Categories
Kegiatan

Ikatan Alumni Adakan Kolaborasi Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Depok, 27 Maret 2021 – Ikatan alumni dari berbagai perguruan tinggi mengadakan program-program kolaborasi untuk promosikan budaya, pariwisata, dan olahraga. Tujuan utama kolaborasi tersebut sebagai upaya untuk membantu masyarakat bangkit dari pandemi.

Salah satu bentuk kolaborasi dalam budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif adalah diselenggarakannya Jabar Culture & Tourism Festival (Jafest) 2021 pada tanggal 20 Maret – 22 April. Keempat ikatan alumni yang bersinergi dalam acara ini terdiri dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), IKA UNPAD,  IA ITB, dan HA IPB. Kali ini, Jafest 2021 mengambil tempat di Depok.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, sebuah kehormatan bisa menjadi bagian dari rangkaian Jafest 2021. Menurutnya, UI tak terpisahkan dari Depok, apalagi Kampus UI sebagian besar juga berada di Depok. “Untuk itu, ILUNI UI berharap sinergi dengan ikatan alumni dari perguruan tinggi lainnya mampu mendorong perekonomian masyarakat dan juga memperkenalkan kepada khalayak lebih luas tentang wisata dan budaya di Depok,” ucap Andre dalam pelaksanaan Jafest 2021 di Depok, Minggu (28/3).

Kegiatan Jafest 2021 yang dilaksanakan di Kantor Balaikota Depok ini mengambil tema “Nyok Ke Depok”. Tema ini menggambarkan percampuran dari budaya Sunda dan Betawi yang tercermin dalam keseharian masyarakatnya. Meski terdapat akulturasi budaya, kota Depok tetap memiliki seni budaya asli seperti silat dan tari topeng Cisalak. Depok juga memiliki kuliner khas yaitu dodol belimbing dan dodol jambu biji. Berbagai pertunjukan seni budaya khas Depok pun dipertontonkan di Jafest 2021, seperti penampilan palang pintu dan tarian mpok cantik.

Sementara itu, Ketua Umum IKA UNPAD Ira Herawati menyampaikan, partisipasi ikatan alumni perguruan tinggi di Jawa Barat merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menggeliatkan kembali perekonomian dan pariwisata yang terdampak akibat pandemi. “Keempat ikatan alumni ini berasal dari universitas terbaik negeri dengan potensi besar dan ciri khas masing-masing. Ketika potensi terbaik negeri bersatu, semoga kolaborasi yang tercipta mampu memberikan manfaat besar khususnya bagi masyarakat Jawa Barat,” kata dia.

Berbagai daerah yang ditampilkan dalam gelaran Jafest 2021 merupakan daerah dengan keragaman budaya, pariwisata, serta ekonomi kreatif dan UMKM. Jafest 2021 telah dilaksanakan di beberapa daerah yakni Bogor, Bandung, Garut, dan Cirebon. “Kali ini, rangkaian Jafest 2021 mengambil tempat di Depok.  Kota ini memiliki potensi yang besar, terutama dengan letaknya yang strategis sebagai salah satu daerah penyangga ibukota dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat,” sebut Ira.

Lebih jauh, Andre mengungkapkan, kolaborasi ikatan alumni akan terus berlanjut. Dalam waktu dekat ada kemungkinan ILUNI UI, IKA UNPAD, IA ITB, dan HA IPB akan kembali berkolaborasi dalam program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia. ”Program ini diinisiasi oleh Menteri Koperasi dan UKM dan Gubernur Jawa Barat sebagai brand ambassador. Program ini direncanakan berjalan pada bulan April di Jawa Barat,” tutur dia.

