujuannya. “Jangan sampai nasionalisme terjebak dalam tataran jargon dan narasi. Padahal nasionalisme sangat dibutuhkan di tataran implementasi,” tegas Gaus.

Gaus juga menekankan pentingnya mahasiswa untuk berkontribusi bagi masyarakat. Menurutnya, kontribusi sebagai mahasiswa dan alumni UI sangat dinantikan oleh masyarakat. Kontribusi ini juga menjadi implementasi atas nilai-nilai nasionalisme pada negara yang tengah dilanda pandemi.

“Selain jadi mahasiswa, di kampus ada yang jadi aktivis BEM, pengurus lembaga kemahasiswaan, asdos, asisten lab, dan lain-lain. Semua punya potensi masing-masing yang patut disyukuri agar potensi tersebut dapat dikontribusikan ke masyarakat,” kata dia.

Selain itu, Gaus mengingatkan sebagai agen perubahan yang memiliki ilmu pengetahuan, mahasiswa harus bersikap adil. Tak banyak warga negara Indonesia yang memiliki kesempatan sebagai mahasiswa. Untuk itu, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam ilmu pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan, mahasiswa juga bisa berkontribusi melalui jaringan yang dimiliki sebagai mahasiswa, aktivis, maupun entrepreneur mahasiswa.

“Mari teman-teman mahasiswa dan alumni UI, kita tumbuhkan dan implementasikan nilai-nilai nasionalisme kita dengan mengoptimalkan semua potensi yang kita miliki. Adillah dengan diri kita dan masyarakat di sekitar dengan karya dan kerja nyata,” ajaknya.

Sementara itu, menurut Sejarawan FIB UI Dr. Anhar Gonggong, nasionalisme Indonesia belum selesai. Dia juga mengingatkan agar bangsa Indonesia jangan hanya bangga karena telah merdeka. Namun, lebih penting adalah untuk tetap memelihara dan menyadari berbagai tantangan berarti yang tengah dihadapi seperti misalnya pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini. Berkaitan dengan pandemi, Anhar mengatakan peranan pemuda dan mahasiswa menjadi sangat penting.

“Yang utama harus diberitahu kepada masyarakat yang sebagian besar belum berpendidikan adalah apa arti kesehatan, apa arti kita berhadapan dengan pandemi. Sehingga kita dapat mengatakan kepada mereka bahwa jika kita tidak bisa menyelesaikan pandemi, maka kita akan menghadapi masa depan yang suram,” jelasnya.

Dia juga meminta para politikus untuk sadar betul dalam memahami Pancasila. Pancasila bukan omongan tapi harus diwujudkan. “Para politikus harus melaksanakan makna Pancasila, sehingga apa yang kita harapkan dari negara berpancasila akan dinikmati seluruh bangsa. Di situ makna kebangsaan merdeka kita,” tutupnya. (*)

Categories
Alumni Peduli Center Berita Kegiatan

Gandeng 10 Rumah Sakit, ILUNI UI Buka Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat

Jakarta, 26 Juli 2021 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggandeng 10 Rumah Sakit Vertikal, Bakti Kominfo, Media Group dan beberapa pihak terkait, menyelenggarakan program Vaksinasi Sinergi Sehat sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Kegiatan ini akan berlangsung sejak 22 Juli hingga 15 September 2021 dan bertempat di The Media Hotel and Towers, Gunung Sahari, Jakarta.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat menargetkan sebanyak 2.000 orang per hari yang akan menerima vaksin. “Kami memberikan layanan vaksinasi yang spesial dengan menghadirkan rumah sakit vertikal yang masing-masing punya spesialistik, dan menyediakan vaksinasi lengkap 1 dan 2. Jadi gak cuma sekali terus 28 hari berikutnya masyarakat harus mencari-cari tempat vaksin kedua,” kata Andre.

