Masih ingat dengan publikasi ini? Jika masih ingat, kami dari ILUNI UI mengucapkan:

Selamat kepada para pemenang dari Relawan Kawal Pilkada!

Berikut pemenang, jumlah upload foto C1 Plano yang berhasil diberikan, dan hadiah yang diterima:

  • Agung Wahyudin, jumlah upload 49 = IPhone 7 32 GB
  • Nurul Dayanti, jumlah upload 26 = Kamera Brica G-Pro 5
  • Annisa Candra Kirana, jumlah upload 24 = Powerbank ASUS Zen Power
  • Surjo Ganesha, jumlah upload 18 = Earphone JVC
  • Kuntarti, jumlah upload 13 = Body Mist English Dawn Gardenia,The Body Shop
  • Muhammad Rafi, jumlah upload 13 = Body Mist English Dawn Gardenia,The Body Shop
  • Fitrah Subarkah, jumlah upload 11 = Polaroid 180o Fisheye Lens.

Sekali lagi selamat kepada para pemenang, tim kami akan menghubungi Anda!

Sampai jumpa di ILUNI UI Kawal Pilkada selanjutnya!

ILUNI UI 2016 – 2019

“Rumah Kita”

Arief Budhy Hardono, alumnus Fakultas Teknik Universitas Indonesia, terpilih menjadi Ketua Ikatan Alumni UI periode 2016-2019. Arief memperoleh 5.878 suara atau 52,76 persen dari total pemilih 11.142 orang.

Ketua Panitia Pemilihan, Ratu Febrina Erawati, mengatakan Arief mengungguli suara Ivan Ahda 860 suara (7,72 persen), Faldo Maldini 936 (8,4 persen) dan Chandra M. Hamzah 3.468 (31,13 persen). Awalnya, calon ketua Iluni UI ada enam orang. “Tapi dua calon mengundurkan diri. Moeldoko dan Fahri Hamzah,” kata Ratu pada Minggu, 31 Juli 2016.

Continue reading

Gelaran Munas VII ILUNI UI 2016 sempat diterpa isu tidak sedap. Dinamika organisasi semakin memanas ketika pada Kamis, 9-6-2016, Herry Hernawan (alumnus FHUI ’80) mengajukan gugatan hukum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menggugat keabsahan kepengurusan ILUNI UI di bawah kepemimpinan Chandra Motik Yusuf dan juga keabsahan Munas VII ILUNI UI yang digelar pada Sabtu, 28 Mei 2016.

Chandra Motik mengaku menghubungi Herry untuk berdialog membicarakan masalah tersebut sebelum gugatan didaftarkan, menunggu kepulangannya dari Konferensi International Maritime Organization (IMO) di London Inggris. Namun permintaan itu tidak dihiraukan dan gugatan hukum tetap dilayangkan, bahkan Herry melakukan konferensi pers dan mengumbar permasalahan internal organisasi kepada publik. Maka sepulangnya dari London, meskipun beberapa pihak mendesak untuk melakukan dialog termasuk Rektor UI, Chandra Motik akhirnya bersikeras menolak dan siap menghadapi gugatan hukum.

“Untuk apa ada dialog, gugatan hukum sudah dilayangkan, persepsi negatif sudah dia sebar kemana-mana,” tegas Chandra Motik pada rapat Rabuan di Jl. Yusuf Adiwinata 33 Menteng Jakarta Pusat. “Dia jual, kita beli.”

Dalam perkembangannya, gugatan hukum yang dilakukan Herry Hernawan ternyata ikut mempengaruhi jalannya Pemilu Raya (Pemira) ILUNI UI. Pada tanggal 17 Juni 2016 tersiar kabar Moeldoko mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai Ketua Umum, yang salah satu alasan utamanya karena ada gugatan hukum yang tengah berjalan. Tidak berhenti sampai di situ, seminggu sebelum pemungutan suara, pada acara Halal Bihalal dan Gathering Pemira ILUNI UI tanggal 28 Juli 2016, Fahri Hamzah juga menyatakan mundur dari pencalonannya, yang salah satu alasannya juga karena gugatan hukum.

Minggu terakhir memimpin ILUNI UI boleh jadi menjadi minggu paling sibuk bagi Chandra Motik. Terpantau di media sosial, berbagai manuver dan provokasi dari beberapa kelompok alumni semakin memanas. Hal itu menimbulkan kekawatiran bagi Cahndra Motik bahwa berbagai isu tersebut akan terus mengganggu kepengurusan ILUNI UI 2016-2019. Karena itu, ia dan beberapa orang pengurus melakukan langkah cepat untuk memperoleh legalitas hukum agar langkah ILUNI UI ke depan tidak lagi direcoki oleh isu-isu yang tidak perlu.

Akhirnya sehari sebelum Chandra Motik membacakan Laporan Pertanggungjawaban di depan peserta Munas VII ILUNI UI, Kementerian Hukum dan HAM menerbitkan Surat Keputusan Menteri No.AHU-0069102 AH 01.07 Tahun 2016 Tentang PENGESAHAN PENDIRIAN BADAN HUKUM IKATAN ALUMNI UNIVERSITAS INDONESIA (ILUNI UI) pada tanggal 29 Juli 2016.

“Serangan bertubi-tubi yang kita terima justru membuat kita lebih kompak, membuat banyak pihak simpati dan beramai-ramai memberikan dukungan. Untuk mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham ini terbilang cukup rumit, tetapi dengan dukungan dan bantuan banyak pihak, alhamdulillah kita bisa mendapatkannya dalam waktu yang relatif singkat, “tutur Chandra Motik seusai membacakan LPJ. “Ini jadi pelajaran penting bagi kita dan bagi ILUNI UI, kita tidak boleh mundur karena intimidasi, kita tidak boleh lemah karena provokasi, tetapi justru kita harus semakin kuat, semakin kuat, semakin fight, karena kita ini alumni UI.”

Sudah lama acara Nonton Bareng Banda: The Dark Forgotten Trail ILUNI UI dilaksanakan. Terima kasih atas antusiasme para alumni terhadap kegiatan ini. Kami pun menyadari masih banyak hal yang masih perlu diperbaiki dalam acara ini, dan akan kami jadikan pelajaran untuk ke depannya.

Segenap panitia Nonton Bareng Banda: The Dark Forgotten Trail bersama ILUNI UI, memohon maaf sebesar – besarnya atas segala kekurangan dan ketidaknyamanan peserta saat pelaksanaan acara.

Kami berharap rekan – rekan alumni dapat kembali berpartisipasi dalam kegiatan ILUNI UI selanjutnya. Berikut adalah suasana Nonton Bareng Banda: The Dark Forgotten Trail.

Sampai jumpa di kegiatan ILUNI UI berikutnya!

ILUNI UI 2016 – 2019
“Rumah Kita”

Page 1 of 61234...Last »