Tak hanya di bidang budaya, kolaborasi antar ikatan alumni juga merambah ke bidang olahraga. Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi (HIMPUNI) menyelenggarakan kegiatan pertandingan golf yang diikuti oleh 40 alumni dari perguruan tinggi negeri. Hasil dari kegiatan ini didonasikan untuk beasiswa dan pendidikan.  Selain itu, UI, UGM, ITB, dan IPB juga mengadakan pertandingan tenis beregu 4 PTN pada 27-28 Maret di Lapangan Kodam Jaya. “Diharapkan semakin sinerginya kegiatan ikatan alumni di berbagai bidang mampu membantu masyarakat untuk bangkit dari pandemi,” pungkas Andre. (*)

Categories
Berita

Gali Local Wisdom Kuliner Jambi, ILUNI UI Kembali Gelar Festival Kuliner Nusantara

Jambi, 27 Maret 2021 – Kuliner nusantara memiliki kekuatan untuk menyentuh dan merangkul keberagaman, tanpa membeda-bedakan. Untuk menggali kebajikan lokal (local wisdom) dari karya tradisi kuliner leluhur di Jambi, Lembaga Kebangsaan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menggelar Festival Kuliner Nusantara Jambi berkolaborasi dengan ILUNI UI Wilayah Jambi, Pemerintah Kota Jambi, Aston Hotel Jambi, serta pelaku bisnis kuliner Jambi. Kegiatan ini merupakan seri kedua dari total sepuluh kegiatan yang akan diadakan di berbagai kota di Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno yang hadir secara virtual menyampaikan harapan dan dukungan atas pelaksanaan Festival Kuliner Nusantara Jambi sebagai bagian dari kenormalan baru. Dia juga berharap, acara ini mampu membangkitkan ekonomi kreatif, memupuk semangat, dan menjadi peluang usaha untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya.  “Kami mendukung pariwisata Jambi karena Jambi punya situs-situs tertua di nusantara seperti Gunung Kerinci, dan kulinernya. Rencananya program ini akan dikemas dalam paket nature dan culture,” sebut Sandiaga dalam sambutannya, Sabtu (27/3).

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga juga menekankan pentingnya kuliner Jambi menjadi tuan rumah di dalam Jambi. Dia juga menantikan kunjungan ke Jambi dan mengajak masyarakat untuk datang ke Provinsi Jambi. “Ayo datang ke Jambi! Kota Jambi elok nian! Kuliner Jambi enak nian!”

Ketua Harian Lembaga Kebangsaan ILUNI UI Gatot Priyo Utomo mengatakan, seri kedua ini dihelat dengan maksud dan tujuan untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan di Sivitas Akademika UI dan masyarakat umum. “Melalui kuliner, kita belajar keberagaman unsur tidak menjadikan tercerai-berai. Kuliner nusantara yang beragam cermin peradaban maju yang dibangun dari trial dan error, sehingga menghasilkan kearifan dan kebajikan,” jelas Gatot.

Keelokan Tradisi Kuliner Jambi yang Enak Nian

Kuliner memang menyimpan rangkaian sejarah tentang manusia, tempat, dan cerita kerja keras menghasilkannya. Hal tersebut juga tercermin dalam pembuatan gulai terjun. Makanan ini merupakan makanan khas Jambi yang terbuat dari daging sapi atau kerbau. Kerbau biasa dipotong masyarakat di pedesaan Jambi yang mengadakan pesta.

Gulai terjun dimasak dengan bumbu-bumbu rempah seperti bawang putih, bawang merah, ketumbar, kunyit, lengkuas, daun jeruk, kapulaga, batang sereh, dan utamanya cabai merah. Tak lupa, ditambah umbut kelapa sawit yang sudah dipotong-potong. Gulai terjun memiliki cita rasa yang lebih manis. Ada yang unik dari gulai terjun yakni cara memasaknya yang langsung dimasukkan semua bahan dan bumbu sekaligus karena itu dinamakan “terjun”. Sementara itu, gulai tepek juga merupakan kuliner khas Jambi. Terbuat dari ikan giling, keunikan gulai tepek terletak pada penggunaan tepung tapioka. Kemudian dikukus supaya bisa dibentuik dan dipipihkan, lalu dipotong-potong sesuai selera.

Wakil Walikota Jambi sekaligus Ketua ILUNI UI Wilayah Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM. mengatakan kuliner Jambi memiliki filosofi luar biasa. Misalnya, kue padamaran yang terbuat dari beras. Tampilannya sederhana, namun semakin digali, rasanya semakin manis. Selain itu, kuliner Jambi dikenal baik, sehat, dan halal. “Seperti gulai terjun, semua bahan yang digunakan bahan yang halal menurut Islam. Tepek juga mayoritas dari ikan. Ikan adalah bahan yang ditemukan dalam keadaan mati pun tetap halal. Oleh karena itu, kuliner khas Jambi bisa dinikmati masyarakat di luar jambi,” pungkasnya. Lebih lanjut, dia berharap event ini akan memberikan daya ungkit terhadap pemulihan ekonomi masyarakat Jambi di masa pandemi, melalui  kebangkitan pariwisata dan kuliner legendaris Jambi.