Lanjutnya, Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat ini juga membuka layanan vaksin untuk anak-anak berusia minimal 12 tahun, ibu hamil dan menyusui, pengidap kanker, dan juga yang punya komorbid karena didukung oleh 10 rumah sakit vertikal yang menyediakan dokter untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum divaksinasi. Ke 10 rumah sakit yang tergabung dalam dalam Asosiasi Rumah Sakit Vertikal Indonesia (ARVI) itu adalah RSCM, RS Fatmawati, RSPI Sulianti Saroso, RS PON, RS Soeharto Heerdjan, RSKO Jakarta, RS Persahabatan, RSJ Harapan Kita, RSAB Harapan Kita, dan RSK Dharmais. Selain itu didukung oleh Media Group, Danone serta BAKTI KOMINFO. Untuk proses registrasi, ILUNI UI bekerjasama dengan BAKTI Kominfo melalui aplikasi SiapDok yang dapat diunduh pada Play Store. “Bahkan, Sentra vaksinasi Sinergi Sehat menyediakan bus untuk antar jemput peserta rombongan yang berasal dari sekolah atau pesantren,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat Endang Mariani menyampaikan, kolaborasi bersama 10 rumah sakit ini memberi warna dengan spesialisasi masing-masing rumah sakit. “Sentra vaksinasi ini nggak sekedar untuk vaksinasi. Dengan bergabungnya 10 rumah sakit vertikal yang punya spesialisasi masing-masing juga memberikan layanan edukasi dan sosialisasi tentang berbagai hal terkait vaksinasi dan COVID-19. Ini untuk mengklarifikasi hoax-hoax yang beredar di masyarakat,” tegas Endang. Waktu pelaksanaan yang panjang, selama dua bulan, bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa setiap peserta vaksinasi mendapatkan dosis lengkap. “Dalam setiap penyelenggaraan Sentra Vaksinasi, ILUNI UI selalu berupaya tidak sekedar memberikan vaksinasi pertama. Jadi 28 hari kemudian, setiap peserta dapat kembali ke Sentra Vaksinasi kami untuk memperoleh vaksin dosis kedua. Itu merupakan komitmen kami,” lanjutnya.  

Ketua ARVI dr. Lies Dina Liastuti, SpJP(K), MARS, FIHA mengatakan, rumah sakit menghadapi berbagai tantangan semasa pandemi. Meski begitu, 10 rumah sakit vertikal tetap ingin memberikan kontribusi besar yang aman bagi semuanya.  “Peran ILUNI luar biasa. Kami mendapatkan bantuan relawan-relawan, sehingga kami menyetor nakes saja. Setiap rumah sakit memberikan dua-tiga tim terdiri dari dokter dan perawat. Bahkan ada rumah sakit yang memberikan dokter sub-spesialis,” katanya.

Dr Lies juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAKTI Kominfo dalam mengembangkan aplikasi Siap Dok. “Dengan dukungan berbagai pihak membuat kami optimis apa yang kami kerjakan akan memberikan manfaat besar untuk masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Vice President Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto menyampaikan komitmen Danone Indonesia dalam mendukung program vaksinasi, salah satunya dalam keikutsertaan dalam kolaborasi Sentra Vaksinasi Sinergi Sehat. Dengan visi one planet one health, sejak tahun lalu Danone Indonesia berkomitmen untuk gotong royong dan berkolaborasi dalam memberikan kontribusi dalam penanganan COVID-19 dalam segi donasi alat kesehatan, ventilator, nutrisi, hidrasi, maupun penyediaan APD. Pada tahun ini, Danone Indonesia juga ikut berpartisipasi mendukung pemerintah dalam membuka sentra vaksinasi. “Sudah kesekian kali kami bermitra dengan ILUNI UI. Mudah-mudahan acara kali ini berjalan lancar,” ujar Vera.

Informasi selengkapnya:

Devi Irma Safitri +62 813 8044 9686

(Sekretariat ILUNI UI)

Categories
Kegiatan

Ikatan Alumni Adakan Kolaborasi Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Depok, 27 Maret 2021 – Ikatan alumni dari berbagai perguruan tinggi mengadakan program-program kolaborasi untuk promosikan budaya, pariwisata, dan olahraga. Tujuan utama kolaborasi tersebut sebagai upaya untuk membantu masyarakat bangkit dari pandemi.