Sementara itu, pelaku bisnis kuliner Jambi Hj. Erni memaparkan kuliner Jambi memiliki potensi yang tidak kalah dengan kuliner dari daerah lainnya. Ada empat masakan Jambi asli yang menjadi menu andalannya yakni gulai terjun, goreng ancur, sambal pirik ikan, dan satu ciptaan sendiri yaitu tempoyak buluh. Dia berharap, kehadiran acara seperti Festival Kuliner Nusantara ini mampu lebih memperkenalkan beragam kuliner Jambi kepada masyarakat luas. “Kuliner Jambi rasanya tidak kalah dari masakan lainnya Jika anda ingin belajar memasak khas kuliner Jambi, harus siap untuk memberikan resepnya,” ungkapnya. (*)

Categories
Berita

Dukung Program Vaksinasi COVID-19, ILUNI UI Buka Sentra Vaksinasi

Jakarta, 13 Maret 2021 – Dalam rangka mendukung program vaksinasi COVID-19, Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka sentra vaksinasi COVID-19. Rencana ini diawali dengan kerja sama vaksinasi lansia yang telah terlaksana dengan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Program vaksinasi alumni yang diadakan pada Kamis (11/3) ini adalah wujud dukungan ILUNI UI terhadap program vaksinasi COVID-19 yang diadakan pemerintah, dengan prioritas golongan lansia. Program vaksinasi kali ini bertempat di RSCM Kencana. Program ini ditujukan untuk alumni UI berusia minimal 60 tahun dan KTP DKI atau bagi yang berdomisili di DKI Jakarta selama 6 bulan dengan surat keterangan RT setempat. Selain itu, ILUNI UI juga memberi kesempatan kepada pasangan dari alumni dan juga  orang tua   dari alumni yang memenuhi syarat tersebut untuk menjadi penerima vaksin.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian mengatakan, program ini merupakan upaya ILUNI UI untuk memenuhi permintaan dari alumni UI yang ingin divaksin dalam satu sentra vaksinasi. Adanya RSCM di lingkungan Kampus UI Salemba juga menjadi salah satu pendorong diadakannya program ini. “Kegiatan Vaksinasi untuk lansia baik alumni maupun orang tua alumni merupakan kontribusi ILUNI UI untuk pemangku kepentingan kami. Kerja sama dengan RSCM juga merupakan satu kehormatan. Sinergi ILUNI UI dengan RSCM sudah berlangsung lama dan akan terus ditingkatkan,” ungkap Andre dalam pernyataan tertulis kepada media, Sabtu (13/3)

Dalam program tersebut, ILUNI UI mendapat bantuan tenaga kesehatan serta berbagai fasilitas dan layanan kesehatan tambahan dari RSCM. Sedangkan sebanyak 34 orang alumni dan mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) UI ikut berpartisipasi sebagai relawan perawat dan administrasi. “ILUNI UI membuka pendafataran, melakukan penjadwalan yang fungsinya sebagai traffic management, dan kami juga membagikan formulir pre-screening untuk penerima vaksin lansia,” papar Andre.

Andre menambahkan, ILUNI UI telah berkomitmen membantu pemerintah dan masyarakat dalam penanganan COVID-19 bahkan sedari muncul kasus pertama. ILUNI UI juga telah mengadakan berbagai diskusi daring melalui Forum Diskusi Salemba Policy Center yang membahas perkembangan seputar vaksin COVID dengan mengundang para pakar dan pemangku kepentingan, serta membuat rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan. Selain itu, ILUNI UI mengadakan kampanye penggunaan Twibbon sebagai bentuk dukungan alumni UI terhadap program vaksinasi COVID-19 dengan tagar #AlumniUISiapVaksinCOVID19. Twibbon tersebut telah diunduh sebanyak 15 ribu kali. “ILUNI UI tidak berhenti sampai para program vaksinasi. Kami akan terus berupaya menyediakan layanan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya alumni UI sebagai kontribusi untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan mencapai target kekebalan kelompok,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Utama RSCM dr Lies Dina Liastuti, SpJP(K) MARS FIHA menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi dengan ILUNI UI dalam menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. Dr. Lies  meyakinkan bahwa  RSCM sudah cukup berpengalaman dalam menangani vaksinasi untuk COVID-19, khususnya bagi para lansia. Bahkan, RSCM memberikan berbagai layanan kesehatan untuk lansia sebagai bagian dari CSR RSCM. “Merupakan suatu kehormatan untuk bisa berkolaborasi bersama ILUNI UI untuk melayani para alumni UI dalam menerima vaksinasi COVID-19,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menekankan layanan vaksinasi alumni Kamis lalu telah mengikuti prosedur pemberian vaksinasi lansia yang ditetapkan pemerintah dan berlaku di RSCM. Pelaksanaan vaksinasi alumni diadakan di RSCM Kencana, serta menggunakan dua lantai. Lantai pertama dipergunakan untuk registrasi dan skrining kesehatan para lansia, termasuk pemberian layanan kesehatan tambahan berupa fasilitas pengecekan kesehatan gratis untuk lansia seperti skrining kerapuhan, kognitif dan indera. Pemberian vaksinasi di lantai dua pun dibagi ke dalam delapan ruangan. Setelah dilakukan vaksinasi, peserta akan diobservasi selama 30 menit untuk memantau kemungkinan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebanyak 36 tenaga kesehatan dari RSCM terjun langsung sebagai vaksinator dan observer setelah peserta menerima vaksin. “Kami berupaya memberikan layanan vaksinasi COVID-19 yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” imbuh dr. Lies.

Pada kesempatan tersebut, salah satu perusahaan milik alumni muda UI yakni PT Karya Garda Medica  bekerja sama dengan ILUNI FTUI UI, Viral Consulting, dan FUSIFoundation turut ambil bagian dalam kegiatan vaksinasi alumni dengan memberikan donasi 1.500 hazmat suit. Donasi diserahkan secara simbolis oleh Ketua Umum ILUNI FTUI Cindar Hari Prabowo kepada dr. Lies. Kampanye pemberian hazmat suit secara gratis ini menjadi bentuk dukungan terhadap para tenaga medis. Sebelumnya pemberian donasi juga telah dilakukan di beberapa rumah sakit seluruh Indonesia, termasuk dalam waktu dekat untuk melakukan donasi 1000 hazmat suit ke RSUI di Depok berkerjasama dengan Pemerintah Kota Depok. “Kami berharap donasi hazmat ini mampu membantu dan melindungi para tenaga kesehatan yang memberikan layanan kesehatan terutama dalam penanganan COVID-19 ini,” ujar Cindar.

Categories
Berita

ILUNI UI Terima Penghargaan Penanggulangan Bencana BNPB

Jakarta, 11 Maret 2021 – Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada penutupan Rapat Koordinasi Nasional BNPB tahun 2021, Rabu (10/3). Penghargaan diberikan kepada ILUNI UI sebagai bagian dari unsur masyarakat dalam sistem PENTAHELIX, atas intensitas, konsistensi, dan inovasi dalam penanggulangan bencana.

Ketua Umum ILUNI UI Andre Rahadian yang juga Ketua Tim Koordinator Relawan Satgas COVID-19 menerima langsung penghargaan tersebut dari Kepala BNPB Letjen. TNI. Doni Monardo. Sebelumnya, penghargaan serupa telah diterima ILUNI UI pada tahun 2020. Menurut Andre, penghargaan tersebut merupakan wujud komitmen dan upaya aktif ILUNI UI dalam membantu pemerintah, para pemangku kepentingan, dan masyarakat luas dalam bidang penanganan dan penanggulangan bencana.

“Semoga di tengah krisis pandemi seperti sekarang, semangat untuk membantu sesama terus berkibar. Agar bersama-sama kita bisa ringankan beban negeri ini dari segala musibah dan bencana yang melanda,” tutur Andre dalam sambutannya.