Salah satu bentuk kolaborasi dalam budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif adalah diselenggarakannya Jabar Culture & Tourism Festival (Jafest) 2021 pada tanggal 20 Maret – 22 April. Keempat ikatan alumni yang bersinergi dalam acara ini terdiri dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), IKA UNPAD,  IA ITB, dan HA IPB. Kali ini, Jafest 2021 mengambil tempat di Depok.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari rangkaian Jafest 2021. Menurutnya, UI tak terpisahkan dari Depok, apalagi Kampus UI sebagian besar juga berada di Depok. “Untuk itu, ILUNI UI berharap sinergi dengan ikatan alumni dari perguruan tinggi lainnya mampu mendorong perekonomian masyarakat dan juga memperkenalkan kepada khalayak lebih luas tentang wisata dan budaya di Depok,” ucap Andre dalam pelaksanaan Jafest 2021 di Depok, Minggu (28/3).

Kegiatan Jafest 2021 yang dilaksanakan di Kantor Balaikota Depok ini mengambil tema “Nyok Ke Depok”. Tema ini menggambarkan percampuran dari budaya Sunda dan Betawi yang tercermin dalam keseharian masyarakatnya. Meski terdapat akulturasi budaya, kota Depok tetap memiliki seni budaya asli seperti silat dan tari topeng Cisalak. Depok juga memiliki kuliner khas yaitu dodol belimbing dan dodol jambu biji. Berbagai pertunjukan seni budaya khas Depok pun dipertontonkan di Jafest 2021, seperti penampilan palang pintu dan tarian mpok cantik.

Sementara itu, Ketua Umum IKA UNPAD Ira Herawati menyampaikan, partisipasi ikatan alumni perguruan tinggi di Jawa Barat merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menggeliatkan kembali perekonomian dan pariwisata yang terdampak akibat pandemi. “Keempat ikatan alumni ini berasal dari universitas terbaik negeri dengan potensi besar dan ciri khas masing-masing. Ketika potensi terbaik negeri bersatu, semoga kolaborasi yang tercipta mampu memberikan manfaat besar khususnya bagi masyarakat Jawa Barat,” kata dia.

Berbagai daerah yang ditampilkan dalam gelaran Jafest 2021 merupakan daerah dengan keragaman budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan UMKM. Jafest 2021 telah dilaksanakan di beberapa daerah yakni Bogor, Bandung, Garut, dan Cirebon. “Kali ini, rangkaian Jafest 2021 mengambil tempat di Depok.  Kota ini memiliki potensi yang besar, terutama dengan letaknya yang strategis sebagai salah satu daerah penyangga ibukota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat,” sebut Ira.

Lebih jauh, Andre mengungkapkan, kolaborasi ikatan alumni akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat ada kemungkinan ILUNI UI, IKA UNPAD, IA ITB, dan HA IPB akan kembali berkolaborasi dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. ”Program ini diinisiasi oleh Menteri Koperasi dan UKM dan Gubernur Jawa Barat sebagai brand ambassador. Program ini direncanakan berjalan pada bulan April di Jawa Barat,” tutur dia.

Tak hanya di bidang budaya, kolaborasi antar ikatan alumni juga merambah ke bidang olahraga. Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi (HIMPUNI) menyelenggarakan kegiatan pertandingan golf yang diikuti oleh 40 alumni dari perguruan tinggi negeri. Hasil dari kegiatan ini didonasikan untuk beasiswa dan pendidikan.  Selain itu, UI, UGM, ITB, dan IPB juga mengadakan pertandingan tenis beregu 4 PTN pada 27-28 Maret di Lapangan Kodam Jaya. “Diharapkan semakin sinerginya kegiatan ikatan alumni di berbagai bidang mampu membantu masyarakat untuk bangkit dari pandemi,” pungkas Andre. (*)