Andre menyebut, berbagai komitmen dan kerja ILUNI UI untuk kemanusiaan telah dilakukan sepanjang kepengurusan ILUNI UI, salah satunya ditunjukkan pada bencana banjir yang melanda DKI Jakarta, Banten, Bekasi, Bogor, dan sekitarnya pada awal 2020. Tak hanya itu, ILUNI UI juga berpartisipasi aktif dalam penanganan COVID-19 sejak dini, sebelum ditemukan kasus 1 dan 2. ILUNI UI melalui ILUNI UI Tanggap COVID-19 pun telah memberikan berbagai bantuan seperti penyediaan hand sanitizer dan disinfektan, serta bantuan logistik serta konsumsi untuk mahasiswa dan masyarakat. ILUNI UI juga aktif memberikan edukasi terkait COVID-19 melalui berbagai diskusi, serta rekomendasi dari para pakar dalam bentuk kertas kerja (policy paper). Tenaga kesehatan dan fasilitas masyarakat juga menjadi sasaran bantuan dengan penyediaan alat pelindung diri (APD), serta bantuan logistik dan konsumsi untuk nakes. “Upaya aktif ini terus dilakukan dengan menggandeng ILUNI Fakultas, Wilayah, Chapter, dan juga pemangku kepentingan, serta masyarakat,” terangnya.

Koordinator ILUNI UI Peduli sekaligus Koordinator ILUNI UI Tanggap COVID-19 Endang Mariani mengatakan, penghargaan yang diterima oleh ILUNI UI merupakan bentuk apresiasi untuk para relawan ILUNI UI. Apalagi di tengah situasi pandemi, upaya relawan untuk tetap terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat bukan hal yang mudah. “Meskipun di tengah pandemi, relawan-relawan Community Disaster Response Team (Co-DRT) ILUNI UI yang merupakan gabungan dari Alumni Peduli Center, Community Development Center, ILUNI Resimen Mahasiswa (MENWA UI), dibantu oleh center-center lain, bekerja sama dengan ILUNI UI dari berbagai unsur, tetap bekerja untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam lainnya,” jelas dia.

Lebih lanjut, Endang juga menekankan bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus tetap dilanjutkan, meski dalam situasi apapun. Penghargaan juga bukan tujuan utama, tetapi manfaat yang luas bagi siapapun yang menerimanya. Menurutnya, penghargaan ini menjadi amanah dan pengingat bagi ILUNI UI untuk bekerja dengan lebih keras demi menolong sesama. Selain ILUNI UI, BNPB juga memberikan penghargaan yang sama kepada UI untuk kategori institusi pendidikan. “ILUNI UI menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah mempercayakan amanahnya untuk terus berbagi kebaikan. Kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersinergi karena bencana tidak bisa dihadapi sendirian,” pungkasnya. (*)

Categories
Kegiatan

ILUNI UI: Vaksin Gotong Royong Jangan Ganggu Vaksin Program

Jakarta, 3 Maret 2021 – Ketua Policy Center Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Policy Center ILUNI UI) M. Jibriel Avessina mengingatkan pemerintah agar vaksinasi gotong royong tidak mengganggu jalannya vaksinasi program. Menurutnya, pemerintah harus tetap mendahulukan prioritas yang telah ditetapkan dalam vaksinasi program.

Dia menyoroti, dalam peraturan tertulis tentang vaksinasi gotong royong tidak tercantum vaksin ini ditujukan untuk giliran yang keberapa. Untuk itu, Jibriel melihat perlunya pengawalan dalam pelaksanaan program vaksinasi gotong royog agar tidak mengganggu prioritas. “Vaksinasi gotong royong harus diberikan giliran terakhir dalam pelaksanaan vaksinasi, setelah pelaksanaan sektor-sektor prioritas di vaksinasi program selesai. Setelah nakes, lansia, tenaga pelayanan publik, dan prioritas rentan sosial ekonomi. Baru setelah itu mungkin kita bisa dorong vaksinasi gotong royong dilakukan,” tegas Jibriel dalam diskusi daring Forum Diskusi Salemba dengan tema “Strategi Indonesia dalam Proses Vaksinasi Mandiri COVID-19”, Rabu (3/3)

Selanjutnya, Jibriel juga mendorong para pemangku kepentingan dalam pemerintahan untuk melakukan sosialisasi dalam perencanaan skema waktu dan jadwal dari para peserta vaksinasi gotong royong. Dia meminta agar pelaksanaan vaksinasi gotong royong tidak bersamaan dengan pelaksanaan vaksinasi program. “Kita dukung pelaksanaan vaksinasi secara optimal dan masif, tapi tidak mengorbankan prinsip universal dan keutamaan. Tidak boleh ada kelompok yang diistimewakan dalam vaksinasi. Kami dukung kebijakan pemerintah, tapi dengan pengawalan dan catatan kritis jika dirasa kebijakan itu perlu ada pemantauan optimal,” tukasnya.

Senada dengan Jibriel, Epidemiolog UI Pandu Riono juga mengingatkan pemerintah agar tetap memprioritaskan pemberian vaksin berdasarkan usia dan wilayah. Baru setelah itu, prioritas vaksin diberikan berdasarkan profesi. “Prioritaskan vaksin untuk lansia karena angka kematian lansia tinggi, sudah mencapai 50%. Kalau sudah lansia dan nakes, jangan kelompok-kelompok lain memotong rantai antrian karena mereka punya power politik. Mulai dari lansia, nanti semua akan kebagian dengan gilirannya,” kata Pandu.

Menurut Pandu juga, keinginan mencapai target herd immunity atau kekebalan kelompok dalam satu tahun merupakan hal yang mustahil dicapai. Dia menekankan, yang terpenting adalah mengendalikan pandemi sebelum berbicara herd immunity. Dalam mengendalikan pandemi, ada konsep angka reproduktif yaitu berapa banyak rata-rata orang yang menularkan virus.”Pada awal pandemi sekitar 2 lebih R0, dengan adanya PSBB kita sudah mencapai 1. Seharusnya di bawah 1. Kalau di bawah 1, artinya kurva melandai,” jelasnya.

Untuk itu, Pandu menilai penting untuk menekan angka reproduktif tersebut. Caranya dengan tetap melakukan 3M untuk mengurangi populasi berisiko yang membawa virus. Pengurangan hanya bisa ditekan dengan perubahan perilaku masyarakat yakni memakai masker dan menjaga jarak. Pemerintah juga punya tugas membawa surveilans dan memperkuat 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). “Perjalanan kita tidak lompat ke herd immunity, tapi ke tujuan antara yaitu wabah terkendali. Orang tidak lagi ketakutan, rumah sakit tidak banyak kasus dirawat, kematian mendekati nol. Untuk itu pandemi harus terkendali. Vaksinasi, 3M, dan 3T harus dilakukan,” tegas dia lagi.

Sementara itu, Direktur Utama RSUI dr. Astuti Giantini, Sp. PK (K), MPH menyatakan kesiapan RSUI sebagai rumah sakit rujukan COVID-19 sekaligus pelaksana vaksin. Dia menjelaskan, RSUI memiliki alur pasien dan pengunjung. Selain itu, terdapat skrining awal pasien, pengunjung, dan pegawai di rumah sakit. RSUI juga tetap menerapkan 3M yaitu mengukur suhu, memakai masker, dan menyediakan fasilitas cuci tangan. Selain itu, RSUI juga memiliki satu klinik dengan ruangan terbuka di bawah gedung parkir. “Ada Klinik Melati yang melayani sampai 250 pasien per hari. Di rumah sakit, kami memisahkan antara yang covid dan noncovid,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan vaksin, dr. Astuti menyebut RSUI telah melakukan vaksin untuk lebih dari 1.000 tenaga kesehatannya. Distribusi penerima vaksin di RSUI total mencapai 1.663 untuk tahap pertama dan tahap kedua sebesar 703. RSUI  sudah memulai vaksinasi lansia dari 1 maret dengan jatah untuk tahap pertama sebesar 1.813. RSUI juga mendapat tugas untuk melakukan vaksinasi untuk lima kelurahan di Depok, di antaranya kelurahan Bakti Jaya dan Mekar Jaya. “Kami komitmen dan dedikasi dengan pendekatan paripurna, peran aktif dalam vaksinasi, dan persiapan untuk vaksinasi gotong royong di bulan April. Ini komitmen kami,” pungkas dr. Astuti (*)